Skip to main content

Ingin Bertemu The Yes Man???

YES MAN~Another Jim Carrey's Movie... Film-film Jim Carrey selalu menarik untuk dinanti. Termasuk Yes Man. Ide film ini cukup unik, bagaimana ketika seseorang dihadapkan pada situasi ia harus berkata YA pada semua kesempatan yang datang padanya. Heum... cukup susah, apalagi jika yang melakukannya adalah seseorang yang memiliki kepribadian introvert seperti Carl Allen, tokoh yang diperankan Jim Carrey.
Carl memiliki kepribadian introvert, terlebih setelah ia bercerai dengan istrinya. Ia selalu menghindar jika diajak hang out oleh sahabat-sahabatnya, ia lebih memilih nonton DVD di apartemennya. Ia selalu menolak aplikasi kredit (Carl bekerja di Bank) yang masuk ke mejanya. Ia juga selalu menolak pada setiap kesempatan yang datang padanya.
Sampai pada satu titik ia merasa hampa. Dan kemudian ia bertemu dengan teman lamanya yang mengajaknya ke seminar YES. Seminar itu mengkampanyekan YES untuk semua kesempatan yang lewat dalam hidup kita. Dalam seminar itu Carl terpaksa berkomitmen dengan Terrence "Sang Guru" untuk selalu berkata YA. Jika tidak maka Carl akan mendapatkan musibah.
Petualangan Carl dimulai. Hidupnya mulai terbuka. Carl mencoba hal-hal baru, kongkow ama sobat-sobatnya, bertemu dengan perempuan yang menarik hatinya, hingga disangka teroris. Semua pengalaman baru itu membuat Carl tersadar bahwa banyak hal yang terlewat dalam hidupnya. Sampai pada satu titik Carl sadar ia tak seharusnya berkata YA pada semua hal. Ia berhak berkata tidak jika tidak sesuai dengan hati nurani dan kehendaknya. Tapi satu hal yang harus ia lakukan adalah mencoba membuka diri terhadap segala kemungkinan.

Film ini menggugah pikiran nakal saya. Andaikan saya bertemu dengan My Yes Man. Yang akan mengamini setiap yang saya inginkan. Hahahahahaha Ngarep banget sih.... Tapi actually aku pernah bertemu dengan laki-laki yang seperti ini. Ia selalu menuruti apa yang aku inginkan. Menemani kemana aku pergi, berkata ya pada semua yang aku mau dan minta... Yang pada akhirnya aku sadar bahwa itu semua mungkin tidak sepenuhnya ia lakukan karena dia inginkan. Tapi ada rasa terpaksa dan nggak enak nolak permintaanku.  Pada akhirnya ia terus membohongi diri sendiri dan ini adalah benih ketidakjujuran.
Nggak enak juga sih kalo kita berhubungan dengan seseorang yang hanya mbeo dan mbebek apalagi dengan terpaksa. Mungkin memang menyakitkan kalau pasangan kita menolak yang kita mau dan berbeda pendapat dengan kita di awal. Tapi akan lebih menyakitkan kalau sebuah hubungan terus-terusan dijalani dengan ketidakjujuran.
Kalau sudah begini, apa aku masih mau bertemu dengan My Yes Man? Ya... aku masih mau bertemu dengan My Yes Man. Tapi saat ia berkata YA itu benar-benar harus karena ia menginginkannya. Tidak dengan terpaksa. Tidak dengan kebohongan. Heum....So...Are You My Yes Man?????  hhehehehehehe

Comments

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan...