Thursday, November 12, 2009

Ingin Bertemu The Yes Man???

YES MAN~Another Jim Carrey's Movie... Film-film Jim Carrey selalu menarik untuk dinanti. Termasuk Yes Man. Ide film ini cukup unik, bagaimana ketika seseorang dihadapkan pada situasi ia harus berkata YA pada semua kesempatan yang datang padanya. Heum... cukup susah, apalagi jika yang melakukannya adalah seseorang yang memiliki kepribadian introvert seperti Carl Allen, tokoh yang diperankan Jim Carrey.
Carl memiliki kepribadian introvert, terlebih setelah ia bercerai dengan istrinya. Ia selalu menghindar jika diajak hang out oleh sahabat-sahabatnya, ia lebih memilih nonton DVD di apartemennya. Ia selalu menolak aplikasi kredit (Carl bekerja di Bank) yang masuk ke mejanya. Ia juga selalu menolak pada setiap kesempatan yang datang padanya.
Sampai pada satu titik ia merasa hampa. Dan kemudian ia bertemu dengan teman lamanya yang mengajaknya ke seminar YES. Seminar itu mengkampanyekan YES untuk semua kesempatan yang lewat dalam hidup kita. Dalam seminar itu Carl terpaksa berkomitmen dengan Terrence "Sang Guru" untuk selalu berkata YA. Jika tidak maka Carl akan mendapatkan musibah.
Petualangan Carl dimulai. Hidupnya mulai terbuka. Carl mencoba hal-hal baru, kongkow ama sobat-sobatnya, bertemu dengan perempuan yang menarik hatinya, hingga disangka teroris. Semua pengalaman baru itu membuat Carl tersadar bahwa banyak hal yang terlewat dalam hidupnya. Sampai pada satu titik Carl sadar ia tak seharusnya berkata YA pada semua hal. Ia berhak berkata tidak jika tidak sesuai dengan hati nurani dan kehendaknya. Tapi satu hal yang harus ia lakukan adalah mencoba membuka diri terhadap segala kemungkinan.

Film ini menggugah pikiran nakal saya. Andaikan saya bertemu dengan My Yes Man. Yang akan mengamini setiap yang saya inginkan. Hahahahahaha Ngarep banget sih.... Tapi actually aku pernah bertemu dengan laki-laki yang seperti ini. Ia selalu menuruti apa yang aku inginkan. Menemani kemana aku pergi, berkata ya pada semua yang aku mau dan minta... Yang pada akhirnya aku sadar bahwa itu semua mungkin tidak sepenuhnya ia lakukan karena dia inginkan. Tapi ada rasa terpaksa dan nggak enak nolak permintaanku.  Pada akhirnya ia terus membohongi diri sendiri dan ini adalah benih ketidakjujuran.
Nggak enak juga sih kalo kita berhubungan dengan seseorang yang hanya mbeo dan mbebek apalagi dengan terpaksa. Mungkin memang menyakitkan kalau pasangan kita menolak yang kita mau dan berbeda pendapat dengan kita di awal. Tapi akan lebih menyakitkan kalau sebuah hubungan terus-terusan dijalani dengan ketidakjujuran.
Kalau sudah begini, apa aku masih mau bertemu dengan My Yes Man? Ya... aku masih mau bertemu dengan My Yes Man. Tapi saat ia berkata YA itu benar-benar harus karena ia menginginkannya. Tidak dengan terpaksa. Tidak dengan kebohongan. Heum....So...Are You My Yes Man?????  hhehehehehehe

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...