Skip to main content

Pay It Forward - MLM Kebaikan Ubah Dunia

Pernah dengar ungkapan "Kita bisa mengubah dunia dengan sesuatu yang sederhana" mungkin hal ini juga yang mendasari penulisan Pay It Forward karya Catherine Ryan Hyde yang kemudian juga difilmkan dengan judul yang sama. Saya telah menuntaskan buku dan filmnya beberapa tahun lampau bahkan sempat mengulang beberapa kali setelahnya. Namun saya tergelitik untuk menuliskan sekarang karena saya baru saja mendapatkan cuhatan seorang teman mengenai masalah yang dihadapinya.
Teman saya itu beberapa hari lalu saya chatting dengan teman yang sudah beberapa lama tidak bertemu, dengan diawali emoticon cry dia cerita kalau dia baru saja tertipu. Ia telah setahun ini bergabung dengan MLM yang berkedok arisan motor (MLM ini juga yang pernah ia tawarkan dulu pada saya, tapi dengan alasan saya tidak suka berbisnis MLM, maka saya tolak). Ia telah menjadi koordinator arisan dengan beberapa puluh member downline. Tugasnya sebagai koordinator hanyalah sebagai collector dana, yang kemudian akan disetorkan kepada manajer arisan. Pertengahan bulan awal, semua lancar karena semua pemenang arisan mendapatkan motornya, pembayaran arisan pun tidak mengalami penundaan yang berarti. Menurut teman saya, masalah mulai muncul beberapa bulan lalu. Saat sang manajer mulai susah dihubungi, dan kemudian menghilang. Hilangnya sang manajer membuat teman saya panik, karena ia harus segera memberikan motor kepada pemenang arisan. Ketika motor tak juga diberikan, kepanikan itu menular juga kepada member downline teman saya. Teman saya stres karena tekanan yang diberikan semua downline membernya yang meminta uang mereka kembali. Fiuh...kasus ini sekarang masih ditangani polisi dan sang manajer pun masih buron. Hemh.... meskipun teman saya ini tidak berada pada posisi harus mengganti semua uang tersebut, tapi ia juga terbebani, karena dialah yang mengumpulkan uang-uang tersebut.
Kasus-kasus macam ini sudah marak tahun-tahun belakangan ini. Arisan berbagai jenis dengan sistem MLM memang cenderung diminati oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Contohnya arisan motor teman saya, banyak membernya karena mereka berfikir arisan ini menguntungkan, bisa dapat motor dengan sistem cicil arisan. Namun resikonya juga besar, apalagi kalo apes dapat manajer arisan yang "nakal". Bukannya dapat motor malah uang melayang.
Tidak semua MLM di Indonesia (bahkan dunia) yang berujung penipuan, ada juga sebagian yang memang murni menawarkan bisnis dan keuntungan. Saya tidak akan banyak membahas tentang apa dan bagaimana bisnis MLM ini dijalankan di Indonesia. Tapi, satu hal yang menarik dan saya pikir berkaitan dengan buku dan film yang saya "baca", Pay it Forward.
Dalam Pay it Forward, Trevor McKinney (Haley Joel Osment) mendapatkan tugas dari gurunya di kelas sosial, Eugene Simonet (Kevin Spacey). Trevor membuat sebuah proyek sosial dengan menggunakan  nama  "pay it forward" kalau istilah saya sih "Jejaring Pohon Kebaikan" (hehehehe). Proyek ini dimulai dengan 1 orang akan berbuat kebaikan ke 3 orang lain, untuk membalas kebaikan itu, orang yang dibantu harus melakukan kebaikan ke 3 orang lainnya. Begitu seterusnya sehingga membentuk jejaring pohon kebaikan. Trevor yang mengira proyeknya ini gagal, karena ia merasa gagal membantu orang-orang di sekitarnya, mulai dari membantu tuna wisma bernama Jerry dengan memberinya makan, pakaian, dan tempat menginap. Trevor berharap Jerry dapat membantu 3 orang lainnya tapi ternyata Jerry kembali ke tabiat semulanya sebagai junkies. Trevor juga membantu Ibunya dengan mengenalkannya dengan Eugene dan berharap mereka menjadi pasangan. Tapi ternyata harapan itu pupus ketika ayah Jerry yang pemabuk kembali. Begitulah, satu persatu terjadi dan Trevor merasa proyeknya akan gagal. Tapi tanpa sepengetahuan Trevor proyek Pay it Forward telah jauh melanglang buana dan mengubah dunia tidak hanya di kotanya tapi jauh di luar itu.
Pay it Forward menurut saya adalah salah satu bentuk dari praktek MLM, dalam hal ini MLM Kebaikan. Seseorang yang mampu memberikan kebaikan pada orang lain dalam bentuk apapun dan mampu merubah hidup orang lain. Dan jika "virus" itu menular ke orang lain, maka ini akan menjadi kebaikan yang menggejala. Bayangkan saja jika seperempat saja dari jumlah penduduk Indonesia melakukan pay it forward, maka tidak akan ada kasus kelaparan, kemiskinan, pengangguran, dll di Indonesia.
Mungkinkah itu? Semua bermula dari ide kecil kan? Semua juga dimulai dari sendiri. pay it forward sebuah ide sederhana untuk merubah dunia. Sebuah sistem MLM kebaikan yang pasti tidak akan menimbulkan kabar buruk seperti MLM yang diikuti teman saya. Pay it Forward... apakah mungkin gerakan semacam ini dilakukan di Indonesia...
:-)        

*) Gambar ini diunduh dari www.imdb.com

Comments

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Percaya, Bukan Hanya Kata...

Hubungan cinta laki-laki dan perempuan itu sungguh rumit, benar kan?
Dalam sebuah hubungan, hanya akan bertahan yaahh paling 3-4 tahun lah. Lebih dari itu kadar cinta akan berkurang dan harus dipupuk dengan komitmen dan kepercayaan. Sesederhana itu?
Sepertinya tidak...
Karena perkara komitmen dan kepercayaan itu pun sama rumitnya dengan urusan cinta.
Saya suka dengan analogi cinta pasir
Cinta itu ibarat pasir dalam genggaman. Jika kau menggenggamnya terlalu erat, maka ia akan keluar dari sela-sela jarimu. Biarkan telapakmu terbuka, maka ia akan tetap pada tempatnya... Percaya akan komitmen yang telah dibuat berdua itu harga mati.
Kamu hanya perlu percaya, karena pasangan akan leluasa menjaga kepercayaan daripada memusingkan diri dengan kecurigaan.
Jadi bukan kata-kata "Aku percaya kamu kok sayang, tapi..." yang harus kamu katakan
Tetapi
"Aku percaya kamu, jaga kepercayaan aku ya sayang..."

Karena dalam kepercayaan itu hanya ada "Percaya.(period)"