Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

One Step Closer

Finally...
Semua hanya tinggal selangkah lagi
Perjalanan panjang ini akhirnya menemukan perhentiannya...

17 September 2012
akan menjadi akhir perjuangan selama ini

Fffiuuhh...
Tapi tidak perlu ada yang disesali
Karena semua pasti ada hikmahnya
Siapa yang menyangka kalau pada akhirnya
Aku mengakhiri semua
Bersamaan dengan dia
Di hari yang sama, selisih jam saja

Lega
Bahagia
Sedih
Terharu
Semua tumbuh jadi satu..
Satu langkah lagi
Satu langkah lagi...

Sidang, aku siap menghadapimu....




Cukup Sederhanakan Semuanya

Setiap perempuan selalu memiliki impian masa kecil. Menikah dengan pangeran yang menunggang kuda putih, tinggal di kastil impian, dan hidup bahagia selamanya... Cinderella Syndrome kata orang...
Namun impian masa kecil itu kadang terbawa hingga mereka dewasa, memiliki pasangan yang ganteng, kehidupan yang mapan, dan bahagia selamanya, masih menjadi patron setiap wanita di dunia.

Satu hal yang masih tetap sama sejak dulu hingga kini, dan itu memang kodrat perempuan, adalah menikah dan bahagia selamanya. Terdengarnya sederhana, tapi sungguh, dua hal itu adalah dua hal yang paling rumit di dunia ini.

Menikah, bagiku (entah bagi yang lain) adalah sebuah hal yang rumit. Karena pernikahan sudah tidak lagi perkara menyatukan dua hati dalam ikrar suci, tetapi juga ada ritual budaya dan prestise keluarga di dalamnya. Tidak sesederhana percakapan di bawah ini :

Rangga : Cinta, kita sudah menjalani setiap proses hubungan selama ini, tawa dan tangis kita bisa lalui berdua, aku tidak pernah terpik…

Adamu Menggenapkanku

Kesalahan membuat kita belajar bagaimana menjadi benar
Kehilangan membuat kita tahu artinya memiliki... Dulu...  Ada bahagia dalam kata Kita Ada pula airmata dan luka dan terperih Memiliki dan kehilanganmu dulu Membuat kita sadar betapa cinta dan Kita begitu berharga...
Masih ingat dengan kata-kata Penulis kita  "Satu itu menggenapkan tapi dua melenyapkan" Itulah kita...  Adamu menggenapkanku membuatku utuh membantuku kokoh...
kita adalah sayap-sayap bagi kehidupan dan cinta kita jika satu diantara kita luruh maka tak ada lagi cinta apalagi Kita...
terima kasih telah menggenapkanku semoga kaupun tak lagi ganjil dengan ada ku











*aku tak hendak jadi bintang bagimu langitku, aku hanya perempuanmu, yang akan ada di sampingmu untuk berbagi dan temanimu hingga saatnya kita terpisah oleh usia...

Merindumu

Aku merindukan masa-masa itu
masa yang sama seperti saat ini
masa saat bunga-bunga kuning berjatuhan
dari pohon-pohon yang kokoh
beterbangan dihembus angin dan luruh ke bumi

Aku merindukan masa-masa itu
saat tangan kita masih erat terpaut
tanpa jarak
saat masih ada sisi dari pundakmu
yang menjadi milikku

Aku merindukan masa-masa itu
saat kita berdua membaui aroma laut
saat kita berdua memeluk sepi
diantara dinginnya pegunungan malam

Aku merindukan masa-masa itu
saat yang dua menjadi tunggal

Aku merindukan masa-masa itu
Saat kita sama-sama belajar mengeja cinta

Aku merindu... mu

Surabaya, 230712




Hujan Musim ke 25

Dan kau dengar bukan deru guntur menghantam senja tapi sedu sedan mengiring perayaan itu Kau dengar, bara membuncah arah, langit terbelah dan nelayan bersenandung riuh rendah Aku hadir... untuk hari yang tersapu angin gigir menggigil... Aku menatap, ada kau dalam pusaran Aku ada, untuk rumah-rumah yang kau tinggal dengan titik mendung untuk cerita yang tak pernah habis oleh satu tarikan nafas ada aku... Hujan musim ini Selukis kabut yang tak henti mengikuti langkah lelah kita Aku tak mau hujan datang malam ini Aku tak mau dia meninggalkan luka Tersenyumlah, Bersama datangnya pelangi malam ini Melalui celah pintu kamarmu Tersenyumlah untuk musim Tersenyumlah untukku Met Ultah Bund...
sebuah pesan ini datang hampiriku pada malam ke 22 november kemarin pesan yang sempat terlewat dan hilang aku menunggu pesan di musim-musim esok hari hingga tarikan nafas di musim terakhir... terima kasih untuk cinta yang datang kembali

Tak Pernah Menyesal

dan ketika semua berjalan searah hembusan angin dan ketika dalam bisu pun buih ombak kembali ke pantai dan ketika rasa tlah menghamba dalam takdir dan ketika aku harus memutar haluan menjemput masa lalu yang terlewat ... tak pernah ada sesal dan ketika semua terasa lebih berat untuk dilalui sesal itu pun tak tersirat ... bukan angkuh atau bebal hanya cinta itu saja hingga tak ada ruang bagi sesal

Ketika Cinta

ketika cinta saja tak mampu satukan kita ketika cinta saja tak mampu membuatmu hadir di sisiku ketika cinta memberi ruang bagi yang lain di hatimu ku memilih doa entah berapa rapal doa  kulantunkan atas namamu dan ketika cintaku saja tak cukup untukmu ku berharap Sang Maha Memberi Cinta  juga memenuhimu dengan cintaNya

Aku Mencintaimu Karena...

Aku mencintaimu karena.... Ah, berulang kali coba kurangkai kata  tuk jawab tanya itu
Aku hanya tahu beberapa hal Setiap mendengar suaramu menatap punggungmu dari kejauhan menyadari namamu disebut hatiku selalu tergetar setiap pagi saat ku membuka mata ada wajahmu yang hadir setiap ada di dekatmu waktu serasa terhenti
apa itu semua cukup menjelaskan  mengapa aku mencintaimu jika tidak mungkin cinta ini memang bukan rumus eksak yang harus dijelaskan cinta ini memang harus dirasakan dari hati sampai ke hati iya kan?
dulu sekali ada yang pernah berkata padaku jika cinta itu mampu dideskripsikan mengapa, maka itu bukan cinta tapi transaksi
tak ada yang berubah dari rasa ini dulu, sekarang, dan insyaallah esok

Tragedi (bukan) Opera Sabun

ada gema tradisi dan ritual ada ribuan manusia menyemut kosongkan kota ada bahagia yang terpancar di wajah mereka ada tragedi ada kematian ada tangis dan sedih yang tak bertepi ada wajah bertopeng tarikan kesedihan dengan seringai kesenangan ada kepalsuan ah... memuakkan... ini bukan opera sabun, kan? tapi wajah itu penuh begitu palsu.... 9/11/11

Membuatku Sederhana

aku bagaikan bintang gemerlap... berharap tak ada gemintang lain seterang dia
aku bagaikan jajaran buku bersolek seindah mungkin agar terpilih untuk dibaca lembar demi lembarnya hingga tuntas
aku bagaikan ratu panggung haus sorotan lampu dan sanjung puji
tapi... mencintaimu membuatku menjadi diriku membuatku menjadi manusia membuatku sederhana
tak serupa apapun aku bisa tertawa bahkan menangis aku rasakan pula laku dan perih
cintamu memanusiakanku tak hendak lagi aku ingin menjadi bintang atau ratu panggung yang ku mau hanya menjadi pengantinmu itu saja... sederhana kan?
surabaya, 060911

Rindu yang Terasing

ketika angin sibuk membaca
         kemana arahnya berhembus
ketika pasir pantai sibuk meramal
         kapankah debur ombak memecahnya
aku dengan sendiriku telah lama terpaku
         dalam rindu kepadamu
berjuta lembar kisah kulewati
         dengan terus erami rasa ini

ah...
aku kini pun tak tahu
untuk siapa dan kemana rinduku ini akan bermuara
ya aku mencintaimu dengan sangat
tapi sungguh...

tak pernah ku tahu
apakah rasa ini cukup berkuasa buatmu

merinduku juga

rinduku ini tak bernama
rinduku kini terasing
rinduku hanya rasa yang terabaikan

surabaya 060911