Skip to main content

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)


Menarilah Bersamaku June...

Senja kali ini begitu memerah June 
Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa
Tapi tahukah kau June... 
Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah 
Aku menikmati senja yang penuh amarah

Selama ini dia terlalu hening June
Memelukku dalam sunyi 
Mencumbuku dalam sepi

Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June
Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku

Aku rindu berbincang denganmu June
Serindu aku menari di ujung senja 
Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 

Masihkah kau ingat June 
Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas
Melebur dalam satu irama gerakan
Melebur dalam satu amarah yang sama

Biarkan June...
Biarkan senja ini memerah...
Agar kita bisa terus menari
Berpelukan
Berbincang 

Menarilah bersamaku June 
Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara 
Melihat lekuk tubuh kita
Mendengar tawa riang kita...

Biarkan... 



Foto ambil di sini

Comments

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …