Friday, December 18, 2009

muncul kembali

Wah.... akhirnya bisa ngeblog lagi...
Beberapa waktu kemarin aku terasing pada perasaan yang membuatku enggan untuk melakukan hal-hal yang kusuka termasuk menulis.... entah mengapa...
But now i'm back... with new spirit... new hopes... n new life....

Banyak kisah yang akan kubagi nanti.... tapi untuk yang kali ini aku hanya ingin menyapa saja....

Senangnya bisa nulis blog lagi

Tuesday, December 08, 2009

Kesempurnaan

mereka mengatakan aku tak sempurna
untuk memiliki yang aku cinta
jika aku tak sempurna
       sesempurna apa orang yang berhak?
apakah dia cukup sempurna untuk menerima cintaku?
apa memang aku memiliki cinta yang sempurna?
kesempurnaan apa yang manusia miliki?
di dalam ketidaksempurnaan aku memberi cinta
dan aku menerima ketidaksempurnaan yang dapat menerima ketidaksempurnaan itu sendiri
sempurnahkah aku?

Kembara Hati

Kembara hati tak tentu arah
Terbang ke mana angin menghembusnya
Bebas...
Lepas...
Tanpa kendali dan kekangan
Kembara terus ia mencari
Mencari bagian dirinya yang lenyap
Tapi kemudian...
Kembara itu terhenti
Terhenti... bukan karena lelah
Henti pada bagiannya
Kembara hati tak lagi terbang tak tentu arah
Ia bertemu bagian darinya
Kembara hati tak ingin kembara sendiri
Tapi ia tetap bebas lepas
Menyusuri sisa waktunya
...

Tuesday, December 01, 2009

2 Bulan 3 Matahari

menari di antara kita
saksi pertemuan anak-anak Adam
     di bumi yang dingin
nusa indah menghangat
tak lagi beku dan sepi
hangat oleh cinta
hangat oleh kasih
hangat oleh damai
hangat oleh persahabatan
hangat oleh persaudaraan
hangat oleh KITA
akankah kehangatan ini kembali beku dan hilang
     anak-anak Adam itu telah tebarkan kehangatan
     di bumi yang dingin
nusa indah kembali dingin dan beku
tapi kehangatan telah berpendar
seiring langkah si anak Adam

Monday, November 30, 2009

Jantungku Berdebar Lagi

Heum.... Tiba-tiba jantung ini berdebar lagi. Berdebar ketika menerima SMS. Berdebar ketika melihat dia.
Huwaaaaa.... Ada yang salah nih... Nggak boleh...Nggak boleh...
Tepiskan rasa ini secepat kedatangannya. Tidak boleh larut dalam romansa yang memabukkan ini lagi...
Wake Up Girl...

Sunday, November 29, 2009

Ketika Awan Menentukan Arahnya

Alam dituntut untuk menari seirama
Rumput, udara, air, awan, binatang, tumbuhan
Menari dengan nada dan irama yang selaras
Tapi alam tak selamanya harmonis
Ketika awan menentukan arahnya sendiri
Ketika awan memilih tuk tak tunduk
pada bayu dan hembusannya
Salahkah itu?
Entah...hanya saja itu pantas
Mungkin karena sang awan lelah tunduk pada bayu
Awan ingin tentukan arahnya dengan kehendaknya
Ketika awan menentukan arahnya sendiri
Salahkah ia?

Thursday, November 26, 2009

No Dangdut, No Love

Bener kali ye...kalau semua orang bilang cinta itu bikin kita yang waras jadi sableng. Aku sih pertamanya nggak percaya sedikit pun. Tapi saat aku ngalamin sendiri yang namanya JATUH CINTA, aje gile... Kalau bisa kepala jadi kaki, kaki jadi kepala deh...biar si pujaan hati ngelirik aku.
And you know what, itu semua terjadi pas aku esempe. Terserah deh ya kalau mau bilang aku kegatelan atau apa. Anyway, ceritanya waktu itu aku kelas dua esempe, aku naksir ama cowok yang yah...lumayan jadi bintang sekolah. Pinter udah pasti selain itu juga dia gape main musik. Namanya Shuman.
Seperti yang udah aku bilang tadi, nih cowok (a.k.a. Shuman) famous abis. Gak ada satupun anak di sekolahku yang nggak kenal ama dia. Dan itu yang bikin perjuangan cinta aku kerasaaaaaa berat banget. Ya, cuma buat aku yang ordinary student di sekolah, this is a big challenge, you know. Saat ku sadar kalau aku ternyata punya feeling ama tuh cowok, aku mulai muter otak dan pasang strategi untuk memenangkan hatinya.
Ngomong-ngomong soal memenangkan hati. Kompetisi emang nggak hanya dikuasai ama bidang yang namanya olahraga. Atau juga ajang kontes-kontesan. Bahkan untuk urusan yang namanya percintaan, prinsip kompetisi (kalau nggak mau dibilang persaingan) itu masih berlaku. Ya, gimana nggak, jumlah cowok di dunia lebih dikit dibanding cewek. Nggak nanggung 1:4 lagi. So, buat para cewek di dunia welcome to the world of competition. Siapa yang punya jurus paling jitu buat dapeting cowok dialah pemenangnya. Ops...Ops... Nggak usah kaget, it's reality...
Waktu itu, orang-orang terdekatku, sahabatku, mulai nyium gelagat kalau aku naksir ama cowok. Waktu kita lagi ngumpul di kantin. Tina deketin aku sambil berbisik.
"Na, kamu lagi naksir cowok, ya?" tanya Tina, waktu itu.
"Lah, ngaco kamu kalau ngomong, emang tahu dari mana?" Tanyaku balik sambil senyum-senyum.
"Ye...nggak mungkin lah kita ngaco. Kamu loh jarang-jarang care ama penampilan. Pake lip gloss segala. Ini bukan Nana yang biasa." Kinan menukas.
Aku menanggapi kata-kata mereka dengan senyum terkulum.
"Tuh kan senyum-senyum nggak jelas. Udah nih pasti, siapa sih cowok yang bikin kamu aneh kayak gini?" Tina mulai nggak sabar. Aku mulai salah tingkah mendengar pertanyaan demi pertanyaan dari mereka.
Sambil terus memainkan sedotan minumanku, aku memandangi mereka dengan tersenyum-senyum nakal. Mereka sepertinya tidak sabar melihat reaksiku. "Na...ayo dong bilang ke kita, siapa yang bikin kamu kayak orang aneh gini." Kinan mulai membujuk lagi. Aku tidak mempedulikan mereka dengan tetap makan pangsit yang kupesan. Lama tak kurespon pertanyaan mereka akhirnya mereka diam dan melanjutkan memakan makanan mereka masing-masing.
Kemudian, tiba-tiba aku tersedak dan batuk-batuk. Pandanganku tak lepas dari Shuman yang baru saja masuk kantin. Aku tersedak karena sambal pangsitku membuat tenggorokanku panas. Tina dan Kinan berebut memberiku minum. "Duh, kamu kok bisa sih Na...pelan-pelan dong kalo makan." kata Tina. "Tauk nih kayak lihat setan aja." Kata Kinan kemudian.
Kinan lantas memandang sekeliling. Kemudian ia berteriak histeris ke arahku. "Nana !!! Jangan bilang kamu suka ama Shu..." Aku segera membungkam mulut Kinan dan menghentikan kata-katanya sebelum ia menyebutkan nama yang selama ini meneror hari-hariku. Melihat kelakukanku Kinan dan Tina kemudian tertawa dan giliran mukaku yang memerah menahan malu.
***
Makin hari suasana di SMP Cinta Bangsa semakin heboh dengan keberadaan Shuman. Shuman menjadi rebutan tidak hanya anak kelas dua tapi juga kelas satu dan tiga. Ke manapun Shuman berjalan selalu disambut dengan teriakan histeris dari cewek-cewek di sekolahku. Termasuk aku, tapi bedanya aku cuma berteriak dalam hati. Hihihihi bukannya apa-apa, aku malu teriak-teriak keganjenan di depan teman-temanku. Tapi tetap saja mereka selalu menggodaku setiap kami berpapasan dengan Shuman. Satu hal yang selalu membuat pipiku memerah karena malu.
Pada suatu hari, Kinan datang dengan senyum terkulum. Aku dan Tina memandang heran ke arahnya. "Ada apa sih, Kin? Kamu senyum-senyum kayak gitu." tanya Tina. Kinan yang ditanya malah duduk dan meletakkan tasnya di atas meja. Kemudian ia mengarahkan tubuhnya ke arah kami, tetap dengan senyum terkulum di bibirnya. "Ehm...aku punya info soal Shuman." Kata Kinan pada akhirnya.
Mendengar itu serasa ada makhluk aneh yang melonjak-lonjak dalam dadaku. Reaksi diamku disambut keheranan oleh kedua temanku. "Kok kamu diem aja Na, bukannya kamu lagi naksir dia. Tuh Kinan punya info soal Shuman." Sergah Tina.
Aku memandang ke arah Kinan dan kemudian berkata "Emang info apa?" Tanyaku malu-malu dengan suara pelan.
"Ehm....kalian pasti kaget waktu aku kasih tahu hal ini. Aku baru aja dikasih tahu ama Dimas, anak OSIS, dia bilang Shuman bakal nyumbang buat acara Pensi besok." Kinan menghentikan kata-katanya karena melihat ekspresi kami yang keheranan.
"Trus emang kenapa kalo dia nyumbang acara, kan emang dia ngeband, so...nggak ada yang aneh kan." Kata Tina.
"Yeee....aku belum selesai ngomong, kalau gitu aja emang nggak aneh. Kalian harus denger dulu yang satu ini. Gimana kalau aku bilang kalau ternyata bandnya Shuman itu band dandut alias orkes." Kinan berhenti bicara dan berlanjut dengan teriakan kami. "Apaaaa!!! Teriakan kami sontak membuat seisi kelas menoleh ke arah kami.
"Kalian ini apa-apaan sih, nggak usah teriak-teriak gitu dong." Kata Kinan kemudian. Aku menarik Kinan agar mendekat, kemudian aku berkata "Uhm...emang bener ya, Shuman itu vokalis orkes dangdut. Kamu yakin?" Aku mencoba memastikan info yang baru saja kudengar.
"Yup...Soalnya si Shuman dah pasti ngisi acara di Pensi." jawab Kinan. Mendengar jawaban pasti dari Kinan aku terhenyak di kursi. "Kok bisa ya, cowok sekeren Shuman mau jadi penyanyi dangdut. Hufhhhh.... " aku berkata kemudian menghela nafas. Kata-kataku disambut cekikikan Tina dan Kinan.
***
Sejak saat itu aku terus memikirkan kenyataan bahwa Shuman (a.k.a. cowok yang aku suka) ternyata doyan banget ama musik dangdut (a.k.a. musik yang selama ini aku anggap sebelah mata). Hufhh... aku bingung harus gimana. Nerusin usaha buat pedekate ke Shuman, yang udah pasti didukung ama teman-temanku, atau mundur cuma karena musik dangdut.
Fakta tentang Shuman yang jadi vokalis band dangdut telah menyebar seantero sekolah. Ada yang memandang sebelah mata ada pula yang pada akhirnya terkagum-kagum juga dengan pilihan Shuman. Yang pasti satu sekolah udah nggak sabar untuk lihat penampilan Shuman.
Aku semakin bingung dengan semua ini. Aku jadi jarang bersama dengan Kinan dan Tina. Mereka juga bingung melihat perubahanku. "Kamu jangan gini terus dong, ayo semangat. Mana Nana yang kita kenal?" kata Tina suatu hari di rumahku. Mereka berkumpul di rumahku setelah berhari-hari melihatku murung. Mendengar apa yang dikatakan Tina aku semakin lemas dan hanya tiduran saja di sofa. Kinan dan Tina saling memandang. Kemudian Kinan mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Ia menyerahkan sebuah CD kepadaku. Aku menerimanya dengan terbengong-bengong. Setelah kuperhatikan CD itu merupakan CD karaoke kompilasi lagu dangdut. Kupandangi dua sahabatku dengan keheranan.
"Kita udah daftarin kamu diem-diem buat ngisi pensi. Dan kita di sini buat ngajakin kamu latihan nyanyi pake CD ini." Tina berkata dengan riang.
"Ga mungkin lah... mana mungkin aku nyanyi lagu dangdut. Tapi..." tiba-tiba kugantungkan kata-kataku. Aku mencoba memikirkanya kembali Kemudian aku berkata dengan semangat " Ok deh aku coba, tapi kalian bantu aku ya..." kata-kataku disambut gembira Kinan dan Tina. Kami berpelukan dengan tertawa.
Segera aku buka pembungkus CD itu dan meletakkannya dalam playerku. Tak lama kemudian dari dalam rumahku telah mengalun lagu-lagu dangdut lengkap dengan suaraku yang mencoba menyanyikan lagu tersebut dengan benar. Sesekali Kinan dan Tina ikut bernyanyi. Kami menghabiskan hari itu dengan canda tawa, tentunya juga dengan musik dangdut.
***
Hari penentuan pun tiba. Pentas seni akhir tahun, acara yang paling ditunggu-tunggu semua cewek di SMP Cinta Bangsa. Karena hari ini Shuman akan main dengan bandnya. Aku juga deg-degan nunggu hari ini. Gimana nggak, gara-gara temanku yang super duper kreatif itu, aku harus ikutan juga ngisi acara di pensi ini.
Di belakang panggung, aku nggak pede sama sekali. Meskipun ada Kinan dan Tina yang nemenin aku. Aku dapat nomor terakhir untuk tampil. Fiuuuhhhh.....tambah nervous. Tiba-tiba ia berhenti di hadapanku, "Kamu tampil juga? semangat ya." katanya. Aku mengangguk seketika. "Eh...Iya...iya...terima kasih..." Aku tergagap menjawabnya. Tina dan Kinan yang ada di sampingku menyemangatiku juga.
Tak terasa namaku dipanggil. Aku naik ke atas panggung dengan sisa-sisa semangat yang ada. 'Demi Shuman apapun akan kulakukan' tekatku dalam hati. Di atas panggung, aku dapat melihat semua orang yang ada di depan panggung melihat ke arahku. Termasuk Shuman yang berdiri di samping panggung setelah menyanyikan lagu dangdut. Yang tadi disambut histeris dari seisi aula.
Lagu Terlena yang dipopulerkan oleh Ike Nurjanah itu terlantun dari bibirku. Sesekali aku juga bergoyang seiring musik yang mengalun. Aku menghabiskan satu lagu itu dan disambut dengan tepukan tangan. Aku turun dan menuju belakang panggung. Di belakang panggung aku disambut oleh Kinan dan Tina dengan pelukan. Kami pun tertawa lepas.
Kemudian, tiba-tiba kudengar seseorang memanggil namaku. Begitu kulihat ternyata Shuman. Ia mendekati kami. Seketika Kinan dan Tina menjauh. "Suara kamu bagus. Nanti pulang sendiri, boleh ku antar?" katanya dan kusambut dengan anggukan.
Begitulah, sejak saat itu hubunganku dan Shuman semakin dekat dan akhirnya kami pacaran. Semua gara-gara musik dangdut. Kalau aku nggak belajar nyanyi dangdut, aku dan Shuman nggak bakal jadian. Hehehehe...I'm the Winner...
***

Berlayarlah Perahu Kertasku ke Laut Lepas

~....berputar menjadi sesuatu yang bukan kita demi menjadi diri kita lagi...~

Penantian sekian lama akhirnya terbayar juga. Perahu Kertas novel terbaru Dewi Lestari kini sudah di tangan dan sudah pula selesai dibaca. Di halaman ini aku hanya ingin berbagi, berbagi tentang mimpi yang pasti akan terwujud suatu saat, berbagi tentang cinta yang menemukan jalannya sendiri untuk bersatu, berbagi tentang nilai-nilai pengorbanan dalam cinta, berbagi tentang air mata yang luruh ketika membaca lembar demi lembar novel ini. Aku hanya ingin berbagi tentang Perahu Kertas yang bukan hanya karya dari seorang Dewi Lestari tapi juga jawaban atas semua pertanyaanku selama ini...
Setiap novel baru Dee muncul aku selalu berasumsi bahwa akan ada nilai-nilai yang dileburkan ke dalamnya. Pun itu yang kudapatkan pada Perahu Kertas, karya terbaru dari Dewi Lestari. Perahu Kertas menyuguhkan kisah tentang Kugy dan Keenan yang masing-masing memiliki mimpi-mimpi. Mimpi yang mereka tahu jauh dari realita kehidupan yang mereka jalani. Mimpi yang muncul dari idealisme yang mereka bangun dari mereka masih bocah.
Kugy, sesesorang yang sangat menyukai dunia dongeng. Mimpinya adalah suatu hari ia dapat menjadi penulis dongeng. Mimpi yang sudah ia petakan sejak ia baru mulai mengenal kata-kata. Tujuan hidupnya sangat jelas, sehingga apapun yang ia lakukan sejak kecil adalah semata-mata untuk mewujudkan mimpinya. Mulai dari mengoleksi novel, buku cerita, komik, dll, membuat penyewaan buku di rumahnya, semua itu demi mewujudkan mimpinya untuk menjadi penulis dongeng.
Keenan, menjadi pelukis adalah impiannya. Ia mewarisi darah melukis dari Ibunya. Keenan yang untuk sementara tinggal dengan Omanya di Belanda semakin mencintai melukis. Dengan melukis, Keenan menemukan kedamaian, menemukan dunianya.
Kugy dan Keenan memiliki banyak kesamaan, mereka sama-sama eksentrik. Kugy dengan dandanannya yang berantakan. Keenan dengan rambut gondrongnya ala seniman. Sama-sama berzodiak Aquarius. Sama-sama memiliki mimpi yang menuntut untuk diwujudkan.
Kugy dan Keenan dipertemukan oleh takdir. Bertemu di kota Bandung, menjalin lingkaran persahabatan dengan Noni dan Eko yang merupakan pasangan kekasih. Keempatnya dikenal dengan Geng Midnight. Namun perjalanan kehidupan membuat persahabatan itu terpecah-pecah. Waktu menggiring mereka untuk berjalan dalam rel kehidupan mereka sendiri. Keenan di Ubud, Kugy kembali ke Jakarta, Noni dan Eko masih di Bandung. Namun banyak hal yang belum tersampaikan satu sama lain saat mereka terpisah-pisah. Cinta yang  sesungguhnya ada diantara Keenan dan Kugy. Kesalahpahaman antara Noni dan Kugy.    
Kugy dan Keenan masih menyimpan mimpi mereka dan berusaha mewujudkannya. Namun mereka tetap berpijak dalam dunia nyata yang harus mereka jalani. Kugy yang akhirnya bekerja di Advertising dan bertemu dengan Remi. Keenan yang menetap dan menjadi pelukis di Ubud kemudian dipertemukan dengan Luhde. Namun ada satu moment yang mengharuskan Keenan kembali ke Jakarta dan mengambil alih tanggung jawab mengelola perusahaan ayahnya.
Perahu Kertas tidak hanya menawarkan tentang kisah cinta antara Keenan dan Kugy. Bagaimana cinta yang akhirnya menentukan jalannya sendiri. Kisah yang berliku di antara Keenan dan Kugy mengharuskan mereka bertemu dengan orang-orang lain. Menghadirkan cinta-cinta lain di hati dan hidup mereka. Meskipun jauh  di lubuk hati mereka dan di bawah kesadaran mereka, Keenan dan Kugy saling mencintai satu sama lain. Cinta yang tak pernah tersampaikan satu sama lain. Hingga takdir mempertemukan mereka kembali. Hingga cinta menemukan jalannya untuk bersatu.
Aku lantas tergerak untuk mengingat kisahku, kisah yang sebenarnya enggan tuk aku buka lagi karena luka yang telah ditimbulkannya. Kisah tentang mimpi tentang cinta yang terputus begitu saja. Kisah tentang pengorbanan yang mau tidak mau harus aku lakukan. Kisah yang mencabik-cabik hidupku sedemikian rupa hingga serpihannya pun tak kutemukan. Perahu Kertas membawaku pada satu keyakinan bahwa suatu hari entah dengan cara apa, aku akan menemukan cintaku kembali. Akan ada keajaiban dengan cara yang indah dan saat yang tepat. Cinta yang tak kutahu akan sama ataukah tidak.      
Perahu Kertas juga membuatku tersadar bahwa mimpi adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Semustahil apapun mimpi itu nantinya dapat terwujud. Karena mimpi adalah sesuatu yang membuat kita sadar akan tujuan hidup kita. Mimpi yang membuat setiap langkah yang kita ambil akan kita yakini bermuara pada satu titik yang telah kita tentukan. Mimpi yang sangat mungkin akan terwujud. Mimpi yang selalu menunggu untuk kita raih.
Perahu Kertas kembali meyakinkanku bahwa kesejatian cinta itu memang ada. Meyakinkanku bahwa mimpi harus diperjuangkan.
Bersama Perahu Kertas~Dee aku telah membuat perahu kertasku dan menghanyutkannya pada aliran air. Bersama hanyutnya perahu kertasku tlah kusematkan pula asa dan mimpiku yang aku tahu nantinya akan bermuara pada lautan.
Bersama hanyutnya perahu kertasku tlah kuyakini entah kapan ku kan temukan kesejatian cinta dan mimpiku yang terwujud....
;-)

Tuesday, November 24, 2009

Baby Proposal: Cinta Tak Membutuhkan Alasan....


Aku tahu novel ini pertama kali karena tidak sengaja. Kebetulan aku membuka website Gagas Media dan aku mendapati sampul novel ini di bagian buku-buku baru. Aku tergelitik dengan sampul dan judul novel ini dan akhirnya membaca reviewnya. Cukup membaca sejenak review yang memang tidak terlalu panjang membuatku memutuskan aku harus mendapatkan novel ini untuk kado ulang tahunku. Selain Perahu Kertas tentunya. Pas tanggal 22 November kemarin aku berhasil menghadiahi diriku sendiri dengan 2 novel ini. Salah satunya Baby Proposal. Pada akhirnya aku memilih novel karya dua penulis Dahlian dan Gielda Lafita ini karena ide yang coba mereka angkat. Mencari kesejatian cinta di tengah kenyataan yang menyakitkan. Membuktikan jika cinta memang tidak membutuhkan alasan.
Kisah berawal ketika Karina menyadari bahwa dirinya tengah hamil. Hasil hubungan tak sengajanya dengan seorang laki-laki yang baru dikenalnya pada perjalanan wisatanya ke Lombok. Laki-laki yang dari kesan pertama yang didapat Karina adalah angkuh dan borju. Laki-laki itu bernama Daniel. Kejadian yang begitu singkat tapi mampu merubah keseluruhan jalan hidup Karina.
Karina yang hidup mandiri dan berjuang seorang diri untuk meraih cita-citanya sebagai chef tidak menyertakan kehamilan dan pernikahan dalam daftar rencana hidupnya. Karena ia memiliki trauma yang dalam dengan lembaga pernikahan. Laki-laki yang ia kenal sebagai ayahnya selalu menyiksa Ibu dan dirinya baik secara fisik dan mental. Hal itulah yang membuat Karina membuang jauh-jauh menikah dalam kamus hidupnya.
Kehamilannya ini sungguh diluar perkiraannya. Karina sama sekali tidak siap untuk itu. Maka ia memutuskan untuk menghubungi Ayah dari janinnya untuk meminta pertanggungjawaban. Bukan untuk dinikahi tapi untuk bertanggung jawab atas dirinya sampai ia melahirkan. Setelah itu Karina akan menyerahkan anak itu pada ayahnya, yaitu Daniel. Karina menemui Daniel dengan segala macam pikiran yang berkecamuk. Pun begitu dengan Daniel.
Ketidaksengajaan mempertemukan mereka, Daniel dan Karina. Kehamilan Karina yang tak terduga  membuat mereka berdua tergagap dalam menjalani konsekuensi tanggung jawab yang harus mereka jalani. Pada awalnya mereka sama-sama enggan dan terkesan menolak kehadiran janin di tubuh Karina. Namun ketika Daniel menemani Karina untuk check up kehamilan, Daniel dapat mendengarkan detak bayi yang ada di kandungan Karina. Detik itu juga Daniel seketika menyayangi anak itu. Demikian juga Karina. Tak ada lagi penolakan terhadap anak dalam kandungan Karina.
Hingga pada satu kenyataan, mereka harus kehilangan anak mereka. Rasa kehilangan yang sama-sama mereka rasakan menyatukan mereka dalam satu bentuk hubungan yang tak terdefinisikan. Rasa kasih sayang dan cinta itu perlahan muncul di antara mereka. Konflik kemudian muncul ketika Celline mantan kekasih Daniel muncul. Perasaan Daniel diuji pun juga perasaan Karina. Daniel dan Karina yang sama-sama tidak pernah mengutarakan perasaan satu sama lain diuji dengan kesalahpahaman yang muncul karena kehadiran Celline. Kesalahpahaman yang kemudian memisahkan mereka.
Mereka kembali pada kehidupannya masing-masing. Karina mengejar cita-citanya sebagai Chef dan Daniel sibuk dengan bisnisnya. Karina sengaja menghilang dari kehidupan Daniel karena mengira Daniel akan kembali pada Celline. Padahal tanpa sepengetahuan Karina, Daniel selalu mencari tahu di mana Karina berada. Hingga pada akhirnya mereka kembali dipertemukan secara tidak sengaja. Pertemuan oleh takdir yang menyadarkan Daniel bahwa untuk kali ini ia tak mau lagi kehilangan Karina. Bahwa Ia harus jujur akan perasaannya pada Karina.
Hubungan yang diawali tanpa sengaja. Kehamilan yang tak terduga. Menumbuhkan perasaan yang tak terdefinisikan di antara Karina dan Daniel. Cinta memang tidak membutuhkan alasan. Karena ketika ada seribu alasan agar cinta itu tumbuh maka akan ada pula seribu alasan ketika cinta itu hilang.
Membaca novel ini, seperti membaca sebagian kisahku. Air mata tak hentinya luruh ketika merekam kata demi kata ke dalam memori otakku. Karina beruntung karena memiliki Daniel yang bersedia bertanggung jawab dan menerima anaknya dengan ikhlas. Mungkin aku tak seberuntung Karina. Tapi satu hal yang kusadari sejak awal bahwa aku sama sekali tak pernah berniat membuang apa yang telah diberikan padaku. Dengan atau tanpa laki-laki di sampingku. Mungkin Karina berpikir ulang terus untuk dapat menerima janin dalam tubuhnya. Tapi aku, di detik aku tahu Dia ada detik yang sama aku ikhlas menerimanya meskipun aku tahu aku hanya akan berjalan seorang diri.
Baby Proposal, membuatku sekali lagi percaya bahwa suatu hari kebahagiaan akan datang di hidupku dengan cara yang indah dan waktu yang tepat. Dan cinta memang tak membutuhkan alasan, sama halnya cintaku dan penerimaanku terhadap kehadiran Langit.
:-)       

*) gambar diunduh dari www.gagasmedia.net 

Usai Bertambah Usia

Detik-detik pertambahan usia itu telah berlalu. Banyak doa dan harapan yang meluncur dari mereka yang mengenalku. Tapi malam pertambahan usia itu aku memilih tak panjatkan doa atau harapan. Tak satupun. Karena jujur aku lelah berharap. Karena aku lelah mendapati kenyataan harapanku tak terlaksana. Aku kini hanya ingin menjalani apa ya ada. Let Everything go with the Flow....
Tujuan hidupku sekarang hanya satu, aku hanya ingin melihat senyum di wajah orang-orang di sekitarku. Hanya sesederhana itu. Membuat mereka semua tersenyum karena keberadaanku. Aku ingin berarti bagi mereka dengan cara apapun. Semua itu kulakukan karena tak lagi bisa kuharap senyum itu mengembang di wajahku. Kebahagiaanku dan senyumku telah berakhir. Sekarang bahagiaku, senyumku, asaku ada pada mereka.
Bahagiaku kini jika melihat mereka bahagia. Senyumku kini jika melihat mereka tersenyum. Asaku kini jika mengetahui asa mereka terwujud. Sesederhana itu. Aku harus kuat. Aku harus bertahan. Aku harus terus berjuang. Untuk Mereka. Untuk Kami. Untuk Aku....

*) gambar diunduh dari gpkasihsetia.blogspot.com (google)

Sunday, November 22, 2009

Menantimu di Stasiun Gubeng Pagi Ini

Ku berjalan tertatih dalam hening subuh itu
Mencoba kembali merajut asa yang sempat padam
Asa tuk sejenak dapat memelukmu dalam damai
Asa tuk sejenak merasakan kembali apa yang tlah hilang

Stasiun ini masih sama
     sperti saat-saat yang telah lewat
Masih ada bangku-bangku yang dulu pernah diisi oleh dua jiwa
     dengan pendar bahagia yang begitu tenang
Kini bangku itu kosong
     hanya ada aku di sini menunggu
Menunggu keretaku
Menunggumu
Menunggu asaku terwujud

Dan aku masih di sini
     duduk di bangku ini
Dan tetap menunggumu dengan secuil asa
     bahwa kau kan datang

Datang tuk wujudkan pinta terakhirku
Datang tuk sedikit terang dalam gelapnya duniaku
Datang tuk suguhkan senyum di wajah muramku
Datang tuk sejenak menggenggam tanganku
      dan menuntunku dalam bahagia
Datang...
Hanya menunggu tuk datang
Hanya itu...

Tapi kau tak pernah datang
Hingga Keretaku pun berlalu

Berlalu membawa pergi asaku bersamanya
      dan kini semua tlah berakhir


Pijar Lilin


Setiap jiwa yang hidup dan berirama
     laksana pendar lilin
Pendar yang lagi tak lagi terang pada lilin jiwaku
Pendar yang sempat padam
Dan kini ku coba nyalakan kembali
     dengan serpihan-serpihan jiwa yang tersisa
Lilin itu kini berpendar lemah
Berusaha untuk tetap berpijar meskipun tak terang
Hanya pijar sebuah lilin yang jadi penerang
     langkahku kemudian
Tapi sungguh ku tertatih tuk membuat nyalanya tetap ada
Tak apa hanya redup asal tak lantas mati
Tanganku ini sendiri tak mampu menjaga pijarnya
Tolong bantu aku tuk jaga pijar lilin ini

Lilinku ini...Jiwaku ini
Kutahu tak sekokoh dahulu, namun ku bertahan
Bertahan tuk tetap jaga pijar lilin nih tuk terus berpendar
terangi alam
terangi jalanku
terangi kehidupan sekelilingku

Saturday, November 21, 2009

Dingin

lava dalam tubuhku seketika beku
saat mata itu menelusuk ke inti jiwanya
beku tak dapat menggelegak
karena mata itu begitu menusukku
tajam hingga tak ada sisa kehangatan di dalamnya
begitu dingin membuatku resah
begitu dingin membuatku tak bersuara
begitu dingin membuatku terpaku


Pijar Lentera Keempat Kemudian Padam





Pijar lentera-lentera itu pernah sangat terang

Lentera pertama membawa kisah baru tentang cinta
Lentera kedua membawa kisah tentang pengertian
Lentera ketiga membawa kisah tentang kepercayaan
Lentera keempat membawa kisah tentang kesetiaan

Namun keempat lentera itu telah lelah berpijar
Krna pijar itu telah padam
Tanpa ada satu cahayapun berpendar
Tak lagi ada kesetiaan, kepercayaan, pengertian,
       dan kemudian memupus cinta

Lentera-lentera itu kini telah padam
Tak ada satu asapun
       yang dapat nyalakannya kembali
Semua sirna
Semua sia-sia

Aku dan Kamu di Tengah Deras Hujan

ketika penat itu telah begitu melesak di dada dan kepala
sungguh tak kutemukan kata yang paling tepat tuk ungkapkan semua
lantas kutemukan kau berdiri di sana dengan senyum yang masih sama
      tapi mungkin dengan arti dan tafsir yang beda
kutemukan lentera asa yang mulai redup

kita berjalan dalam diam di tengah keriuhan manusia
      yang mengepung ketenangan kita
kita berjalan menuju nadir ketenangan

deras hujan yang menampar-nampar tubuhtubuh di bumi
telah menyambut kita
menemani perbincangan kita yang tlah terputus sekian lama

Monday, November 16, 2009

LAGI

Ia muncul
Matanya...
Bibirnya...
Rambutnya...
Hidungnya...
Tubuhnya...
Masih serupa
Sekali lagi ia membayangi lalu hidupku
Serupa, tapi begitu asing
Siapa itu, mungkin apa?
Mengapa?
Ia muncul lagi
Prang...
Cetek...
Ku takut berhadapan dengannya
Sudah cukup !!!

Tentang Laki-laki yang Dulu Kupanggil Kekasih

sungguh aku bingung apa yang harus kutuliskan di layar ini...
kuingin berkisah tentang laki-laki yang dulu kupanggil Kekasih
tapi kata-kataku yang tersimpan di memoriku lantas membeku
bibirku kelu, jari-jariku tak mampu menekan tuts-tuts ini
aku kehilangan kata-kata
yang tertinggal adalah rasa
Aa'... laki-laki yang dulu kupanggil kekasih
sungguh entah apa yang harus kukatakan tentangmu
aku pernah sangat bahagia denganmu, bertahun rasa itu tumbuh dan mengakar
namun seketika semua berubah jadi luka dan airmata
aku yakin aku bukan lagi yang terkasih buatmu
tapi sejauh yang aku tahu dan aku rasakan
Aa' kau masih jadi yang terkasih buatku, meskipun tak lagi bisa kupanggil Kekasih
Sungguh entah apa lagi yang bisa kukisahkan tentangmu...
seperti Yin Yang, kamu memberikan semuanya padaku bahagia dan tangis...
Aa', laki-laki yang dulu kupanggil Kekasih
Aku yakin kamu pun tahu apa yang membuat aku kan slalu terikat pada bayangan masa lalu kita...
Kau tahu alasannya dengan baik
Cinta itu masih ada A'...meskipun bercampur tangis dan luka yang menanah
Aku sangat tahu bahwa format pertalian kita telah berubah...
Tapi aku sungguh masih dapat memelihara rasa itu, demi Langit

Mungkin aku bodoh menulis ini semua, karena aku tak menemukan saat dan alasan yang tepat
tuk sampaikan semua ini padamu
Kamu, laki-laki yang dulu kupanggil Kekasih, akan selalu menjadi terkasih
Karna kau tlah meninggalkan bagian darimu di hidupku
hingga maut menjemput
kan slalu ada Langit yang mempertalikan kita
Kau akui dan sadari atau tidak

:-) Si Mi Amor de Azul el Cielo 

Saturday, November 14, 2009

Kalau 2012 Memang KIAMAT, lantas???

Beberapa minggu terakhir di televisi, internet, dan orang-orang di luar sana pada ribut tentang isu tahun 2012. Tahun di mana katanya akan terjadi KIAMAT. Program-program GOSIP yang tadinya nayangin muka-muka artis pada berlomba nayangin "analisis" tentang kiamat. Banyak yang dijadiin narasumber, mulai dari ilmuwan, kyai, artisnya sendiri, anak-anak Indigo, ampe paranormal sekelas Mama Lauren. Tadinya aku nggak pengin ambil pusing ama semua pemberitaan itu. Karena menurut keyakinanku yang namanya KIAMAT tuh nggak ada yang bakal tahu selain Allah Tuhan Semesta Alam. Jadi manusia sesuper apapun nggak akan ada yang bisa memprediksi kapan tepatnya kiamat itu datang. Tapi aku tetep percaya Someday, That Day is Exist....
Aku yang tadinya masa bodo ama semua pemberitaan itu lama-lama juga ikut merhatiin. Gimana nggak lah tiap kali di rumah dan muncul acara begituan, orang rumah especially my Mom selalu mantengin TV ampe kelar. Dan mau nggak mau aku juga ikut lihat. And You Know What, That Pictures really make me scared... Editor tayangan itu pinter banget motong-motong gambar filmnya, kadang nyuplik film-film Hollywood seputaran kiamat like Independent Day, Deep Impact, The Day After Tommorow, dan yang paling gress film 2012, selain itu juga ditambal dengan cuplikan bencana-bencana di Indonesia, peristiwa-peristiwa aneh dll.... Sumpah, aku yang tadinya cool aja gitu denger isu kiamat jadi jiper sekarang.
Tapi kemudian aku mikir, serius nih sampe kepikiran aku, kenapa belakangan ini orang pada ribet gitu ngurusin kiamat? ada apa? trus kenapa musti tahun 2012 yang mereka pilih jadi bahan analisis? Dan pertanyaan-pertanyaan bodoh yang sok pinter lainnya.
Katanya semua berawal dari ramalan suku Maya, suku yang katanya paling cerdas dalam hal ramalan bahkan bisa sampai meramalkan kehancuran bangsanya sendiri, yang menyatakan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi kehancuran besar atas dunia. Dan di sinilah akhir dari dunia ini. Tapi kenapa baru ribet sekarang gitu, kalau ternyata ramalan ini udah ada dari dulu. Trus setelah itu aku tahu kalo everythings about 2012 waktu yang disangkakan kiamat oleh suku Maya itu telah dibukukan dan filmnya yang buatan Hollywood juga akan segera diputar dengan judul 2012. Nah loh... kok berasanya jadi isu ini semua cuma spekulasi dan mainannya orang-orang Hollywood biar filmnya laris manis kayak kacang rebus. Emang jatuhnya aku jadi penasaran sih pengen nonton filmnya, cuma kok ya sempet gitu di tengah "kepanikan" umat manusia ada yang enjoy gitu bikin film. Semua sibuk dan panik bahkan NASA, lembaga antariksa paling keren sejagat ikutan panik. NASA dalam situs resmi http://www.nasa.gov/topics/earth/features/2012.html yang dibuat khusus untuk membantah semua isu ini. NASA menyatakan tidak ada benda langit satupun yang mengancam bumi dan memusnahkannya seperti pada zaman DINO dulu. Waduh-waduh tambah ribet kayaknya.
Trus sekarang pertanyaannya, kalau memang 2012 itu benar-benar kiamat, lantas kenapa? Semua orang juga tahu suatu saat kiamat pasti akan datang. Pun sama halnya dengan takdir kematian manusia. Bukankah yang harusnya kita pikirkan adalah bagaimana mempersiapkan diri kita. Membekali diri kita dengan timbangan kebaikan yang lebih berat. Wuah sok bijak nih... I loved to say it. Aku, sungguh benar-benar tidak menyoalkan kapan kiamat itu akan datang, mau 2012, 2011, atau bahkan besok sekalipun. Karena buatku semua akan sama saja.
Yang penting buatku sekarang adalah bagaimana aku bisa membuat diriku sendiri dan orang-orang yang ada di sekelilingku tersenyum saat waktunya tiba. Karena menghadapi maut, kematian, dan kiamat dengan senyum adalah cara yang paling indah. Karena yang kuyakini semua itu hanya sebuah prosesi. Prosesi untuk memisahkan dengan apa yang telah ada dengan apa yang akan ada. Menyambut segalanya dengan senyum...Can You Imagine That????

Thursday, November 12, 2009

Ingin Bertemu The Yes Man???

YES MAN~Another Jim Carrey's Movie... Film-film Jim Carrey selalu menarik untuk dinanti. Termasuk Yes Man. Ide film ini cukup unik, bagaimana ketika seseorang dihadapkan pada situasi ia harus berkata YA pada semua kesempatan yang datang padanya. Heum... cukup susah, apalagi jika yang melakukannya adalah seseorang yang memiliki kepribadian introvert seperti Carl Allen, tokoh yang diperankan Jim Carrey.
Carl memiliki kepribadian introvert, terlebih setelah ia bercerai dengan istrinya. Ia selalu menghindar jika diajak hang out oleh sahabat-sahabatnya, ia lebih memilih nonton DVD di apartemennya. Ia selalu menolak aplikasi kredit (Carl bekerja di Bank) yang masuk ke mejanya. Ia juga selalu menolak pada setiap kesempatan yang datang padanya.
Sampai pada satu titik ia merasa hampa. Dan kemudian ia bertemu dengan teman lamanya yang mengajaknya ke seminar YES. Seminar itu mengkampanyekan YES untuk semua kesempatan yang lewat dalam hidup kita. Dalam seminar itu Carl terpaksa berkomitmen dengan Terrence "Sang Guru" untuk selalu berkata YA. Jika tidak maka Carl akan mendapatkan musibah.
Petualangan Carl dimulai. Hidupnya mulai terbuka. Carl mencoba hal-hal baru, kongkow ama sobat-sobatnya, bertemu dengan perempuan yang menarik hatinya, hingga disangka teroris. Semua pengalaman baru itu membuat Carl tersadar bahwa banyak hal yang terlewat dalam hidupnya. Sampai pada satu titik Carl sadar ia tak seharusnya berkata YA pada semua hal. Ia berhak berkata tidak jika tidak sesuai dengan hati nurani dan kehendaknya. Tapi satu hal yang harus ia lakukan adalah mencoba membuka diri terhadap segala kemungkinan.

Film ini menggugah pikiran nakal saya. Andaikan saya bertemu dengan My Yes Man. Yang akan mengamini setiap yang saya inginkan. Hahahahahaha Ngarep banget sih.... Tapi actually aku pernah bertemu dengan laki-laki yang seperti ini. Ia selalu menuruti apa yang aku inginkan. Menemani kemana aku pergi, berkata ya pada semua yang aku mau dan minta... Yang pada akhirnya aku sadar bahwa itu semua mungkin tidak sepenuhnya ia lakukan karena dia inginkan. Tapi ada rasa terpaksa dan nggak enak nolak permintaanku.  Pada akhirnya ia terus membohongi diri sendiri dan ini adalah benih ketidakjujuran.
Nggak enak juga sih kalo kita berhubungan dengan seseorang yang hanya mbeo dan mbebek apalagi dengan terpaksa. Mungkin memang menyakitkan kalau pasangan kita menolak yang kita mau dan berbeda pendapat dengan kita di awal. Tapi akan lebih menyakitkan kalau sebuah hubungan terus-terusan dijalani dengan ketidakjujuran.
Kalau sudah begini, apa aku masih mau bertemu dengan My Yes Man? Ya... aku masih mau bertemu dengan My Yes Man. Tapi saat ia berkata YA itu benar-benar harus karena ia menginginkannya. Tidak dengan terpaksa. Tidak dengan kebohongan. Heum....So...Are You My Yes Man?????  hhehehehehehe

Ukiran Sebuah Pertemuan

kutemukan ketulusan dalam dekapmu
kutemukan perlindungan dalam genggaman tanganmu
kutemukan cinta dalam matamu
kutemukan damai dalam belaimu
kutemukan wajahmu dalam langkah esokku
    'kita berbeda dalam semua tapi tidak dalam cinta' itu kata Gie
jangan pernah lelah tuk terus yakinkanku
bahwa akulah bintang dalam langitmu

jejak kata ini terukir beberapa tahun lampau...
dan aku percaya semua kini telah berubah
kau, langitku, tlah lelah yakinkanku...
waktu mungkin tlah mengikis semua, krna bintang tak slalu bersama langit
krna langit tak hanya miliki satu bintang....
jejak kata ini terukir beberapa tahun lampau...
tapi kau lupa, 
kita tlah mengukir kisah kita pada batu pualam
    dengan peluh, airmata, dan doa
ukiran ini takkan mudah hilang sperti jejak di atas pasir pantai
batu pualam ini kan slalu tersimpan
    di kaki langit
    di ujung senja
    di tepi adzan
dibalur untaian doaku, yang slalu tertuju pada langitku


Jika Cinta

Jika cinta adalah persahabatan maka inilah cinta
Jika cinta adalah kepercayaan maka inilah cinta
Jika cinta adalah kasih sayang maka inilah cinta
Jika cinta adalah pengorbanan maka inilah cinta
Jika cinta adalah airmata maka inilah cinta
Jika cinta adalah kesetiaan maka inilah cinta
Bukankah CINTA adalah rasa saat kita melihat orang yang kita cintai
        dengan atau tanpa kita

Tuesday, November 10, 2009

Menanti Gerimis dan Hujan

Sudah sejak lama aku tak bertemu dengan hujan dan gerimis, bahkan mendung pun tidak. 
Namun semalam aku mendengar suara air hujan yang berjatuhan di tanah dan gemuruh di langit. Sayangnya aku terlalu lelah dan enggan meninggalkan lelap tidurku. 
Hari ini lagi-lagi aku mendengar suara gemuruh dari kaki langit. Akankah kali ini aku bertemu hujan di tepi senja. Aku benar-benar rindu pada hujan. Jiwaku telah lama kering. 
Kali ini kunanti hujan dan gerimis seorang diri.... 
Aku benar-benar rindu pada gerimis yang menyejukkan hatiku... 




Bukan Aborsi Solusinya....

Beberapa waktu lalu, saya menemukan film Juno di rak film penyewaan VCD. Saya begitu tertarik melihat cover VCD tersebut sebelum saya pada akhirnya membaca resume ceritanya. Cover film itu memperlihatkan seorang remaja perempuan muda dengan perut membuncit karena hamil dan juga seorang remaja laki-laki. Saya segera mengambil film tersebut dan pada akhirnya menemani saya menghabiskan malam saat itu.
Juno, kisah seorang gadis remaja yang tumbuh di tengah keluarga yang kedua orang tuanya bercerai dan masing-masing telah memiliki keluarga lagi. Akhirnya, Juno tinggal dengan ayah dan ibu tirinya. Juno memang tergolong gadis muda yang sedikit liar. Ia siswa dari

Sunday, November 08, 2009

Sejenak Bercerita Tentang skripsi

SKRIPSI... Tujuh huruf yang berarti segalanya...
Kupikir dulu, mengerjakan skripsi akan semudah aku mengerjakan makalah, laporan penelitian, dan tugas-tugas saat kuliah dulu. Tapi entah mengapa, sejak jeda beberapa waktu dari dunia perkuliahan untuk bekerja dan pada akhirnya memulai lagi untuk menulis skripsi. Semua jadi terasa BERAT. Semua jadi terasa asing dan memulai lagi dari nol. Membaca kembali teori-teori yang dahulu pernah dipelajari. Yang semua seakan menguap seiring bertambahnya beban yang harus kupikirkan dari hari ke hari.
Mungkin karena aku tidak sepenuhnya fokus pada skripsi. Karena sudah banyak "racun" yang berseliweran di kepalaku. Aku memang adalah manusia yang selalu kesulitan jika harus fokus di satu hal ketika di saat yang bersamaan ada banyak urusan dan masalah yang harus dipikirkan.

Tapi Kawan....SKRIPSI bagaimanapun adalah HARGA MATI kalau aku mau melanjutkan semua cita-citaku. Salah satu cita-citaku adalah membuat orang tuaku bahagia ketika bersanding dengan anaknya yang memakai toga. Dan itu semua akan terjadi jika SKRIPSI ini kelar. Dan itu adalah hal yang sangat sulit kulakukan sekarang ini. Mau tahu buktinya.... Nah sekarang aja nih aku bisa leluasa nulis di blog padahal di saat bersamaan deadline skripsi ku tuh besok untuk maju lagi ke dosen.
Hufh.... Entah apa yang harus kulakukan agar aku bisa fun menulis skripsi seperti aku nulis di blog or nulis cerpen di Microsoft Word. Satu hal yang pasti, aku tahu target aku lulus semester ini. Dan deadline skripsi awal Desember...So...What Should I Do...coba?????
Oh Tuhan yang Maha OK...tolong buat aku OK OK saja menyelesaikan SKRIPSI ini dan berikan aku PASSION aku untuk menuntaskannya secepatnya....
:-)

Saturday, November 07, 2009

Azalea Jingga, Kehidupan Poligami Perempuan Yahudi

Isu poligami selalu menimbulkan perdebatan klasik. Perdebatan tentang patut atau tidaknya pernikahan macam ini dilakukan. Namun, meskipun kontroversi selalu mengiringi hadirnya isu ini, para pelakunya selalu memiliki alasan pembenar pada pilihan mereka untuk berpoligami. Sebagian menggunakan dalil agama sebagai tameng. Namun sebagian lainnya mencoba untuk jujur dengan alasan yang murni manusiawi, hasrat.
Banyak seniman yang mencoba menghadirkan poligami sebagai ide penciptaan karya. Dari jajaran dunia perfilman, terdapat karya Hanung Bramantyo dalam film Ayat-Ayat Cinta yang juga merupakan adaptasi novel berjudul sama karya Habiburrahman el Shirazy yang kental akan nuansa islami dan juga menyelipkan ide poligami. Selain itu juga ada film Berbagi Suami karya Nia Dinata, yang kentara sekali memuat ide poligami dari sisi perempuan. 
Dalam ranah karya sastra, terdapat judul Azalea Jingga karya Naning Pranoto. Novel ini tidak hanya menyuguhkan poligami sebagai sentral isu. Tetapi juga latar kultur yang berbeda dalam sebuah pernikahan. Azalea Polansky, perempuan berkebangsaan Australia beragama Yahudi tertarik secara emosional kepada Pejuang muda, yang terbuang dari tanah airnya, berasal dari tanah Jawa bernama Bimo Satriodi Reksoprodjo. Keduanya kemudian menikah dan tinggal di Indonesia.
Perjalanan waktu, membuat jiwa heroisme dan idealisme Bimo terkikis. Yang muncul kemudian adalah sikap materialistis dan keinginan berkuasa. Selain itu Bimo mulai membagi cintanya untuk perempuan lain. Cinta masa lalu Bimo muncul, dan membuatnya memutuskan untuk menduakan Zaza (panggilan Azalea). Atas keputusan Bimo itu, Zaza memilih untuk jalan di jalannya. Ia mulai membatasi hubungan dengan Bimo. Terutama hubungan suami istri. Ia merasa jijik melakukannya dengan Bimo, mengingat Bimo melakukan hal yang sama dengan perempuan lain. Sikap defensif Zaza berlanjut hingga mereka tua dan anak-anaknya beranjak dewasa.
Kehidupan mereka berlangsung tidak sehat. Masing-masing individu dalam pernikahan itu merasa tersakiti. Hanya istri kedua Bimo yang mungkin berbahagia karena mendapat tularan harta dan kekayaan. Tapi itu juga tidak sepenuhnya ia dapatkan, ia juga merasa tertekan karena ketakutan jika sewaktu-waktu Bimo mencabut hak-haknya dan juga anaknya. Jadi tidak ada yang sepenuhnya bahagia dalam pernikahan poligami itu.
Novel ini menunjukkan sisi negatif pernikahan poligami. Dalam setiap pilihan keputusan untuk melakukan poligami, pihak yang paling dirugikan adalah perempuan. Dalih apapun tidak akan mampun menutupi kenyataan tersebut. Perempuan harus dapat menunjukkan sikapnya untuk tidak begitu saja tunduk dengan apa yang dinamakan takdir.
Penolakan terhadap poligami bukan hanya masalah perempuan yang sok memperjuangkan kesetaraan gender. Atau salah satu gerakan feminis. Tapi lebih pada upaya menyadarkan perempuan bahwa dalam kehidupan pernikahan mereka berhak untuk menentukan nasibnya. Termasuk sikap untuk menolak dipoligami.
Perlu dikaji lebih dalam lagi jika para pelaku menggunakan dalih agama. Jangan sampai penafsiran kita yang minor terhadap Ayat Ayat Tuhan, membuat kita semena-mena menggunakan dalil agama tersebut. Hanya untuk menghalalkan hasrat manusiawi yang sangat individualistik.

Judul Buku     : Azalea Jingga
Penulis            : Naning Pranoto
Penerbit/Edisi : Grasindo, pertama 2005
Tebal               : 245 halaman

*) gambar diunduh dari www.rayakultura.net by google


   

Friday, November 06, 2009

ada untuk menghilang

senja yang ku lukis di langitmu
semakin luruh
ketika kau hadirkan gemintang yang gemerlap
dalam kelam
namun senja itu akan selalu hadir
di tepi adzan meskipun hanya sesaat

senjaku akan selalu jadi kisah
dalam kisikisi langitmu

hadir sesaat untuk kemudian menghilang
tapi kan selalu ada

Berkawan dengan Musibah

Hemh tanggal 3 November kemarin aku akhirnya merasakan kecelakaan lagi setelah kurang lebih 6 bulan lebih gak kecelakaan. Tapi kemarin aku dapet bonus, sehari aku kecelakaan dua kali dengan sebab yang sama. Black Out beberapa detik buat aku tersungkur di aspal 2 kali di hari yang sama. Hari yang luar biasa berat...
Sesungguhnya selama hidupku memang aku telah lama berkawan dengan musibah, kelakar yang selalu aku keluarkan saat lagi-lagi mengalami kecelakaan atau sakit. Rawat inap di rumah sakit atau rawat jalan di rumah sudah jadi menu rutin buatku. heheheheh. Tapi untuk yang kali ini sungguh benar-benar cobaan musibah yang maha dahsyat buatku. Dan ini benar-benar menahbiskanku bahwa aku benar-benar berkawan dengan musibah.   
Bukan bermaksud untuk mengeluh sekarang. Karena sekarang keluhan tak memberikan solusi apapun padaku. Aku bersyukur karena aku mampu melindungi dan menyelamatkan sesuatu yang berharga dalam diriku. Luka-luka dan memar di sekujur tubuhku sungguh tak sebanding dengan keberadaan Langit yang masih bisa selamat. Sakit ini seketika hilang. Inikah makna sebenarnya pengorbanan seorang Ibu yang rela mengorbankan nyawanya demi melindungi buah hatinya.
Hemh... Lepas dari semuanya sungguh sekarang aku hanya bersyukur karena aku masih bertahan hingga sekarang. Melewati semua musibah dan cobaan dan masih bersyukur di akhirnya merupakan langkah besar yang sudah kulakukan. Karena selama ini, aku begitu banyak bertanya, meratap, menggugat, tidak berterima atas apa yang aku alami. Setiap derita dan cobaan yang kuterima aku selalu menyalahkan apa-apa yang di luarku. Merasa semua tak adil. Tapi lantas aku mulai tercerahkan, karena dengan semua yang kulakukan itu aku tak dapatkan apapun selain makin terpuruk dan mungkin tangis.
Aku sendiri sekarang, ya itu benar. Dan semua beban harus kuhadapi seorang diri. Kini aku belajar untuk mensyukuri setiap apa yang datang padaku, baik ataupun buruk. Menerimanya dengan senyum dan melepasnya dengan ikhlas. Tidak mudah. Siapa sih yang mampu ikhlas menerima musibah dan cobaan yang datang dengan senyum yang tulus. Tapi itu semua harus diusahakan, kalau tidak mau dikatakan aku belajar untuk itu semua.
Rumus ikhlas dan senyum dalam menerima setiap ujian, musibah, dan cobaan rupanya memberikan penyembuhan yang luar biasa. Sampai detik ini aku berusaha ikhlas dan mensyukuri semua yang kuterima. Berkawan dengan musibah, sekarang bukan hanya kelakar buatku. Kata-kata itu merupakan cambuk buatku untuk selalu mensyukuri setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupku. Memaknai setiap peristiwa itu dengan lebih baik....        
 

Tuesday, November 03, 2009

Ikutan Nimbrung Soal Cicak dan Buaya


Akhir-akhir ini tayangan berita televisi sedang penuh dengan perseteruan Buaya vs Cicak. Awal-awal dulu aku bingung apaan sih nih cicak, buaya, mang ada migrasi besar-besaran kedua hewan itu ke Jakarta kah???? Tapi kemudian aku mengerti bahwa ini adalah analogi yang digunakan untuk menggambarkan perseteruan KPK vs Polri. Tapi kenapa sih pake analogi cicak dan buaya. Kenapa nggak Gorrila, Kingkong, Macan, Naga, Godzillla n etc... Ternyata tuh analogi cicak dan buaya yang mencetuskan Kabareskrim Polri Susno Duadji...Hya... kayaknya tuh orang nilai semiotiknya ancur deh, bikin analogi nggak pas banget. Kalo belakangan Kapolri Pak Bambang minta maaf dengan penggunaan istilah buaya dan cicak yang digunakan anak buahnya. Dan ia meminta media tidak menggunakan istilah itu.
Heheheh...Pak Bambang kemana aja selama ini... Tuh istilah dah mendarah daging di media n otak penduduk Indonesia. Bahkan kemarin demonstrasi di Bunderan HI Jakarta mendeklarasikan CICAK (Cinta Indonesia Cinta KPK) Hah... Jangan gara-gara Presiden udah turun tangan dalam kasus ini, semua lantas panik, proses evaluasi di interen Polri dipercepat, dan minta maaf atas kesalahan anak buahnya...(eh kok aku jadi emosi gini, sabar sabar sabar)
Uhm...ini bukan perkara aku ada di barisan pembela Bibit dan Candra. Karena jujur saja aku nggak tahu mereka beneran salah pa bener. Aku cuma nggak pengen aja kerja pemberantasan korupsi jadi terbengkalai karena sekarang semua orang sedang meributkan perseteruan yang menurutku kekanak-kanakan. Perseteruan yang bikin semua orang emosi dan terjebak dalam usaha dukung mendukung. Kalau gini nggak ada yang bakal menang...Oh ada ding tuh koruptor-koruptor a.k.a. tikus (aku ikutan pake analogi ah) yang bakal tertawa-tawa karena mereka bebas dari pantauan.
Mau Lo Cicak, Buaya, Semut, Gajah, Kecebong, Ulet bulu apa aja deh...bukannya yang lebih penting memperkarakan tuh tikus-tikus. Kalo aku mah, milih jadi manusia aja deh. It's enough for me. Biar mereka aja pada bengkerengan, kalo aku mah nulis aja. Nulis Nulis Nulis Nulis... Bersuara lewat tulisan....    

Monday, November 02, 2009

Hanya Sebuah Tulisan

Ini bukan puisi
Bukan pula cerpen apalagi novel
Lantas apa? tanyamu padaku
Ya...hanya sebuah tulisan
Sekali lagi kamu bertanya...
Untuk apa kau bersusah membuat tulisan ini
Aku tercenung kemudian
Iya...ya... 'tuk apa aku menulis
Ah ya... kalian tahu 'tuk apa aku menulis
Aku menulis karna ku bingung mau apa aku ini
Aku menulis karena ku begitu lelah hari ini
Aku menulis karna aku begitu bosan hari ini
Aku menulis karna ku begitu kedinginan malam ini

Tapi yang terpenting

Aku menulis karna aku begitu jauh dari sang terkasih
Aku menulis karna aku begitu rindu pada sang terkasih
Aku Rindu                                                                                                         Padamu
Kata orang, rindu berat karena cinta itu menyakitkan, benarkah?
Mungkin saja
Kamu tahu kerinduan macam apa yang aku rasa
Jauhkan manusia pada udara dan air, itulah rindu
                                                                                                     Rindu yang jadi candu
Kapan rindu itu usai, tanyamu lagi
Sekali lagi kutekankan                                                                                                  
Ini bukan puisi
Bukan pula cerpen apalagi novel
ini hanya sebuah tulisan



Pay It Forward - MLM Kebaikan Ubah Dunia

Pernah dengar ungkapan "Kita bisa mengubah dunia dengan sesuatu yang sederhana" mungkin hal ini juga yang mendasari penulisan Pay It Forward karya Catherine Ryan Hyde yang kemudian juga difilmkan dengan judul yang sama. Saya telah menuntaskan buku dan filmnya beberapa tahun lampau bahkan sempat mengulang beberapa kali setelahnya. Namun saya tergelitik untuk menuliskan sekarang karena saya baru saja mendapatkan cuhatan seorang teman mengenai masalah yang dihadapinya.
Teman saya itu beberapa hari lalu saya chatting dengan teman yang sudah beberapa lama tidak bertemu, dengan diawali emoticon cry dia cerita kalau dia baru saja tertipu. Ia telah setahun ini bergabung dengan MLM yang berkedok arisan motor (MLM ini juga yang pernah ia tawarkan dulu pada saya, tapi dengan alasan saya tidak suka berbisnis MLM, maka saya tolak). Ia telah menjadi koordinator arisan dengan beberapa puluh member downline. Tugasnya sebagai koordinator hanyalah sebagai collector dana, yang kemudian akan disetorkan kepada manajer arisan. Pertengahan bulan awal, semua lancar karena semua pemenang arisan mendapatkan motornya, pembayaran arisan pun tidak mengalami penundaan yang berarti. Menurut teman saya, masalah mulai muncul beberapa bulan lalu. Saat sang manajer mulai susah dihubungi, dan kemudian menghilang. Hilangnya sang manajer membuat teman saya panik, karena ia harus segera memberikan motor kepada pemenang arisan. Ketika motor tak juga diberikan, kepanikan itu menular juga kepada member downline teman saya. Teman saya stres karena tekanan yang diberikan semua downline membernya yang meminta uang mereka kembali. Fiuh...kasus ini sekarang masih ditangani polisi dan sang manajer pun masih buron. Hemh.... meskipun teman saya ini tidak berada pada posisi harus mengganti semua uang tersebut, tapi ia juga terbebani, karena dialah yang mengumpulkan uang-uang tersebut.
Kasus-kasus macam ini sudah marak tahun-tahun belakangan ini. Arisan berbagai jenis dengan sistem MLM memang cenderung diminati oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Contohnya arisan motor teman saya, banyak membernya karena mereka berfikir arisan ini menguntungkan, bisa dapat motor dengan sistem cicil arisan. Namun resikonya juga besar, apalagi kalo apes dapat manajer arisan yang "nakal". Bukannya dapat motor malah uang melayang.
Tidak semua MLM di Indonesia (bahkan dunia) yang berujung penipuan, ada juga sebagian yang memang murni menawarkan bisnis dan keuntungan. Saya tidak akan banyak membahas tentang apa dan bagaimana bisnis MLM ini dijalankan di Indonesia. Tapi, satu hal yang menarik dan saya pikir berkaitan dengan buku dan film yang saya "baca", Pay it Forward.
Dalam Pay it Forward, Trevor McKinney (Haley Joel Osment) mendapatkan tugas dari gurunya di kelas sosial, Eugene Simonet (Kevin Spacey). Trevor membuat sebuah proyek sosial dengan menggunakan  nama  "pay it forward" kalau istilah saya sih "Jejaring Pohon Kebaikan" (hehehehe). Proyek ini dimulai dengan 1 orang akan berbuat kebaikan ke 3 orang lain, untuk membalas kebaikan itu, orang yang dibantu harus melakukan kebaikan ke 3 orang lainnya. Begitu seterusnya sehingga membentuk jejaring pohon kebaikan. Trevor yang mengira proyeknya ini gagal, karena ia merasa gagal membantu orang-orang di sekitarnya, mulai dari membantu tuna wisma bernama Jerry dengan memberinya makan, pakaian, dan tempat menginap. Trevor berharap Jerry dapat membantu 3 orang lainnya tapi ternyata Jerry kembali ke tabiat semulanya sebagai junkies. Trevor juga membantu Ibunya dengan mengenalkannya dengan Eugene dan berharap mereka menjadi pasangan. Tapi ternyata harapan itu pupus ketika ayah Jerry yang pemabuk kembali. Begitulah, satu persatu terjadi dan Trevor merasa proyeknya akan gagal. Tapi tanpa sepengetahuan Trevor proyek Pay it Forward telah jauh melanglang buana dan mengubah dunia tidak hanya di kotanya tapi jauh di luar itu.
Pay it Forward menurut saya adalah salah satu bentuk dari praktek MLM, dalam hal ini MLM Kebaikan. Seseorang yang mampu memberikan kebaikan pada orang lain dalam bentuk apapun dan mampu merubah hidup orang lain. Dan jika "virus" itu menular ke orang lain, maka ini akan menjadi kebaikan yang menggejala. Bayangkan saja jika seperempat saja dari jumlah penduduk Indonesia melakukan pay it forward, maka tidak akan ada kasus kelaparan, kemiskinan, pengangguran, dll di Indonesia.
Mungkinkah itu? Semua bermula dari ide kecil kan? Semua juga dimulai dari sendiri. pay it forward sebuah ide sederhana untuk merubah dunia. Sebuah sistem MLM kebaikan yang pasti tidak akan menimbulkan kabar buruk seperti MLM yang diikuti teman saya. Pay it Forward... apakah mungkin gerakan semacam ini dilakukan di Indonesia...
:-)        

*) Gambar ini diunduh dari www.imdb.com

Saturday, October 31, 2009

Tentang Sebuah Pilihan

Pilihan dan memilih bagiku adalah sebuah perkara rumit. Karena hal tersebut tidak hanya berhenti pada "proses menentukan pilihan" tapi sampai pada pertanggungajawaban yang menyertai pengambilan keputusan. Terkadang aku bertanya-tanya sendiri jika memang takdir kita telah tersurat sejak kita terlahir, lantas mengapa kita masih dirumitkan dengan pilihan-pilihan dalam hidup. Tapi, lantas aku tersadar bahwa hidup takkan terlepas pada sebuah pilihan-pilhan.
Dan aku tersudut dalam keheningan di sini, sedang menimbang berbagai pilihan yang berkecamuk dalam otakku. Setiap subjek permasalahan yang mempunyai pilihan-pilihan untuk dipilih. Aku dihadapkan pada pilihan-pilhan yang sungguh membuatku penat. Coba kalian pikir aku harus memilih antara menyelesaikan skripsi yang deadlinenya makin dekat, usaha yang mulai jalan dan butuh konsentrasi, dan gelitik kreatifitas yang terus menggodaku untuk terus menulis dan berkarya. Semua pilihan yang penting buatku dan sulit buatku membuat prioritas atas semuanya. Atau yang satu ini, aku harus dihadapkan pada pilihan yang rumit antara masa depan dan cita-cita, kebahagiaan orang tua, atau tanggung jawab atas darah yang mengalir dan tumbuh di tubuhku. Memilih salah satu diantaranya akan berimplikasi negatif bagi yang lain.  
Aku terjepit pada situasi yang jujur saja membuatku jengah. Apakah kita tidak bisa memilih semua dengan segudang pertimbangan yang mungkin bisa kita sampaikan. Tapi, seorang teman pernah berkata padaku "Orang akan terlihat bijaksana berdasar pada pilihan-pilihan yang diambilnya." Apa dengan begitu aku tidak bijaksana karena memilih untuk tidak memilih. 
Semuanya penting buatku. Menyelesaikan skripsi, membangun usaha, menulis dan berkarya, dan semua hal yang memaksa aku untuk memilih salah satunya. Aku pilih semua. Tapi marilah tanyakan padaku, mana diantara semua pilihan itu yang paling susah untuk dijalani....
Memilih untuk bertanggung jawab atas darah yang mengalir dan memilih untuk mengambil peran sebagai bunda. Pilihan yang aku pilih (jujur) karena bukan sepenuhnya inginku. Tapi aku nggak mau lari dari masalah. Memilih untuk bertanggungjawab atas semua kesalahan. Memilih untuk mencintai dan mensyukuri Karunia Tuhan ini. Dan untuk pilihan yang satu ini, hanya keikhlasan yang menguatkanku. Sudah tak terkira air mata, pedih, dan pengorbanan yang harus kudera. Untuk pilihan yang satu ini, jujur saja bukan hanya tentang aku dan pilihanku. Pilihan ini bersangkutan dengan banyak nama, banyak cerita, banyak kepentingan. Semua itu membuat aku memilih pilihan ini lengkap dengan konsekuensi di belakangnya yang menyertai. 
Tentang sebuah pilihan dan pilihan lainnya, bahagia ataupun tidak, terpaksa ataupun kehendak sendiri, ikhlas ataupun tidak...Maka yang terpilih itulah yang terjadi. Setelah itu siap untuk bertanggungjawab atas semua pilihan. Pilihan ada untuk dipilih? Kalau aku Pilihan ada untuk tidak dipilih salah satu.... Memilih semua pilihan dan melakukan dengan sebaik mungkin dan ikhlas....
         

Thursday, October 29, 2009

Sepucuk Surat dari Lokalisasi

Malam itu dengan lampu seadanya, Aning terlihat sedang menulis. Ia menulis sambil meneteskan airmata.

Dari Aning di Surabaya buat Bapak-bapak Polisi
Pak Polisi, Aning mau minta tolong. Tolong bebasin ibu Aning yang bapak tangkap dua minggu yang lalu. Aning tahu Ibu sudah salah, udah bunuh orang. Tapi itu juga salah Mami, Ibu waktu itu lagi sakit tapi Mami maksa Ibu kerja. Trus Om itu juga mukulin Ibu Aning. Aning mau jenguk Ibu tapi nggak boleh keluar ama Mami. Mami takut kalo Aning kabur.
Pak Polisi selama ini Ibu kerja cuma buat nyekolahin Aning. Trus kalo Ibu dipenjara, siapa yang bayarin sekolah Aning ? Sebentar lagi Aning masuk SMP, Aning tetap mau sekolah. Tolong ya Pak, bebasin Ibu Aning. Aning nggak pengen jauh dari Ibu. Kalau nggak ada Ibu, orang-orang di sini jahat ama Aning. Aning  juga ga punya temen lagi. Orang-orang bilang Aning anak pembunuh. Tolong Aning Pak Polisi, bebasin Ibu. 

Ia mengakhiri tulisannya. Ia masukkan secarik kertas itu ke dalam amplop. Aning mengendap keluar dari kamarnya menuju belakang rumah. Di sana sudah menunggu Pak Toyo, tukang becak yang selama ini dekat dengan Aning dan Ibunya.
"Paklik, niki surate." Kata Aning sambil menyerahkan amplop surat itu. "Tenan ta iki dikekno Polisi?" kata Pak Toyo.
"Iyo, cepetan jangan sampai ketemu Mami." kata Aning kemudian. Pak Toyo segera meninggalkan deretan wisma itu. Pak Toyo menuju kantor polisi tempat Ibu Aning dipenjara, Ia mengedarai becak yang selama ini ia gunakan untuk menyambung hidup. Namun di saat ia tengah melintas di jalan raya, Pak Toyo dan becaknya terpelanting ke aspal. Sebuah truk yang melaju cepat menyambarnya. Kejadian itu menyita perhatian orang-orang di sekitar lokasi. Seorang wartawan nampak sedang mengambil gambar Pak Toyo yang terkapar di jalan. Wartawan itu tiba-tiba menunduk ketika ia melihat lipatan kertas menyembul di saku Pak Toyo. Wartawan itu mengambilnya dan pergi.
Wartawan itu bernama Rako. Di depan meja kerjanya, ia membaca kerta yang ia temukan tadi. Keningnya nampak berkerut ketika ia membaca. Seketika ia membuka data-data berita yang ia tulis di komputer. "Ini dia!" seru Rako. Ia terus membaca file itu. "Apa surat ini ada hubungannya dengan kasus PSK ini. Kalau dilihat dari waktu kejadiannya sih sama." kata Rako sambil terus berpikir. "Lebih baik aku selidiki saja." katanya kemudian. Rako memutuskan untuk menemui Aning dan menanyakan kebenaran surat itu.
"Maaf Bu, saya ingin bertemu Aning." kata Rako pada Mami. Mami memandang Rako dengan penuh curiga.  "Maaf ya, Aning ga bisa keluar." kata Mami singkat. Rako nampak berpikir dan mencari akal lain. "Di sini juga nggak papa kok, cuma sebentar aja." kata Rako kemudian. "Berani bayar berapa kamu?" tanya Mami. Rako terkejut dengan perkataan Mami. Namun ia nampak tenang. "50.000, gimana?" tawar Rako. "Kamu ngebet ya, lagian kok kamu sukanya ama anak kecil sih. Tapi sudahlah bukan urusan aku. Mana uangnya, sebentar aku panggil anaknya." Rako menyerahkan uang pada Mami, kemudian perempuan tua itu masuk ke dalam. Tak lama ia keluar dengan seorang anak perempuan. Aning duduk di hadapan Rako sambil menunduk.
"Adik yang namanya Aning?" tanya Rako.
"Ya mas, A..A...Ada apa?" tanya Aning gugup
"Kamu sudah tahu tentang kematian Pak Toyo?" ujar Rako sambil diam-diam menyalakan recordernya. "Iya, padahal Paklik Toyo satu-satunya orang yang bisa membantu saya dan Ibu." kata Aning sambil tetap menunduk. Kemudian Rako mengeluarkan surat yang ia temukan dan menyodorkannyapada Aning. "Ini tulisan kamu?" Rako bertanya pelan. "Alhamdulilah...Aning udah pikir udah hilang, Om dapat dari mana?" kata Aning. Wajahnya berubah sumringah.
"Di tempat kecelakaan itu. Maksud saya datang ke sini saya mau minta ijin untuk mengangkat masalah kamu ke media. Mudah-mudahan itu bisa membantu kamu dan Ibumu keluar dari masalah ini." jelas Rako dengan suara lirihnya.
"Apa benar Om bisa membantu Ibu?" tanya Aning tidak percaya.
"Aku akan berusaha semampuku. Jujur saja aku tersentuh dengan kisahmu dan Ibumu. Jadi bagaimana, boleh?" tanya Rako. Percakapan mereka terpotong. Ketika Mami datang dan meminta Rako pergi. "Kamu harus pergi!" kata Mami. "Ya sebentar lagi, bagaimana dek?" tanya Rako, sementara Mami menariknya keluar. Rako masih menunggu jawaban Aning. Kemudian Aning terlihat tersenyum dan mengangguk. Melihat isyarat Aning, segera Rako meninggalkan wisma itu.
Rako membuktikan janjinya. Kasus Aning dan Ibunya menjadi salah satu headline dari surat kabar tempat Rako bekerja. Selain itu juga, Rako menghubungi teman-temannya di Komnas Anak serta beberapa LSM untuk membantu Aning. Teman-teman Rako di LBH juga bersedia mendampingi Ibu Aning. Dalam waktu singkat, Aning sudah keluar dari lokalisasi itu. Ia kini tinggal di panti sosial. Sementara, kasus Ibu Aning juga mendapat penanganan yang serius. Pada sidang putusan, hakim memvonis 6 tahun kepada Ibu Aning.

6 TAHUN KEMUDIAN
Aning telah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Kini ia berdiri di depan pintu LP menunggu Ibunya. Di sampingnya berdiri Rako, wartawan yang dahulu membantunya. Seorang wanita paruh baya keluar dari pintu LP dengan senyum yang mengembang. Anak dan Ibu itu berpelukan dan tangis keduanya pun pecah. Rako nampak menyudahi tangis mereka. Ibu Aning meraih tangan Rako dan menciumnya. Ya, sekarang Rako bukan hanya pahlawan yang menolong mereka dari permasalahan. Rako adalah ayah Aning, suami ibunya.
Mereka bertiga meninggalkan pelataran LP itu dengan senyum bahagia. Satu keyakinan terpatri di benak mereka, di depan sana kebahagiaan telah menunggu untuk diraih.

kebahagiaan akan hadir di saat tepat dan cara yang indah                 

Wednesday, October 28, 2009

Tlah kudapatkan kembali Langitku

Pernah dengar kata-kata kebahagiaan akan hadir di saat yang tepat dan cara yang indah... Tanyakan padaku apakah kata-kata itu berhasil padaku!!! Kalau sekarang aku pasti akan menjawab YA...
Empat bulan yang lalu, aku berada pada titik nadir... Dia, yang kupanggil langit, yang selama ini kujadikan sandaran, padanya kurajut mimpi-mimpi masa depan, dengannya kucoba tuk lalui semua kegetiran meskpiun tertatih, dia memilih tuk menjauh. Aku yang selama lebih dari empat tahun dibawanya terbang ke langit ke tujuh seakan dijatuhkan begitu saja ke bumi. Aku terjatuh dan hancur. Aku marah, sakit hati, kecewa, terluka, dan hancur. Semua mimpi yang kubangun seketika hancur tak berpuing dan lenyap bagai debu yang dihembus angin. Sempat aku menggugat Tuhan atas semua ketidakadilan ini, mempertanyakan apa salahku. Dan terus saja menyalahkan orang lain, diri sendiri, bahkan Tuhan. Api kehidupan dalam ragaku seketika padam. Tak lagi berarti semua di luar diriku.
Tapi, kemudian aku disadarkan. Terus menyalahkan orang lain bahkan diri sendiri takkan merubah apapun. Toh, dia takkan kembali. Ku coba merenungkan semua yang terjadi. Dan aku tiba pada sebuah keputusan besar dalam hidupku. Kuputuskan untuk menenangkan batinku, salah satunya dengan menggunakan jilbab. Aku mencoba mencari sekeping jiwaku yang hilang. Mungkin selama ini aku telah salah karena telah menggantungkan harapan pada manusia, telah begitu mengagungkan dia yang kucintai dengan sangat.
Tuhan memang Maha Kuasa. Ia selalu menemukan cara yang indah untuk menyapa makhlukNya. Dengan Kuasanya ia mengembalikan Langit dengan cara yang Ia pilih. Mungkin aku telah kehilangan langit sebagai seorang laki-laki yang pernah kucintai. Tapi Tuhan dengan caraNya telah mengijinkan langit meninggalkan jejak di kehidupanku sekarang dan selanjutnya. Entah aku harus menganggap ini Karunia atau Hukuman dariNya. Tapi aku percaya Tuhan telah menyiapkan rencana indah buatku.
Aku menerima Langit dalam kehidupanku. Aku telah mendapatkan Langitku kembali dengan cara yang tak terduga. Laki-laki itu telah pergi tapi ia meninggalkan jejak darah yang akan terus mengikat kami berdua, selamanya. Kini aku bersama Langit, berjalan bersama melewati langkah-langkah yang aku yakin tak mudah. Senafas, sedetak, Sejiwa, Seraga...
Dan sekarang tanyakan aku apakah aku bahagia kini... :-) Di tengah tekanan, beban, dan langkah yang berat berjalan lewati semua seorang diri...Aku bahagia !!! Mungkin dengan format kebahagiaan yang berbeda dengan sebelumnya. Aku tetap bermimpi dan membangun mimpiku tapi mungkin semua jadi tak sama lagi.
Ini semua bukan tentang Aku dan lelaki itu. Ini semua bukan hanya tentang rasa cinta yang tak mungkin berbalas. Ini bukan hanya tentang berakhirnya sebuah hubungan.
Ini tentang sebuah mimpi yang hancur. Ini tentang sebuah asa yang mungkin kembali nyala meskipun redup. Ini tentang sebuah kehidupan baru yang harus diperjuangkan. Ini tentang mencari arti sebuah kebahagiaan.

Tuesday, October 27, 2009

Nge-Blog ampe Mati

Tanggal 27 Oktober ini katanya sih hari nge blog nasional...Weeeww, aku baru tahu sih heheheheh
Nothing special about this day, aku bangun jam 11 siang setelah tidur mulai jam 4 pagi... Cuma sih emang bedanya apa yang aku lakukan sebelum dan sesudah tidur...Yupiii Nge-Blog...Aktifitas yang baru-baru aja aku temuin keasyikannya (kemana aja aku nih selama ini)
Pengen buat tanggal 27 Oktober nih hari spesial sih...Setelah menimbang dan berpikir...Akhirnya kuputuskan
drendengdengdengdengdeng
Komitmen Ngeblog Ampe Mati

Susah nih bikin komitmen ini, tapi ya... harus ada yang spesial kan. Kalau ditanya kenapa aku bikin komitmen nggak penting kayak gitu. Weits itu penting ya, at least buat aku. Karena sebelumnya juga telah berkomitmen untuk menjadi seorang penulis. Penulis yang menulis bukan untuk alasan apapun di luar karena dia ingin menulis (termasuk uang dan popularitas hahahahah).
Dan perkara sampai kapan aku bakal menulis dan ngBlog...Mungkin sampai jari-jariku tak bisa lagi menekan tust-tust keyboard....
So... Happy Blogger Day n for me Happy a Commitment of Blogging Ever's Day Hahahahahaha


Monday, October 26, 2009

Bunyi dan Sunyi


burung berkicau
anjing menggonggong
laki-laki menjerit
berteriak...berteriak
kendaraan beradu gas
pesawat menggeram di langit
srigala melolong
melengking...melengking
lengkingan memekakkan telinga
aku bertanya akankah sunyi datang

Beku

aku duduk terdiam
tanpa kata-kata
tulangku gemetar
lututku mengkerut
kerongkonganku kering
bukan tanpa sebab
aku beku...jiwaku...ragaku...
aku beku
karna mata itu
mata elang itu
mata itu bukan milikku
aku ingin mata itu
untuk hangatku
jiwaku
ragaku
yang beku

Aku...Mengapa?

ketika tuturan tak lagi didengar
ketika tawa tak lagi berarti
ketika tangis tak lagi mengobati
lantas mengapa...
mengapa rintik hujan masih membasahi tanah
mengapa nafas masih menderu di dada
mengapa ruh masih melekat
toh...
hidup matiku tak berarti bagimu
ah ya... aku tahu
aku juga tak lebih berarti berada di dekatMu

Aku Perlu Lebih dari Sekedar Kata

aku perlu lebih dari sekedar kata
'tuk sampaikan apa yang ku ingin
aku perlu lebih dari sekedar cinta
'tuk pahami yang aku cinta
tapi...
tak lagi kupahami apa makna kata
dan arti cinta
mungkin juga...
tak penting lagi bagiku
apa sebuah kata dan sebentuk cinta itu berarti
karna sekarang kata dan cinta telah tunduk
tunduk pada sesuatu yang kini
perlahan menyergapku
maut....
cuihhhh...
hanya pada maut saja mereka tunduk
hahahahahahahaah
tapi...
memang pada mautlah aku tak mampu berkutik

Badai

Semilir angin untuk membasuh peluhku tak juga mengalir
Melainkan badai yang menghempas ragaku
Bukan badai yang kuinginkan
     tapi badailah yang menemaniku dalam kesendirian
Jika itu telah tersurat
Badai sebesar apapun akan kuterima
    dengan senyum
Krna hanya badai yang memelukku dalam kehangatan
   tanpa rasa rikuh...bersamaku
Badai...datanglah padaku

Saturday, October 24, 2009

Cinta Platonik : sekedar cinta atau simbol ikhlas

Beberapa waktu lalu aku terjebak dalam percakapan tentang cinta dengan seorang kawan. Tiba-tiba ia mencetuskan kata-kata, "Cinta yang tak harus memiliki itu platonik. Sakit jeh..." Kata-kata yang membuatku lantas berpikir, apakah memang "Cinta yang tak memiliki" atau cinta platonik itu memang hanya menyisakan kegetiran???
Benar jika cinta akan membawa kebahagiaan bagi dua insan yang merasakannya. Cinta akan meninggalkan bunga-bunga indah dalam kehidupan ketika cinta itu bersemi dan tumbuh. Namun bagaimana jika di perjalanan sebuah hubungan rasa cinta itu menghilang. Muncul ketidaknyamanan satu sama lain atau salah satu diantaranya. Pun ketika ternyata kita harus menerima kenyataan pasangan kita menemukan kembali kenyamanan dan cinta itu pada diri yang lain. Kalau sudah demikian apa kita masih tetap berkeras mempertahankan hubungan itu. Cinta memang harus diperjuangkan tapi juga tidak bisa dipaksakan, kan?
JIka sudah demikian, satu-satunya cara melepas dia meraih kebahagiaannya. Meskipun dengan demikian itu akan melukai kita yang masih merasa cinta. Mencintai yang demikian, mencintai yang tak dapat memiliki... Menyakitkan kah? Ya....itu memang sakit. Menghancurkan harapan dan impian mungkin. Tapi esensi dari Cinta bukankah sebuah Pengorbanan. Berbahagia saat melihat orang yang kita cintai bahagia. Tidak mudah memang. Tapi mungkin!!! Pengorbanan dalam cinta memang tidak mudah. Cinta Platonik memang tidak mudah dan menyakitkan.
Tapi semua akan sebanding. Ikhlas melepas bagian yang paling kita cintai untuk meraih cintanya dan kebahagiaannya jauh dari jangkauan kita akan membuat kita benar-benar bisa merasakan Cinta. Kita tak akan pernah menyadari arti dari seseorang sebelum kita kehilangannya. Melepas cinta untuk merasakan Cinta yang lebih kuat dan menguatkan.
Tak hanya sakit yang didapatkan dari cinta platonik. Karena rasa ikhlas melepaskannya akan membuatnya menjadi lebih istimewa. Hanya saja terkadang kita terlarut dalam rasa sakit dan kehilangan. Sibuk meratap dan menyalahkan orang lain. Padahal jika sejenak saja kita berhenti untuk menelisik rasa sakit dan mulai belajar ikhlas menerima semua, maka Cinta yang sesungguhnya akan hadir
;-)
   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...