Skip to main content

Aku dan Kamu di Tengah Deras Hujan

ketika penat itu telah begitu melesak di dada dan kepala
sungguh tak kutemukan kata yang paling tepat tuk ungkapkan semua
lantas kutemukan kau berdiri di sana dengan senyum yang masih sama
      tapi mungkin dengan arti dan tafsir yang beda
kutemukan lentera asa yang mulai redup

kita berjalan dalam diam di tengah keriuhan manusia
      yang mengepung ketenangan kita
kita berjalan menuju nadir ketenangan

deras hujan yang menampar-nampar tubuhtubuh di bumi
telah menyambut kita
menemani perbincangan kita yang tlah terputus sekian lama


kita hanya diam dalam kekalutan pikir
hanya memandang guyuran air surga yang menghempas bumi
kita hanya diam dalam kekalutan hati
hanya saling memandang dan mataku yang tlah teraliri air jiwa
kita hanya diam dalam kekalutan rasa
hanya dapat membaca di tengah kedalaman arti tatapan

tak kutemukan kata yang tepat tuk ungkapkan semua
ijinkan aku berbicara melalui mata
ijinkan aku berbicara melalui air jiwa
ijinkan aku berbicara dalam diam

air jiwa ini tak kuasa terbendung
     dan akhirnya luruh juga
kurebahkan segala penat pada dadamu
kutumpahkan segala beban pada dekapanmu

ingin rasanya waktu berhenti sekarang juga
       hingga tak lagi berhenti kurasakan saat-saat seperti sekarang
       hingga dapat terus kurebahkan kepalaku pada dadamu

di tengah derasnya hujan jatuh di bumi pahlawan
kita, aku dan kamu, hanya diam dan membiarkan semua lebur
       dalam keheningan dan keriuhan
cukuplah untuk sementara ini
tak mampu tuk menuntut lebih dari ini
kita, aku dan kamu, di tengah rintik hujan dalam diam dan keheningan
       di tepi senja hari itu  

 

Comments

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan...