Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2015

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan... 



June Dengarkan Kisahku (Dear June #1)

June...
Aku ingin berkisah padamu


Tentang sebuah hati yang patah
Tentang sebuah cinta yang terbelah
Tapi June...
Bukan airmata temanku berkisah
Yah... Bukan itu June...
Kita akan berbincang di sudut ruang itu
Di meja yang sama
Dengan kepulan aroma kopi yang memabukkan
Dan temaram cahaya yang mengaburkan muram
June...
Aku mencintainya...
Tapi aku terus terluka olehnya
Apakah ini cinta, June?

Kau dulu pernah berkata padaku June
Cinta itu indah
Cinta itu menguatkan
Cinta itu melenakan

Apakah ini cinta, June?
Mengapa cinta jadi sesakit ini...

June...
Aku ingin berkisah padamu...
Tentang sebuah ketabahan
Yang lebih tabah dari hujanmu

surabaya 020615