Heum.... Tiba-tiba jantung ini berdebar lagi. Berdebar ketika menerima SMS. Berdebar ketika melihat dia.
Huwaaaaa.... Ada yang salah nih... Nggak boleh...Nggak boleh...
Tepiskan rasa ini secepat kedatangannya. Tidak boleh larut dalam romansa yang memabukkan ini lagi...
Wake Up Girl...
Monday, November 30, 2009
Sunday, November 29, 2009
Ketika Awan Menentukan Arahnya
Alam dituntut untuk menari seirama
Rumput, udara, air, awan, binatang, tumbuhan
Menari dengan nada dan irama yang selaras
Tapi alam tak selamanya harmonis
Ketika awan menentukan arahnya sendiri
Ketika awan memilih tuk tak tunduk
pada bayu dan hembusannya
Entah...hanya saja itu pantas
Mungkin karena sang awan lelah tunduk pada bayu
Awan ingin tentukan arahnya dengan kehendaknya
Ketika awan menentukan arahnya sendiri
Salahkah ia?
Thursday, November 26, 2009
No Dangdut, No Love
Bener kali ye...kalau semua orang bilang cinta itu bikin kita yang waras jadi sableng. Aku sih pertamanya nggak percaya sedikit pun. Tapi saat aku ngalamin sendiri yang namanya JATUH CINTA, aje gile... Kalau bisa kepala jadi kaki, kaki jadi kepala deh...biar si pujaan hati ngelirik aku.
And you know what, itu semua terjadi pas aku esempe. Terserah deh ya kalau mau bilang aku kegatelan atau apa. Anyway, ceritanya waktu itu aku kelas dua esempe, aku naksir ama cowok yang yah...lumayan jadi bintang sekolah. Pinter udah pasti selain itu juga dia gape main musik. Namanya Shuman.
Seperti yang udah aku bilang tadi, nih cowok (a.k.a. Shuman) famous abis. Gak ada satupun anak di sekolahku yang nggak kenal ama dia. Dan itu yang bikin perjuangan cinta aku kerasaaaaaa berat banget. Ya, cuma buat aku yang ordinary student di sekolah, this is a big challenge, you know. Saat ku sadar kalau aku ternyata punya feeling ama tuh cowok, aku mulai muter otak dan pasang strategi untuk memenangkan hatinya.
Ngomong-ngomong soal memenangkan hati. Kompetisi emang nggak hanya dikuasai ama bidang yang namanya olahraga. Atau juga ajang kontes-kontesan. Bahkan untuk urusan yang namanya percintaan, prinsip kompetisi (kalau nggak mau dibilang persaingan) itu masih berlaku. Ya, gimana nggak, jumlah cowok di dunia lebih dikit dibanding cewek. Nggak nanggung 1:4 lagi. So, buat para cewek di dunia welcome to the world of competition. Siapa yang punya jurus paling jitu buat dapeting cowok dialah pemenangnya. Ops...Ops... Nggak usah kaget, it's reality...
Waktu itu, orang-orang terdekatku, sahabatku, mulai nyium gelagat kalau aku naksir ama cowok. Waktu kita lagi ngumpul di kantin. Tina deketin aku sambil berbisik.
"Na, kamu lagi naksir cowok, ya?" tanya Tina, waktu itu.
"Lah, ngaco kamu kalau ngomong, emang tahu dari mana?" Tanyaku balik sambil senyum-senyum.
"Ye...nggak mungkin lah kita ngaco. Kamu loh jarang-jarang care ama penampilan. Pake lip gloss segala. Ini bukan Nana yang biasa." Kinan menukas.
Aku menanggapi kata-kata mereka dengan senyum terkulum.
"Tuh kan senyum-senyum nggak jelas. Udah nih pasti, siapa sih cowok yang bikin kamu aneh kayak gini?" Tina mulai nggak sabar. Aku mulai salah tingkah mendengar pertanyaan demi pertanyaan dari mereka.
Sambil terus memainkan sedotan minumanku, aku memandangi mereka dengan tersenyum-senyum nakal. Mereka sepertinya tidak sabar melihat reaksiku. "Na...ayo dong bilang ke kita, siapa yang bikin kamu kayak orang aneh gini." Kinan mulai membujuk lagi. Aku tidak mempedulikan mereka dengan tetap makan pangsit yang kupesan. Lama tak kurespon pertanyaan mereka akhirnya mereka diam dan melanjutkan memakan makanan mereka masing-masing.
Kemudian, tiba-tiba aku tersedak dan batuk-batuk. Pandanganku tak lepas dari Shuman yang baru saja masuk kantin. Aku tersedak karena sambal pangsitku membuat tenggorokanku panas. Tina dan Kinan berebut memberiku minum. "Duh, kamu kok bisa sih Na...pelan-pelan dong kalo makan." kata Tina. "Tauk nih kayak lihat setan aja." Kata Kinan kemudian.
Kinan lantas memandang sekeliling. Kemudian ia berteriak histeris ke arahku. "Nana !!! Jangan bilang kamu suka ama Shu..." Aku segera membungkam mulut Kinan dan menghentikan kata-katanya sebelum ia menyebutkan nama yang selama ini meneror hari-hariku. Melihat kelakukanku Kinan dan Tina kemudian tertawa dan giliran mukaku yang memerah menahan malu.
***
Makin hari suasana di SMP Cinta Bangsa semakin heboh dengan keberadaan Shuman. Shuman menjadi rebutan tidak hanya anak kelas dua tapi juga kelas satu dan tiga. Ke manapun Shuman berjalan selalu disambut dengan teriakan histeris dari cewek-cewek di sekolahku. Termasuk aku, tapi bedanya aku cuma berteriak dalam hati. Hihihihi bukannya apa-apa, aku malu teriak-teriak keganjenan di depan teman-temanku. Tapi tetap saja mereka selalu menggodaku setiap kami berpapasan dengan Shuman. Satu hal yang selalu membuat pipiku memerah karena malu.
Pada suatu hari, Kinan datang dengan senyum terkulum. Aku dan Tina memandang heran ke arahnya. "Ada apa sih, Kin? Kamu senyum-senyum kayak gitu." tanya Tina. Kinan yang ditanya malah duduk dan meletakkan tasnya di atas meja. Kemudian ia mengarahkan tubuhnya ke arah kami, tetap dengan senyum terkulum di bibirnya. "Ehm...aku punya info soal Shuman." Kata Kinan pada akhirnya.
Mendengar itu serasa ada makhluk aneh yang melonjak-lonjak dalam dadaku. Reaksi diamku disambut keheranan oleh kedua temanku. "Kok kamu diem aja Na, bukannya kamu lagi naksir dia. Tuh Kinan punya info soal Shuman." Sergah Tina.
Aku memandang ke arah Kinan dan kemudian berkata "Emang info apa?" Tanyaku malu-malu dengan suara pelan.
"Ehm....kalian pasti kaget waktu aku kasih tahu hal ini. Aku baru aja dikasih tahu ama Dimas, anak OSIS, dia bilang Shuman bakal nyumbang buat acara Pensi besok." Kinan menghentikan kata-katanya karena melihat ekspresi kami yang keheranan.
"Trus emang kenapa kalo dia nyumbang acara, kan emang dia ngeband, so...nggak ada yang aneh kan." Kata Tina.
"Yeee....aku belum selesai ngomong, kalau gitu aja emang nggak aneh. Kalian harus denger dulu yang satu ini. Gimana kalau aku bilang kalau ternyata bandnya Shuman itu band dandut alias orkes." Kinan berhenti bicara dan berlanjut dengan teriakan kami. "Apaaaa!!! Teriakan kami sontak membuat seisi kelas menoleh ke arah kami.
"Kalian ini apa-apaan sih, nggak usah teriak-teriak gitu dong." Kata Kinan kemudian. Aku menarik Kinan agar mendekat, kemudian aku berkata "Uhm...emang bener ya, Shuman itu vokalis orkes dangdut. Kamu yakin?" Aku mencoba memastikan info yang baru saja kudengar.
"Yup...Soalnya si Shuman dah pasti ngisi acara di Pensi." jawab Kinan. Mendengar jawaban pasti dari Kinan aku terhenyak di kursi. "Kok bisa ya, cowok sekeren Shuman mau jadi penyanyi dangdut. Hufhhhh.... " aku berkata kemudian menghela nafas. Kata-kataku disambut cekikikan Tina dan Kinan.
***
Sejak saat itu aku terus memikirkan kenyataan bahwa Shuman (a.k.a. cowok yang aku suka) ternyata doyan banget ama musik dangdut (a.k.a. musik yang selama ini aku anggap sebelah mata). Hufhh... aku bingung harus gimana. Nerusin usaha buat pedekate ke Shuman, yang udah pasti didukung ama teman-temanku, atau mundur cuma karena musik dangdut.
Fakta tentang Shuman yang jadi vokalis band dangdut telah menyebar seantero sekolah. Ada yang memandang sebelah mata ada pula yang pada akhirnya terkagum-kagum juga dengan pilihan Shuman. Yang pasti satu sekolah udah nggak sabar untuk lihat penampilan Shuman.
Aku semakin bingung dengan semua ini. Aku jadi jarang bersama dengan Kinan dan Tina. Mereka juga bingung melihat perubahanku. "Kamu jangan gini terus dong, ayo semangat. Mana Nana yang kita kenal?" kata Tina suatu hari di rumahku. Mereka berkumpul di rumahku setelah berhari-hari melihatku murung. Mendengar apa yang dikatakan Tina aku semakin lemas dan hanya tiduran saja di sofa. Kinan dan Tina saling memandang. Kemudian Kinan mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Ia menyerahkan sebuah CD kepadaku. Aku menerimanya dengan terbengong-bengong. Setelah kuperhatikan CD itu merupakan CD karaoke kompilasi lagu dangdut. Kupandangi dua sahabatku dengan keheranan.
"Kita udah daftarin kamu diem-diem buat ngisi pensi. Dan kita di sini buat ngajakin kamu latihan nyanyi pake CD ini." Tina berkata dengan riang.
"Ga mungkin lah... mana mungkin aku nyanyi lagu dangdut. Tapi..." tiba-tiba kugantungkan kata-kataku. Aku mencoba memikirkanya kembali Kemudian aku berkata dengan semangat " Ok deh aku coba, tapi kalian bantu aku ya..." kata-kataku disambut gembira Kinan dan Tina. Kami berpelukan dengan tertawa.
Segera aku buka pembungkus CD itu dan meletakkannya dalam playerku. Tak lama kemudian dari dalam rumahku telah mengalun lagu-lagu dangdut lengkap dengan suaraku yang mencoba menyanyikan lagu tersebut dengan benar. Sesekali Kinan dan Tina ikut bernyanyi. Kami menghabiskan hari itu dengan canda tawa, tentunya juga dengan musik dangdut.
***
Hari penentuan pun tiba. Pentas seni akhir tahun, acara yang paling ditunggu-tunggu semua cewek di SMP Cinta Bangsa. Karena hari ini Shuman akan main dengan bandnya. Aku juga deg-degan nunggu hari ini. Gimana nggak, gara-gara temanku yang super duper kreatif itu, aku harus ikutan juga ngisi acara di pensi ini.
Di belakang panggung, aku nggak pede sama sekali. Meskipun ada Kinan dan Tina yang nemenin aku. Aku dapat nomor terakhir untuk tampil. Fiuuuhhhh.....tambah nervous. Tiba-tiba ia berhenti di hadapanku, "Kamu tampil juga? semangat ya." katanya. Aku mengangguk seketika. "Eh...Iya...iya...terima kasih..." Aku tergagap menjawabnya. Tina dan Kinan yang ada di sampingku menyemangatiku juga.
Tak terasa namaku dipanggil. Aku naik ke atas panggung dengan sisa-sisa semangat yang ada. 'Demi Shuman apapun akan kulakukan' tekatku dalam hati. Di atas panggung, aku dapat melihat semua orang yang ada di depan panggung melihat ke arahku. Termasuk Shuman yang berdiri di samping panggung setelah menyanyikan lagu dangdut. Yang tadi disambut histeris dari seisi aula.
Lagu Terlena yang dipopulerkan oleh Ike Nurjanah itu terlantun dari bibirku. Sesekali aku juga bergoyang seiring musik yang mengalun. Aku menghabiskan satu lagu itu dan disambut dengan tepukan tangan. Aku turun dan menuju belakang panggung. Di belakang panggung aku disambut oleh Kinan dan Tina dengan pelukan. Kami pun tertawa lepas.
Kemudian, tiba-tiba kudengar seseorang memanggil namaku. Begitu kulihat ternyata Shuman. Ia mendekati kami. Seketika Kinan dan Tina menjauh. "Suara kamu bagus. Nanti pulang sendiri, boleh ku antar?" katanya dan kusambut dengan anggukan.
Begitulah, sejak saat itu hubunganku dan Shuman semakin dekat dan akhirnya kami pacaran. Semua gara-gara musik dangdut. Kalau aku nggak belajar nyanyi dangdut, aku dan Shuman nggak bakal jadian. Hehehehe...I'm the Winner...
***
Berlayarlah Perahu Kertasku ke Laut Lepas
Penantian sekian lama akhirnya terbayar juga. Perahu Kertas novel terbaru Dewi Lestari kini sudah di tangan dan sudah pula selesai dibaca. Di halaman ini aku hanya ingin berbagi, berbagi tentang mimpi yang pasti akan terwujud suatu saat, berbagi tentang cinta yang menemukan jalannya sendiri untuk bersatu, berbagi tentang nilai-nilai pengorbanan dalam cinta, berbagi tentang air mata yang luruh ketika membaca lembar demi lembar novel ini. Aku hanya ingin berbagi tentang Perahu Kertas yang bukan hanya karya dari seorang Dewi Lestari tapi juga jawaban atas semua pertanyaanku selama ini...
Setiap novel baru Dee muncul aku selalu berasumsi bahwa akan ada nilai-nilai yang dileburkan ke dalamnya. Pun itu yang kudapatkan pada Perahu Kertas, karya terbaru dari Dewi Lestari. Perahu Kertas menyuguhkan kisah tentang Kugy dan Keenan yang masing-masing memiliki mimpi-mimpi. Mimpi yang mereka tahu jauh dari realita kehidupan yang mereka jalani. Mimpi yang muncul dari idealisme yang mereka bangun dari mereka masih bocah.
Kugy, sesesorang yang sangat menyukai dunia dongeng. Mimpinya adalah suatu hari ia dapat menjadi penulis dongeng. Mimpi yang sudah ia petakan sejak ia baru mulai mengenal kata-kata. Tujuan hidupnya sangat jelas, sehingga apapun yang ia lakukan sejak kecil adalah semata-mata untuk mewujudkan mimpinya. Mulai dari mengoleksi novel, buku cerita, komik, dll, membuat penyewaan buku di rumahnya, semua itu demi mewujudkan mimpinya untuk menjadi penulis dongeng.
Keenan, menjadi pelukis adalah impiannya. Ia mewarisi darah melukis dari Ibunya. Keenan yang untuk sementara tinggal dengan Omanya di Belanda semakin mencintai melukis. Dengan melukis, Keenan menemukan kedamaian, menemukan dunianya.
Kugy dan Keenan memiliki banyak kesamaan, mereka sama-sama eksentrik. Kugy dengan dandanannya yang berantakan. Keenan dengan rambut gondrongnya ala seniman. Sama-sama berzodiak Aquarius. Sama-sama memiliki mimpi yang menuntut untuk diwujudkan.
Kugy dan Keenan dipertemukan oleh takdir. Bertemu di kota Bandung, menjalin lingkaran persahabatan dengan Noni dan Eko yang merupakan pasangan kekasih. Keempatnya dikenal dengan Geng Midnight. Namun perjalanan kehidupan membuat persahabatan itu terpecah-pecah. Waktu menggiring mereka untuk berjalan dalam rel kehidupan mereka sendiri. Keenan di Ubud, Kugy kembali ke Jakarta, Noni dan Eko masih di Bandung. Namun banyak hal yang belum tersampaikan satu sama lain saat mereka terpisah-pisah. Cinta yang sesungguhnya ada diantara Keenan dan Kugy. Kesalahpahaman antara Noni dan Kugy.
Kugy, sesesorang yang sangat menyukai dunia dongeng. Mimpinya adalah suatu hari ia dapat menjadi penulis dongeng. Mimpi yang sudah ia petakan sejak ia baru mulai mengenal kata-kata. Tujuan hidupnya sangat jelas, sehingga apapun yang ia lakukan sejak kecil adalah semata-mata untuk mewujudkan mimpinya. Mulai dari mengoleksi novel, buku cerita, komik, dll, membuat penyewaan buku di rumahnya, semua itu demi mewujudkan mimpinya untuk menjadi penulis dongeng.
Keenan, menjadi pelukis adalah impiannya. Ia mewarisi darah melukis dari Ibunya. Keenan yang untuk sementara tinggal dengan Omanya di Belanda semakin mencintai melukis. Dengan melukis, Keenan menemukan kedamaian, menemukan dunianya.
Kugy dan Keenan memiliki banyak kesamaan, mereka sama-sama eksentrik. Kugy dengan dandanannya yang berantakan. Keenan dengan rambut gondrongnya ala seniman. Sama-sama berzodiak Aquarius. Sama-sama memiliki mimpi yang menuntut untuk diwujudkan.
Kugy dan Keenan dipertemukan oleh takdir. Bertemu di kota Bandung, menjalin lingkaran persahabatan dengan Noni dan Eko yang merupakan pasangan kekasih. Keempatnya dikenal dengan Geng Midnight. Namun perjalanan kehidupan membuat persahabatan itu terpecah-pecah. Waktu menggiring mereka untuk berjalan dalam rel kehidupan mereka sendiri. Keenan di Ubud, Kugy kembali ke Jakarta, Noni dan Eko masih di Bandung. Namun banyak hal yang belum tersampaikan satu sama lain saat mereka terpisah-pisah. Cinta yang sesungguhnya ada diantara Keenan dan Kugy. Kesalahpahaman antara Noni dan Kugy.
Kugy dan Keenan masih menyimpan mimpi mereka dan berusaha mewujudkannya. Namun mereka tetap berpijak dalam dunia nyata yang harus mereka jalani. Kugy yang akhirnya bekerja di Advertising dan bertemu dengan Remi. Keenan yang menetap dan menjadi pelukis di Ubud kemudian dipertemukan dengan Luhde. Namun ada satu moment yang mengharuskan Keenan kembali ke Jakarta dan mengambil alih tanggung jawab mengelola perusahaan ayahnya.
Perahu Kertas tidak hanya menawarkan tentang kisah cinta antara Keenan dan Kugy. Bagaimana cinta yang akhirnya menentukan jalannya sendiri. Kisah yang berliku di antara Keenan dan Kugy mengharuskan mereka bertemu dengan orang-orang lain. Menghadirkan cinta-cinta lain di hati dan hidup mereka. Meskipun jauh di lubuk hati mereka dan di bawah kesadaran mereka, Keenan dan Kugy saling mencintai satu sama lain. Cinta yang tak pernah tersampaikan satu sama lain. Hingga takdir mempertemukan mereka kembali. Hingga cinta menemukan jalannya untuk bersatu.
Aku lantas tergerak untuk mengingat kisahku, kisah yang sebenarnya enggan tuk aku buka lagi karena luka yang telah ditimbulkannya. Kisah tentang mimpi tentang cinta yang terputus begitu saja. Kisah tentang pengorbanan yang mau tidak mau harus aku lakukan. Kisah yang mencabik-cabik hidupku sedemikian rupa hingga serpihannya pun tak kutemukan. Perahu Kertas membawaku pada satu keyakinan bahwa suatu hari entah dengan cara apa, aku akan menemukan cintaku kembali. Akan ada keajaiban dengan cara yang indah dan saat yang tepat. Cinta yang tak kutahu akan sama ataukah tidak.
Perahu Kertas juga membuatku tersadar bahwa mimpi adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Semustahil apapun mimpi itu nantinya dapat terwujud. Karena mimpi adalah sesuatu yang membuat kita sadar akan tujuan hidup kita. Mimpi yang membuat setiap langkah yang kita ambil akan kita yakini bermuara pada satu titik yang telah kita tentukan. Mimpi yang sangat mungkin akan terwujud. Mimpi yang selalu menunggu untuk kita raih.
Perahu Kertas kembali meyakinkanku bahwa kesejatian cinta itu memang ada. Meyakinkanku bahwa mimpi harus diperjuangkan.
Bersama Perahu Kertas~Dee aku telah membuat perahu kertasku dan menghanyutkannya pada aliran air. Bersama hanyutnya perahu kertasku tlah kusematkan pula asa dan mimpiku yang aku tahu nantinya akan bermuara pada lautan.
Bersama hanyutnya perahu kertasku tlah kuyakini entah kapan ku kan temukan kesejatian cinta dan mimpiku yang terwujud....
;-)
Perahu Kertas tidak hanya menawarkan tentang kisah cinta antara Keenan dan Kugy. Bagaimana cinta yang akhirnya menentukan jalannya sendiri. Kisah yang berliku di antara Keenan dan Kugy mengharuskan mereka bertemu dengan orang-orang lain. Menghadirkan cinta-cinta lain di hati dan hidup mereka. Meskipun jauh di lubuk hati mereka dan di bawah kesadaran mereka, Keenan dan Kugy saling mencintai satu sama lain. Cinta yang tak pernah tersampaikan satu sama lain. Hingga takdir mempertemukan mereka kembali. Hingga cinta menemukan jalannya untuk bersatu.
Aku lantas tergerak untuk mengingat kisahku, kisah yang sebenarnya enggan tuk aku buka lagi karena luka yang telah ditimbulkannya. Kisah tentang mimpi tentang cinta yang terputus begitu saja. Kisah tentang pengorbanan yang mau tidak mau harus aku lakukan. Kisah yang mencabik-cabik hidupku sedemikian rupa hingga serpihannya pun tak kutemukan. Perahu Kertas membawaku pada satu keyakinan bahwa suatu hari entah dengan cara apa, aku akan menemukan cintaku kembali. Akan ada keajaiban dengan cara yang indah dan saat yang tepat. Cinta yang tak kutahu akan sama ataukah tidak.
Perahu Kertas juga membuatku tersadar bahwa mimpi adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Semustahil apapun mimpi itu nantinya dapat terwujud. Karena mimpi adalah sesuatu yang membuat kita sadar akan tujuan hidup kita. Mimpi yang membuat setiap langkah yang kita ambil akan kita yakini bermuara pada satu titik yang telah kita tentukan. Mimpi yang sangat mungkin akan terwujud. Mimpi yang selalu menunggu untuk kita raih.
Perahu Kertas kembali meyakinkanku bahwa kesejatian cinta itu memang ada. Meyakinkanku bahwa mimpi harus diperjuangkan.
Bersama Perahu Kertas~Dee aku telah membuat perahu kertasku dan menghanyutkannya pada aliran air. Bersama hanyutnya perahu kertasku tlah kusematkan pula asa dan mimpiku yang aku tahu nantinya akan bermuara pada lautan.
Bersama hanyutnya perahu kertasku tlah kuyakini entah kapan ku kan temukan kesejatian cinta dan mimpiku yang terwujud....
;-)
Tuesday, November 24, 2009
Baby Proposal: Cinta Tak Membutuhkan Alasan....
Kisah berawal ketika Karina menyadari bahwa dirinya tengah hamil. Hasil hubungan tak sengajanya dengan seorang laki-laki yang baru dikenalnya pada perjalanan wisatanya ke Lombok. Laki-laki yang dari kesan pertama yang didapat Karina adalah angkuh dan borju. Laki-laki itu bernama Daniel. Kejadian yang begitu singkat tapi mampu merubah keseluruhan jalan hidup Karina.
Karina yang hidup mandiri dan berjuang seorang diri untuk meraih cita-citanya sebagai chef tidak menyertakan kehamilan dan pernikahan dalam daftar rencana hidupnya. Karena ia memiliki trauma yang dalam dengan lembaga pernikahan. Laki-laki yang ia kenal sebagai ayahnya selalu menyiksa Ibu dan dirinya baik secara fisik dan mental. Hal itulah yang membuat Karina membuang jauh-jauh menikah dalam kamus hidupnya.
Kehamilannya ini sungguh diluar perkiraannya. Karina sama sekali tidak siap untuk itu. Maka ia memutuskan untuk menghubungi Ayah dari janinnya untuk meminta pertanggungjawaban. Bukan untuk dinikahi tapi untuk bertanggung jawab atas dirinya sampai ia melahirkan. Setelah itu Karina akan menyerahkan anak itu pada ayahnya, yaitu Daniel. Karina menemui Daniel dengan segala macam pikiran yang berkecamuk. Pun begitu dengan Daniel.
Ketidaksengajaan mempertemukan mereka, Daniel dan Karina. Kehamilan Karina yang tak terduga membuat mereka berdua tergagap dalam menjalani konsekuensi tanggung jawab yang harus mereka jalani. Pada awalnya mereka sama-sama enggan dan terkesan menolak kehadiran janin di tubuh Karina. Namun ketika Daniel menemani Karina untuk check up kehamilan, Daniel dapat mendengarkan detak bayi yang ada di kandungan Karina. Detik itu juga Daniel seketika menyayangi anak itu. Demikian juga Karina. Tak ada lagi penolakan terhadap anak dalam kandungan Karina.
Hingga pada satu kenyataan, mereka harus kehilangan anak mereka. Rasa kehilangan yang sama-sama mereka rasakan menyatukan mereka dalam satu bentuk hubungan yang tak terdefinisikan. Rasa kasih sayang dan cinta itu perlahan muncul di antara mereka. Konflik kemudian muncul ketika Celline mantan kekasih Daniel muncul. Perasaan Daniel diuji pun juga perasaan Karina. Daniel dan Karina yang sama-sama tidak pernah mengutarakan perasaan satu sama lain diuji dengan kesalahpahaman yang muncul karena kehadiran Celline. Kesalahpahaman yang kemudian memisahkan mereka.
Mereka kembali pada kehidupannya masing-masing. Karina mengejar cita-citanya sebagai Chef dan Daniel sibuk dengan bisnisnya. Karina sengaja menghilang dari kehidupan Daniel karena mengira Daniel akan kembali pada Celline. Padahal tanpa sepengetahuan Karina, Daniel selalu mencari tahu di mana Karina berada. Hingga pada akhirnya mereka kembali dipertemukan secara tidak sengaja. Pertemuan oleh takdir yang menyadarkan Daniel bahwa untuk kali ini ia tak mau lagi kehilangan Karina. Bahwa Ia harus jujur akan perasaannya pada Karina.
Hubungan yang diawali tanpa sengaja. Kehamilan yang tak terduga. Menumbuhkan perasaan yang tak terdefinisikan di antara Karina dan Daniel. Cinta memang tidak membutuhkan alasan. Karena ketika ada seribu alasan agar cinta itu tumbuh maka akan ada pula seribu alasan ketika cinta itu hilang.
Membaca novel ini, seperti membaca sebagian kisahku. Air mata tak hentinya luruh ketika merekam kata demi kata ke dalam memori otakku. Karina beruntung karena memiliki Daniel yang bersedia bertanggung jawab dan menerima anaknya dengan ikhlas. Mungkin aku tak seberuntung Karina. Tapi satu hal yang kusadari sejak awal bahwa aku sama sekali tak pernah berniat membuang apa yang telah diberikan padaku. Dengan atau tanpa laki-laki di sampingku. Mungkin Karina berpikir ulang terus untuk dapat menerima janin dalam tubuhnya. Tapi aku, di detik aku tahu Dia ada detik yang sama aku ikhlas menerimanya meskipun aku tahu aku hanya akan berjalan seorang diri.
Baby Proposal, membuatku sekali lagi percaya bahwa suatu hari kebahagiaan akan datang di hidupku dengan cara yang indah dan waktu yang tepat. Dan cinta memang tak membutuhkan alasan, sama halnya cintaku dan penerimaanku terhadap kehadiran Langit.
:-)
Karina yang hidup mandiri dan berjuang seorang diri untuk meraih cita-citanya sebagai chef tidak menyertakan kehamilan dan pernikahan dalam daftar rencana hidupnya. Karena ia memiliki trauma yang dalam dengan lembaga pernikahan. Laki-laki yang ia kenal sebagai ayahnya selalu menyiksa Ibu dan dirinya baik secara fisik dan mental. Hal itulah yang membuat Karina membuang jauh-jauh menikah dalam kamus hidupnya.
Kehamilannya ini sungguh diluar perkiraannya. Karina sama sekali tidak siap untuk itu. Maka ia memutuskan untuk menghubungi Ayah dari janinnya untuk meminta pertanggungjawaban. Bukan untuk dinikahi tapi untuk bertanggung jawab atas dirinya sampai ia melahirkan. Setelah itu Karina akan menyerahkan anak itu pada ayahnya, yaitu Daniel. Karina menemui Daniel dengan segala macam pikiran yang berkecamuk. Pun begitu dengan Daniel.
Ketidaksengajaan mempertemukan mereka, Daniel dan Karina. Kehamilan Karina yang tak terduga membuat mereka berdua tergagap dalam menjalani konsekuensi tanggung jawab yang harus mereka jalani. Pada awalnya mereka sama-sama enggan dan terkesan menolak kehadiran janin di tubuh Karina. Namun ketika Daniel menemani Karina untuk check up kehamilan, Daniel dapat mendengarkan detak bayi yang ada di kandungan Karina. Detik itu juga Daniel seketika menyayangi anak itu. Demikian juga Karina. Tak ada lagi penolakan terhadap anak dalam kandungan Karina.
Hingga pada satu kenyataan, mereka harus kehilangan anak mereka. Rasa kehilangan yang sama-sama mereka rasakan menyatukan mereka dalam satu bentuk hubungan yang tak terdefinisikan. Rasa kasih sayang dan cinta itu perlahan muncul di antara mereka. Konflik kemudian muncul ketika Celline mantan kekasih Daniel muncul. Perasaan Daniel diuji pun juga perasaan Karina. Daniel dan Karina yang sama-sama tidak pernah mengutarakan perasaan satu sama lain diuji dengan kesalahpahaman yang muncul karena kehadiran Celline. Kesalahpahaman yang kemudian memisahkan mereka.
Mereka kembali pada kehidupannya masing-masing. Karina mengejar cita-citanya sebagai Chef dan Daniel sibuk dengan bisnisnya. Karina sengaja menghilang dari kehidupan Daniel karena mengira Daniel akan kembali pada Celline. Padahal tanpa sepengetahuan Karina, Daniel selalu mencari tahu di mana Karina berada. Hingga pada akhirnya mereka kembali dipertemukan secara tidak sengaja. Pertemuan oleh takdir yang menyadarkan Daniel bahwa untuk kali ini ia tak mau lagi kehilangan Karina. Bahwa Ia harus jujur akan perasaannya pada Karina.
Hubungan yang diawali tanpa sengaja. Kehamilan yang tak terduga. Menumbuhkan perasaan yang tak terdefinisikan di antara Karina dan Daniel. Cinta memang tidak membutuhkan alasan. Karena ketika ada seribu alasan agar cinta itu tumbuh maka akan ada pula seribu alasan ketika cinta itu hilang.
Membaca novel ini, seperti membaca sebagian kisahku. Air mata tak hentinya luruh ketika merekam kata demi kata ke dalam memori otakku. Karina beruntung karena memiliki Daniel yang bersedia bertanggung jawab dan menerima anaknya dengan ikhlas. Mungkin aku tak seberuntung Karina. Tapi satu hal yang kusadari sejak awal bahwa aku sama sekali tak pernah berniat membuang apa yang telah diberikan padaku. Dengan atau tanpa laki-laki di sampingku. Mungkin Karina berpikir ulang terus untuk dapat menerima janin dalam tubuhnya. Tapi aku, di detik aku tahu Dia ada detik yang sama aku ikhlas menerimanya meskipun aku tahu aku hanya akan berjalan seorang diri.
Baby Proposal, membuatku sekali lagi percaya bahwa suatu hari kebahagiaan akan datang di hidupku dengan cara yang indah dan waktu yang tepat. Dan cinta memang tak membutuhkan alasan, sama halnya cintaku dan penerimaanku terhadap kehadiran Langit.
:-)
*) gambar diunduh dari www.gagasmedia.net
Usai Bertambah Usia
Detik-detik pertambahan usia itu telah berlalu. Banyak doa dan harapan yang meluncur dari mereka yang mengenalku. Tapi malam pertambahan usia itu aku memilih tak panjatkan doa atau harapan. Tak satupun. Karena jujur aku lelah berharap. Karena aku lelah mendapati kenyataan harapanku tak terlaksana. Aku kini hanya ingin menjalani apa ya ada. Let Everything go with the Flow....
Tujuan hidupku sekarang hanya satu, aku hanya ingin melihat senyum di wajah orang-orang di sekitarku. Hanya sesederhana itu. Membuat mereka semua tersenyum karena keberadaanku. Aku ingin berarti bagi mereka dengan cara apapun. Semua itu kulakukan karena tak lagi bisa kuharap senyum itu mengembang di wajahku. Kebahagiaanku dan senyumku telah berakhir. Sekarang bahagiaku, senyumku, asaku ada pada mereka.
Bahagiaku kini jika melihat mereka bahagia. Senyumku kini jika melihat mereka tersenyum. Asaku kini jika mengetahui asa mereka terwujud. Sesederhana itu. Aku harus kuat. Aku harus bertahan. Aku harus terus berjuang. Untuk Mereka. Untuk Kami. Untuk Aku....
*) gambar diunduh dari gpkasihsetia.blogspot.com (google)
Tujuan hidupku sekarang hanya satu, aku hanya ingin melihat senyum di wajah orang-orang di sekitarku. Hanya sesederhana itu. Membuat mereka semua tersenyum karena keberadaanku. Aku ingin berarti bagi mereka dengan cara apapun. Semua itu kulakukan karena tak lagi bisa kuharap senyum itu mengembang di wajahku. Kebahagiaanku dan senyumku telah berakhir. Sekarang bahagiaku, senyumku, asaku ada pada mereka.
Bahagiaku kini jika melihat mereka bahagia. Senyumku kini jika melihat mereka tersenyum. Asaku kini jika mengetahui asa mereka terwujud. Sesederhana itu. Aku harus kuat. Aku harus bertahan. Aku harus terus berjuang. Untuk Mereka. Untuk Kami. Untuk Aku....
*) gambar diunduh dari gpkasihsetia.blogspot.com (google)
Sunday, November 22, 2009
Menantimu di Stasiun Gubeng Pagi Ini
Ku berjalan tertatih dalam hening subuh itu
Mencoba kembali merajut asa yang sempat padam
Asa tuk sejenak dapat memelukmu dalam damai
Asa tuk sejenak merasakan kembali apa yang tlah hilang
Stasiun ini masih sama
sperti saat-saat yang telah lewat
Masih ada bangku-bangku yang dulu pernah diisi oleh dua jiwa
dengan pendar bahagia yang begitu tenang
Kini bangku itu kosong
hanya ada aku di sini menunggu
Menunggu keretaku
Menunggumu
Menunggu asaku terwujud
Dan aku masih di sini
duduk di bangku ini
Dan tetap menunggumu dengan secuil asa
bahwa kau kan datang
Datang tuk wujudkan pinta terakhirku
Datang tuk sedikit terang dalam gelapnya duniaku
Datang tuk suguhkan senyum di wajah muramku
Datang tuk sejenak menggenggam tanganku
dan menuntunku dalam bahagia
Datang...
Hanya menunggu tuk datang
Hanya itu...
Tapi kau tak pernah datang
Hingga Keretaku pun berlalu
Berlalu membawa pergi asaku bersamanya
dan kini semua tlah berakhir
Mencoba kembali merajut asa yang sempat padam
Asa tuk sejenak dapat memelukmu dalam damai
Asa tuk sejenak merasakan kembali apa yang tlah hilang
Stasiun ini masih sama
sperti saat-saat yang telah lewat
Masih ada bangku-bangku yang dulu pernah diisi oleh dua jiwa
dengan pendar bahagia yang begitu tenang
Kini bangku itu kosong
hanya ada aku di sini menunggu
Menunggu keretaku
Menunggumu
Menunggu asaku terwujud
Dan aku masih di sini
duduk di bangku ini
Dan tetap menunggumu dengan secuil asa
bahwa kau kan datang
Datang tuk wujudkan pinta terakhirku
Datang tuk sedikit terang dalam gelapnya duniaku
Datang tuk suguhkan senyum di wajah muramku
Datang tuk sejenak menggenggam tanganku
dan menuntunku dalam bahagia
Datang...
Hanya menunggu tuk datang
Hanya itu...
Tapi kau tak pernah datang
Hingga Keretaku pun berlalu
Berlalu membawa pergi asaku bersamanya
dan kini semua tlah berakhir
Pijar Lilin
Setiap jiwa yang hidup dan berirama
laksana pendar lilin
Pendar yang lagi tak lagi terang pada lilin jiwaku
Pendar yang sempat padam
Dan kini ku coba nyalakan kembali
dengan serpihan-serpihan jiwa yang tersisa
Lilin itu kini berpendar lemah
Berusaha untuk tetap berpijar meskipun tak terang
Hanya pijar sebuah lilin yang jadi penerang
langkahku kemudian
Tapi sungguh ku tertatih tuk membuat nyalanya tetap ada
Tak apa hanya redup asal tak lantas mati
Tanganku ini sendiri tak mampu menjaga pijarnya
Tolong bantu aku tuk jaga pijar lilin ini
Lilinku ini...Jiwaku ini
Kutahu tak sekokoh dahulu, namun ku bertahan
Bertahan tuk tetap jaga pijar lilin nih tuk terus berpendar
terangi alam
terangi jalanku
terangi kehidupan sekelilingku
Saturday, November 21, 2009
Dingin
lava dalam tubuhku seketika beku
saat mata itu menelusuk ke inti jiwanya
beku tak dapat menggelegak
karena mata itu begitu menusukku
tajam hingga tak ada sisa kehangatan di dalamnya
begitu dingin membuatku resah
begitu dingin membuatku tak bersuara
begitu dingin membuatku terpaku
Pijar Lentera Keempat Kemudian Padam
Pijar lentera-lentera itu pernah sangat terang
Lentera pertama membawa kisah baru tentang cinta
Lentera kedua membawa kisah tentang pengertian
Lentera ketiga membawa kisah tentang kepercayaan
Lentera keempat membawa kisah tentang kesetiaan
Namun keempat lentera itu telah lelah berpijar
Krna pijar itu telah padam
Tanpa ada satu cahayapun berpendar
Tak lagi ada kesetiaan, kepercayaan, pengertian,
dan kemudian memupus cinta
Lentera-lentera itu kini telah padam
Tak ada satu asapun
yang dapat nyalakannya kembali
Semua sirna
Semua sia-sia
Aku dan Kamu di Tengah Deras Hujan
ketika penat itu telah begitu melesak di dada dan kepalasungguh tak kutemukan kata yang paling tepat tuk ungkapkan semua
lantas kutemukan kau berdiri di sana dengan senyum yang masih sama
tapi mungkin dengan arti dan tafsir yang beda
kutemukan lentera asa yang mulai redup
kita berjalan dalam diam di tengah keriuhan manusia
yang mengepung ketenangan kita
kita berjalan menuju nadir ketenangan
deras hujan yang menampar-nampar tubuhtubuh di bumi
telah menyambut kita
menemani perbincangan kita yang tlah terputus sekian lama
Subscribe to:
Posts (Atom)
Ketika Yang Tersisa Hanyalah Air Mata
Hey kamu... Iya kamu... Kamu yang dulu datang lagi dalam hidupku dengan janji tuk tak lagi menghadirkan air mata di wajahku dengan jan...









