Skip to main content

Tentang Laki-laki yang Dulu Kupanggil Kekasih

sungguh aku bingung apa yang harus kutuliskan di layar ini...
kuingin berkisah tentang laki-laki yang dulu kupanggil Kekasih
tapi kata-kataku yang tersimpan di memoriku lantas membeku
bibirku kelu, jari-jariku tak mampu menekan tuts-tuts ini
aku kehilangan kata-kata
yang tertinggal adalah rasa
Aa'... laki-laki yang dulu kupanggil kekasih
sungguh entah apa yang harus kukatakan tentangmu
aku pernah sangat bahagia denganmu, bertahun rasa itu tumbuh dan mengakar
namun seketika semua berubah jadi luka dan airmata
aku yakin aku bukan lagi yang terkasih buatmu
tapi sejauh yang aku tahu dan aku rasakan
Aa' kau masih jadi yang terkasih buatku, meskipun tak lagi bisa kupanggil Kekasih
Sungguh entah apa lagi yang bisa kukisahkan tentangmu...
seperti Yin Yang, kamu memberikan semuanya padaku bahagia dan tangis...
Aa', laki-laki yang dulu kupanggil Kekasih
Aku yakin kamu pun tahu apa yang membuat aku kan slalu terikat pada bayangan masa lalu kita...
Kau tahu alasannya dengan baik
Cinta itu masih ada A'...meskipun bercampur tangis dan luka yang menanah
Aku sangat tahu bahwa format pertalian kita telah berubah...
Tapi aku sungguh masih dapat memelihara rasa itu, demi Langit

Mungkin aku bodoh menulis ini semua, karena aku tak menemukan saat dan alasan yang tepat
tuk sampaikan semua ini padamu
Kamu, laki-laki yang dulu kupanggil Kekasih, akan selalu menjadi terkasih
Karna kau tlah meninggalkan bagian darimu di hidupku
hingga maut menjemput
kan slalu ada Langit yang mempertalikan kita
Kau akui dan sadari atau tidak

:-) Si Mi Amor de Azul el Cielo 

Comments

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Percaya, Bukan Hanya Kata...

Hubungan cinta laki-laki dan perempuan itu sungguh rumit, benar kan?
Dalam sebuah hubungan, hanya akan bertahan yaahh paling 3-4 tahun lah. Lebih dari itu kadar cinta akan berkurang dan harus dipupuk dengan komitmen dan kepercayaan. Sesederhana itu?
Sepertinya tidak...
Karena perkara komitmen dan kepercayaan itu pun sama rumitnya dengan urusan cinta.
Saya suka dengan analogi cinta pasir
Cinta itu ibarat pasir dalam genggaman. Jika kau menggenggamnya terlalu erat, maka ia akan keluar dari sela-sela jarimu. Biarkan telapakmu terbuka, maka ia akan tetap pada tempatnya... Percaya akan komitmen yang telah dibuat berdua itu harga mati.
Kamu hanya perlu percaya, karena pasangan akan leluasa menjaga kepercayaan daripada memusingkan diri dengan kecurigaan.
Jadi bukan kata-kata "Aku percaya kamu kok sayang, tapi..." yang harus kamu katakan
Tetapi
"Aku percaya kamu, jaga kepercayaan aku ya sayang..."

Karena dalam kepercayaan itu hanya ada "Percaya.(period)"