Skip to main content

Posts

Showing posts from 2010

k, o, m, a,

untuk rasa ini...
aku hanya ingin menjadi koma
memberi jeda sejenak
tapi bukan tuk mengakhiri
aku pun tak tahu apa kisah ini akan terus berlanjut
koma...
antara ada dan tiada
antara hidup dan mati
antara hitam dan putih
aku tak mau menjadi titik yang mengakhiri semua
dan sayangnya
kau memilih menjadi titik
selesai sudah...

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Karna ini Aku

banyak tanya tak terjawab
banyak tatapan sinis tak kuhiraukan
banyak tudingan kuacuhkan
karna hidup ini milikku
tak terbaca
tak tertebak
karena aku serupa angin
yang bermuara entah di mana
yang tak dapat dibendung dan dihalau
karna ini aku

Lelaki Bermata Senja

lelaki bermata senja...
memandang matamu adalah memandang langit senja
tak tertebak
terselimuti misteri
entah apa yang tersembunyi
dalam pandangan yang sunyi

lelaki bermata senja...
mata yang buatku menghamba
atas nama cinta
dapatkah kau baca rasaku ini
adakah resahku menyeruak pada bilik rasamu yang dingin
adakah kegelisahanku menyibak senja di matamu yang sunyi

lelaki bermata senja...
sungguh tak pandai aku membaca
jejak kesunyian di matamu yang berkabut senja
aku pun tak pandai membaca diammu
kau terus saja membisu
tak tersentuh

lelaki bermata senja...
bahkan dalam diammu aku mencinta
dalam sunyimu aku terpenjara
sungguh,
mencintaimu adalah candu
yang kan kutenggak dalam bisu

Jeda yang Abadi

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku

Akhirnya...
Aku memiliki kekuatan ‘tuk mengatakannya padamu
Setelah detik-detik panjang yang begitu menyesakkan
Setelah langkah tertatih yang harus aku ambil, sendiri...
yang sungguh tak mudah bagiku

Setelah tahun-tahun yang kita lewati bersama
Aku dan kamu telah menjadi kita
Menjadi senyawa
Mimpi telah kita rajut berdua
Tangan yang saling bertautan
Saling menguatkan


Dan...
Ketika semuanya terenggut tiba-tiba
Semua hilang
Kamu pergi meninggalkan goresan luka yang dalam

Tiba-tiba...
Aku linglung, hilang arah
Aku rapuh, terluka dan terpuruk begitu dalam
Aku kecewa dan marah
Aku tak sanggup menjalani semua tanpamu
Aku benci kehilanganmu...


Jika hari ini,
Kuikhlaskan kau pergi
Kulepaskan kau dari hatiku
Bukan karena ku sanggup
Bukan karena ku tangguh
Bukan karena ku setegar karang
Cinta yang menguatkanku tuk melepasmu
Cinta yang menaklukan egoku

Ya... benar aku mencintaimu dengan sangat
Tapi, aku tak bisa menahanmu tuk tetap tinggal
Aku tak bisa mengek…

Senja dan Mimpi

Aku baru saja membaca sebuah kumpulan prosa, sebait kalimat yang entah mengapa membuatku merenung begitu dalam.
hidup itu tak pernah benar-benar benderang seperti siang atau
bahkan hidup itu tak pernah benar-benar gulita seperti malam
hidup itu ternyata cuma senja
senja tak punya warna yang jelas
senja datangnya cuma sesaat Jika hidup memang hanya sebuah senja, lantas mengapa aku bisa jatuh terpuruk begitu dalam? Namun sesekali bisa mendaki ke puncak tertinggi.
Senja...
Ternyata senja begitu banyak memiliki kisahnya...


Senja dan Abu-Abu
adalah sebuah berkas warna penuh kebimbangan
keraguan
tak pasti

Senja dan Langit
adalah sebuah jejak atas pengharapan
doa
dan kerinduan

Senja dan Aku
adalah sebuah ruang sunyi
tempat meletakkan semua penat
dan kembali
bermimpi

Hari ini dan senja tadi...
penat itu telah berada di ruangnya
dan aku mulai merangkai mimpi
yang belum sempat tergenapi di penghujung malam kemarin
mimpi tentang sebuah harapan yang entah terwujud atau tidak
mimpi tentang sebuah pe…

Hanya Pada Malam

hanya pada malam yang sunyi
dan sujud-sujud panjangku
aku dapat jujur tentang setiap langkah yang kuambil...

tak malu jika air mata mengalir
tak takut terlihat lemah

hanya pada malam...

karena setelahnya...
yang kau temukan adalah
aku yang takkan tunduk
pada kesedihan
apalagi kenangan buruk...

Entah Apa ini..

tak ada yang harus ku katakan senja ini,
karena langit senja tlah menyimpan semua pesanku,
semua yang harus dilakukan telah dilakukan,
yang harusnya tetap menjadi rahasia akan tetap tersimpan rapi
dan tak tersentuh siapapun...
yang layak dikenang akan tetap terkenang
dan yang melukai akan kembali terlukai,
entah oleh siapa...

Lelaki Terhebatku

Ia adalah lelaki terhebatku
Ia selalu menyimpan amarah dan sedih dalam diam
Ia tak segan turun ke dapur untuk memasak atau sekedar cuci piring
Ia tak pernah menggunakan tangan untuk menyelesaikan masalah
Ia selalu mengesampingkan keinginannya
Ia selalu khawatir padaku dengan caranya
Ia begitu mencintaiku dengan caranya
Ia begitu besar menaruh harap n kebanggaannya padaku
Ia selalu menerimaku, bahkan di saat aku begitu mengecewakannya
Ia lelaki terhebat dalam hidupku
Ia PAPAku...


begitu banyak hal yg belum bisa kulakukan tuk membuatmu bangga, tp aku tahu, setiap ada namaku di media massa, papa dengan bangganya menunjukkan itu pada kawan2nya... aku belum bisa berikan banyak kebahagiaan, kebanggaan, n masa tua yg tanpa beban... tapi yakinlah aku terus berusaha semampu yang aku bisa, untuk PAPA

Jangan Biarkan Genggaman ini Kosong

tolong bantu aku
kuatkan aku
genggam jemariku
dan tuntun ak menuju terang...
aku tak bisa jalan sendiri...
ternyata aku salah menilai diriku
aku tak bisa...
atau hanya sekedar pundak tuk sandarkan lelah...
aku mohon
tolong ada untukku sejenak saja...


Senandungkan Untukku

entah apakah kau ingat tentang kisah ini

di malam-malam terakhir
sebelum kau benar-benar memberikan jarak
di antara kita

di bawah sinaran gemintang
sayup-sayup terdengar debur ombak
tangan kita masih bertautan
sunyi
degup jantung dan hembus nafas kita
meramaikan malam itu

apapun yang terjadi/ ku kan slalu ada untukmu/ janganlah kau bersedih/ 'coz everything gonna be okay/


lagu itu kau senandungkan untukku
malam itu
meskipun aku yakin
kau takkan pernah selamanya ada untukku
tapi malam itu...
kamu berhasil menenangkan kekalutanku...

entah kau sadar atau tidak
setiap detiknya
setelah perpisahan kita
adalah siksaan panjang tak bertepi bagiku

tidak pernah ada yang berjalan baik-baik saja setelahnya
aku berjalan sendiri
menanggung semuanya sendiri
aku menangis
aku tertawa
sendiri...

kamu selalu ada dalam doa-doaku, a'...
dalam doaku
aku berharap
kelak ada satu masa
kau kembali senandungkan lagu itu untukku
bukan hanya untuk sesaat...

kamu selalu ada dalam sujud panjangku, a'...

This November is My November

Mungkin terdengar bodoh, karena aku masih membuat wishlist saat menjelang ulang tahun. Sebelum 2007, aku punya wishlist yang panjang sekali. Beberapa terwujud, tapi banyak yang tidak. ^.^ Hingga dua tahun setelah 2007, wishlist ku cuma satu dan rupanya yang satu itu juga tidak mungkin terjadi (paling tidak sekarang). Dan di 2009 praktis aku tidak memiliki harapan apapun, karena banyak hal tak terduga yang terjadi dalam hidupku. Membuatku kehilangan kemampuan untuk menenun harapan.

Dan kini, aku ingin sekali kembali belajar menenun harapan. And my wishlist are :
1. The most important of all, aku ingin menjadi muslimah yang dicintai oleh Allah SWT, ingin menjadi anak, kakak, perempuan, kekasih, dan ibu yang dapat membahagiakan semua orang yang aku cintai. Untuk yang ini aku harap dapat terkabul.

2. Ini yang tidak berubah sejak dulu, hanya sedikit direduksi. Insyaallah aku ingin menikah di tanggal 11-11-2011. Jika tahun-tahun sebelumnya aku bisa dengan yakin mencantumkan nama…

"saya terima..."

"saya terima..."
2 kata yang tak sabar ingin ku dengar...
entah kapan

sah
selesai sudah
sesayup doa ku dengar
tak ada namaku di sana...
cukup

Serpih Rindu

dan malam ini...
ketika titik-titik hujan mencumbu tanah dan,
menguarkan aroma kerinduan
aku mencoba memunguti serpih-serpih rindu yg terserak
angin malam...
dan malam ini...
ketika sang hyang yang bersemayam di puncak ardi itu tengah menari
di tengah rasa cemas n rapal doa
kembali ak menenun sebuah mimpi
mimpi tentang kita
mimpi tentang kerinduan yg tak tersampaikan...
dan malam ini...
aku tunduk pada angin berharap ia sampaikan serpih rindu ini pada langit...



Yogyakarta, 221010

Broken Vow

Tell me her name
I want to know
The way she looks
And where you go
I need to see her face
I need to understand
Why you and I came to an end
Tell me again
I want to hear
Who broke my faith in all these years
Who lays with you at night
When I'm here all alone
Remembering when I was your own

I'll let you go
I'll let you fly
Why do I keep asking why I'll let you go
Now that I found
A way to keep somehow
More than a broken vow
Tell me the words
I never said
Show me the tears you never shed
Give me the touch
That one you promised to be mine
Or has it vanished for all time

I close my eyes
And dream of you and I
And then I realize
There's more to life than only bitterness and lies
I close my eyes
I'd give away my soul
To hold you once again
And never let this promise end

by : Lara Fabian

no word...

tak ada yang harus ku katakan senja ini,
karena langit senja tlah menyimpan semua pesanku,
semua yang harus dilakukan telah dilakukan,
yang harusnya tetap menjadi rahasia akan tetap tersimpan rapi
dan tak tersentuh siapapun...
yang layak dikenang akan tetap terkenang
dan yang melukai akan kembali terlukai,
entah oleh siapa...

Aku Gagal A'

aku gagal a'
gagal membencimu
gagal membuangmu dari deru nafasku
gagal menyingkirkan namamu dari setiap sujudku
kekuatan apa yang mengikatku padamu a'
aku tersiksa dengan semua ini
seribu kali aku berusaha membencimu
namun, kebencian itu mencabik-cabikku
aku gagal...
mencintaimu adalah candu a'
sekuat mungkin aku mencoba menghindar, tp aku smakin sakaw, semakin sakit
Ya Allah...
kutukan apa yang harus aku jalani ini
aku gagal, a'

ikatan darah itu membuatku gagal lepas dari bayangmu

tapi, sungguh bukan maksudku mengais-ais harapan yang tercecer entah di mana...
cukuplah kau tau, aku tlah gagal a'
gagal menafikkan rasa ini
mungkin juga kau tak tau...

mungkin semua orang berkata aku bodoh,
tapi ya...

aku masih mencintaimu, sangat...

Lelakiku

jejakmu memberi arti
hadirmu menjanjikan asa
menguatkan
namun terkadang melemahkan
lelakiku
dapatkah kau baca setiap gelisahku?
dapatkah kau mengerti setiap rapal doaku?
masihkah ada "kita" dalam setiap bahasamu?
mencintaimu, lelakiku
adalah gemuruh yg senantiasa temani kilat menjelang badai
adalah deburan ombak pasang saat purnama
adalah dingin yg memeluk edelweiss di puncak-puncak tertinggi
lelakiku...
Jika kusembunyikan air mata ini darimu
bukan karena dusta yang kumaksudkan
sebab cinta, tak lagi ingin kubagikan luka padamu
lelakiku...
mencintaimu adalah metafora agung yang tak tertebus dengan kata-kata picisan pujangga jalanan
merengkuhmu dalam hidupku
dan melepasmu pergi
sebab cinta tak dapat dibendung oleh tembok sekuat apapun
cinta memiliki caranya sendiri untuk datang dan pergi
pun cintaku, cintamu,
cinta kita
lelakiku...


ps : untuk lelaki-lelakiku yg pernah hadir n begitu berarti :: S, AS, RAP::
ps: pun untuk lelaki-lelakiku yg masih n akan trus brarti :: SNW n L…

--Surat Cinta ‘tuk Langitku-- LOMBA “SURAT UNTUKMU, NAK. DARI CALON IBUMU/AYAHMU.”

Assalamuallaikum nak... Tak terasa ya, sudah hampir 28 minggu kita bersama. Langit pasti sudah mengenal pasti setiap debaran jantung Bunda, desir nafas Bunda, dan juga suara Bunda, bukan? Seperti Bunda yang sudah begitu mengenal setiap gerakanmu Nak.
Calon buah hati Bunda tersayang, Langit Bunda... Sejak detik pertama Bunda menyadari dan mengetahui Langit telah bersemayam di rahim Bunda. Bunda telah yakin semua telah berubah, nak. Terlebih saat pertama kali merasakan detak jantungmu sedetak denganku. Hidup Bunda telah berubah, nak. Kehadiranmu merubah semua cara Bunda di dunia. Cara Bunda memandang kehidupan. Cara Bunda menghadapi setiap masalah. Cara Bunda menghapus benci dan dendam. Cara Bunda berkompromi dengan keadaan. Cara Bunda menerimamu dengan ikhlas.
Langit Bunda tersayang... Pasti Langit bingung ya, mengapa Bunda memanggilmu dengan nama Langit. Langit memiliki sejarah panjang dalam hidup Bunda, nak. Sejarah antara Bunda dan Ayahmu. Kelak Bunda pasti ceritakan padamu. Untuk seka…

Izinkan Aku Bermimpi

Izinkan aku bermimpi...
Hanya sejenak dalam lelap...

Izinkan aku bermimpi
Ketika nyata itu mulai menyakitkan...

Karena hanya dalam mimpi
ku bisa senyata itu mendekapmu

Bahkan dalam mimpi pun
kuasa itu tak datang padaku
kuasa tuk milikimu...

Tanpa Rasa -- Cokelat

aku tak rasa lagi hilang akan dirimu
aku tak rasa lagi hampa tanpa dirimu
aku telah biasa untuk melepaskannya
aku sudah biasa untuk tanpa dirinya
semua yang telah terjadi biarlah terjadi
semua yang kan terjadi biarkan menjadi
aku telah biasa untuk hadapi semua
aku sudah biasa hadapi segalanya

tak ada lagi sedih untuk kehilanganmu
tak ada lagi tangis untuk dirimu
tak akan ada benci kepadamu
semua tentang dirimu semua telah berlalu

Angel -- Sarah McLachlan

Spend all your time waiting
For that second chance,
For a break that would make it okay

There's always some reason
To feel not good enough
And it's hard, at the end of the day

I need some distraction,
Oh beautiful release.
Memories seep from my veins

Let me be empty,
Oh and weightless
And maybe I'll find some peace tonight

[Chorus]
In the arms of the angel,
Fly away from here,
From this dark, cold hotel room,
And the endlessness that you feel

You are pulled from the wreckage,
Of your silence reverie.
You're in the arms of the angel,
May you find some comfort here.

So tired of the straight line,
And everywhere you turn,
There's vultures and thieves at your back

The storm keeps on twisting.
Keep on building the lies
That you make up for all that you lack.

Don't make me difference,
Escape one last time.
It's easier to believe in this sweet madness,
Oh this glorious sadness.
That brings me to my knees

[Chorus]

You're in the arms of the angel,
May you find s…

My Heart Sings

Nunung  : sing like a wind

Trah      : and let's time frozen in silent, I do fly away..

Nunung  : yeah... fly away with a couple wings

Trah      : with the wings that I believe in, we can see every invisible thing in dream...beautiful dream

Nunung  : hanya mimpi dan imaji yang memmbebaskan kita tuk berkisah

Trah      : kebebasan tanpa dibatasi ruang dan waktu, menjinakkan logika dan rasio sejenak 'tuk mengabarkan mimpi & imaji setiap kisah taman hati..

Nunung : berkisah dalam bahasa kesunyian, bahasa mereka yang tlah lama beku dan berkubang dalam diam... bahasa milik kita...

Trah : mungkin segala sesuatu telah berbeda adanya, mungkin sebagian telah membenamkan kisahnya dalam tawa, mungkin sebagian kisahnya jatuh bersama hujan. Disana anak-anak sungai kesunyian tetap mengalir menuju muara...bahasa milik kita bercerita dilautan lepas..my heart sings..

Nunung : my heart sings...ketika dua mimpi dan imaji bersatu dalam sebuah kisah ketika dua aliran sungai bermuara …

Aku Mulai Takut Pada Diriku

Entah mengapa aku mulai takut pada diriku sendiri. Ketakutan yang dulu pernah hilang, namun entah mengapa beberapa waktu terakhir muncul kembali. Dan semakin membuatku resah. Entah ini sebuah gift atau ternyata sebuah kutukan. Sejak dulu sekali, aku menyadari bahwa apa yang kupikirkan akan terjadi, benar terjadi. Meskipun tak selalu tepat benar. Tapi itu terjadi. Tapi yang membuatku takut bukan itu, tapi pada sebuah rangkaian peristiwa yang membuatku berkesimpulan, ketika aku benar-benar membenci seseorang, entah mengapa akan terjadi hal buruk padanya. Atau paling tidak tak ada kebahagiaan yang menjamah hidupnya.
Jujur saja, sejak pertama kali aku tahu dan menyadari apa yang terjadi padaku. Aku sangat takut. Aku pernah dan mungkin masih sangat membenci seseorang. Dia yang telah memporak-porandakan masa kecilku yang bahagia. Sejauh yang aku tahu, sekarang dia adalah manusia tanpa jiwa. Ia kehilangan ingatannya, gila, entah karena sebab apa. Itu pun informasi yang aku da…

Ketika Laki-laki Mengisahkan Tentang Rahim

Rahim, Sebuah Dongeng Kehidupan
Sebuah novel yang mampu membuatku terpaku membacanya hingga beberapa lama. Mungkin terdengar klise atau terlalu berlebihan. Tapi ya... katakanlah setiap karya akan memiliki nilai "lebih" ketika nilai-nilai yang coba disampaikan penulis melalui karyanya itu dapat diterima oleh pembacanya. Atau ketika sang pembaca merasa memiliki ikatan dengan karya tersebut mungkin karena karya tersebut laksana cermin bagi kehidupannya.
Dari sekian banyak karya yang kubaca, Rahim karya Fahd Djibran mampu mengaduk-aduk emosiku bahkan sejak melihat sampulnya saja. Meskipun sejak sebelum memutuskan untuk membeli dan membaca novel ini pun aku sudah berasumsi bahwa aku akan mudah takluk dengan kisah-kisah seputar kelahiran, kehamilan, kehidupan baru, rahim, bayi, aborsi, dan sebagainya. Dan asumsiku pun benar (semoga aku tak pernah salah menafsirkan apa yang kurasakan).
Mungkin kalian bertanya, apa istimewanya novel Rahim ini? Beberapa tahun silam aku …

Mutiara Hikmah Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. 

Ketika aku memohon kepada Allah kekuatan
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat
Ketika aku memohon kepada Allah kebijaksanaan
Allah memberiku masalah untuk dipecahkan
Ketika aku memohon kepada Allah kesejahteraan
Allah memberiku akal untuk berfikir
Ketika aku aku memohon kepada Allah keberanian
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi
Ketika aku memohon kepada Allah sebuah cinta
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong
Ketika aku memohon kepada Allah bantuan
Allah memberiku kesempatan
Aku tak selalu menerima semua yang kuminta,
tapi aku selalu menerima segala yang aku butuhkan
Doaku terjawab sudah

ps: sebuah mutiara yang muncul di tengah kegalauan

Apa yang Hendak Kukatakan tentang Kemerdekaan ??

Bulan Agustus di setiap tahunnya selalu dinanti secara gegap gempita oleh setiap anak negeri ini. Semua bermula karena pada 17 Agustus, 65 tahun silam Indonesia dideklarasikan oleh The Founding Father sebagai sebuah negeri yang merdeka, lepas dari segala bentuk penjajahan. Proklamasi kemerdekaan saat itu disambut dengan penuh suka cita oleh semua anak bangsa, dari desa sampai kota. Proklamasi saat itu tidak membuat Indonesia seketika terbebas dari penjajahan dan aral yang merintangi perjalanan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang merdeka. Masih aja pertempuran di sana sini. Masih ada darah yang menetes dari putra-putra terbaik bangsa. Semua itu karena Proklamasi Kemerdekaan tak lantas menghentikan perjuangan.
Bagaimana dengan sekarang?
65 tahun sudah aku, kamu, kita, dan bangsa ini melangkah sebagai sebuah bangsa yang merdeka. Benarkah kita telah merdeka?
Jika dengan asumsi Proklmasi Kemerdekaan tidak lantas menghentikan perjuangan kita sebagai sebuah bangsa juga sebagai …

Blank Moment

Pernah nggak kamu berada di satu kondisi KOSONG. Tak bisa berpikir apa-apa. Beberapa waktu belakangan ini aku sempat mendapati diriku KOSONG. Padahal seharusnya banyak hal yang harus dipikirkan dan dikerjakan. Tapi entah mengapa, kosong aja gitu. Bingung mau ngapain. Otak berasa nggak keisi apa-apa. Merasa kosong, sepi, dan sendiri padahal kita berada di tengah banyak orang...
Aku merasa diriku PENUH. Banyak sudah buku yang aku baca belakangan ini, mulai dari fiksi sampai literatur kuliah. Nonton film. Planning kerja yang sudah tertata. Dan masih banyak hal yang sudah aku rencanakan jauh hari sebelumnya. Tapi semua seakan menguap minggu ini. Hilang begitu saja. Aku seakan baru saja tersadar dari koma panjang. Tergagap dengan semua yang harus aku hadapi... Kosong, tak tahu apa yang harus dilakukan dan dipikirkan...
Pengen nangis, pengen teriak, pengen marah, pengen gebukin orang, pengen... Tapi untuk apa?? Banyak rasa yang berkecamuk di dada. Banyak ide yang bergemuruh di dada. Banyak …

Jejak Langkah Perempuan

kaki perempuan ini akan terus melangkah... terus melangkah... sendiri jejak langkah yang telah tertinggal itu, akan terus menguarkan rasa yang takkan tersapu... bahkan oleh ombak...

ilalang dan aku... aku tumbuh seperti ilalang, seribu kali dipangkas, akan seribu kali pula tumbuh... bakar aku hingga habis... jika kau ingin hentikan langkahku...

Pengantin Cermin

Selepas Subuh...
dengan sisa air suci yang terbasuh di wajah
perempuan itu memandang cerminnya...
wajah dalam cermin itu tersenyum memandangnya
perlahan wajah dalam cermin itu kian berubah, semakin cantik
riasan di wajah itu membuatnya selaksa bidadari

Selepas Subuh...
perempuan itu masih memandang cerminnya
dan perempuan dalam cermin itu juga masih di sana
dengan gaun pengantin putih yang membungkus tubuhnya
gaun putihnya melambai terjuntai menutup setiap mili aurat tubuhnya...
dan kerudung putih yang menutup kepalanya
perempuan dalam cermin itu laksana putri seribu satu malam...

Menjelang Dhuha...
perempuan itu masih memandang cerminnya...
tapi perempuan itu menangis kini
karena ia melihat perempuan dalam cermin itu beranjak menjauh dari cermin
menjemput mimpinya menjadi pengantin
bersanding dengan pemilik tulang rusuk ini...
bersanding dalam keheningan doa...

Menjelang Dhuha...
perempuan itu masih memandang cerminnya
ia masih menangis
dan kinipun ia tersimpuh di depan cerminnya

Aku dan Hujan

Setelah lama sekali saya merasakan rindu yang sangat pada gerimis dan hujan. Beberapa hari ini kerinduan saya terhapuskan. Surabaya diguyur hujan dari pagi hingga malam. Mendung. Dingin. Suasana yang begitu sendu menemaniku beberapa hari terakhir. Tidak mau sok melankolis atau apa, tapi sekarang aku memang begitu mencintai hujan dan gerimis. Bau tanah basah oleh air hujan memberikan ketenangan yang dalam.

Hujan...
Hujan selalu menjadi pengiring untuk mengenang kisah yang telah lalu. Hujan adalah salah satu perantara pertemuan langit dan bumi. Selain petir, pelangi, dan bintang jatuh. 

Hujan selalu menjadi ritual yang menyenangkan untuk menulis. Benarkah demikian? Paling tidak buatku, Hujan atau gerimis ditambah secangkir susu coklat hangat adalah teman yang tepat untuk menulis. Semoga hujan ini terus hadir di bumiku. Atau kalau Kau berkuasa atas semuanya, Izinkan pula hujan hadir di hatiku...

Catatan Sebuah Pertemuan dan Perpisahan

19 Juli 2010 15:00
Kita bertemu di sebuah persimpangan jalan
Di depan stasiun tua di kota itu
Saling memandang sejenak kemudian tersenyum satu sama lain
Mengendarai motor tua, kita berdua berbincang dalam keheningan
Perbincangan yang muncul dari tautan tangan yang tak terlepas sesaat pun
Diam yang canggung

19 Juli 2010 15:30
Kita tiba di gazebo budaya
Tempat bertahun-tahun lalu kita mulai sebuah kisah
Kisah tentang kita
Kisah tentang langit dan bintang
Di gazebo budaya ini kita berbincang tentang banyak hal
Tentang kegilaan usia muda yang tiba-tiba muncul
Kegilaan untuk lari dari semua problematika
Kegilaan untuk dapat tertawa saja
Hanya berdua

19 Juli 2010 18:00
Senja ini, kita berdua
Di atas motor butut
Dengan sedikit rencana gila yang tersisa di kepala
Dengan sedikit keberanian untuk lari dari riuhnya kehidupan
Bergantian kita memacu motor butut ini dengan kecepatan tinggi
Saling mendekap
Saling bertautan tangan
Karena kita tak lagi punya waktu dan ruang untuk bersama
Karena ki…

Mencari Jejak Gerimis di Batas Senja ini

senja ini
kembali aku terdiam di sudut perbatasan kota
di tepi jalanan berkelok
duduk ditemani segelas wedang
menghadap titik-titik bangunan kota jauh di depan sana

sendiri

hujan baru saja mampir ke bumi
bau tanah yang basah
udara yang semakin dingin karna kabut yang mulai turun
aku sendiri menanti senja

aku mencari jejak gerimis
tapi tak kutemukan
dingin...
sendiri...
senja di perbatasan kota ini begitu sepi

aku berharap temukan sepenggal jejak yang ditinggalkan hujan sore itu
tapi yang kutemukan hanya aroma tanah basah
aroma yang melengkapi kehangatan wedangku
aroma yang menemaniku dalam dingin

senja ini aku menyambut senjaku
sendiri
bahkan tanpa jejak gerimis sore tadi

Batu, 160710

cintaku sederhana

semalam kau bertanya padaku
"mengapa ku masih mau bertemu denganmu, orang yang selama ini melukaiku"
tak kutemukan jawaban yg tepat untukmu
tapi memang begitulah adanya cintaku

laksana bintang yang tlah redup sinarnya di antara gemintang yang lain pada hamparan langit
yg nampak hanya langit yang bersanding dengan gemintang yg lebih terang
bukan berarti sang bintang itu hilang dan tinggalkan langitnya
aku mencintaimu dengan setulus-tulusnya cinta
cinta yang sederhana namun rumit tuk diurai


ku coba tuk ikuti alur yang diciptakan tuk kita
alur rasa
alur cinta

cintaku sederhana
cinta yang tak butuh alasan
cinta yang tak butuh kata-kata pembenar

dan jika kuterima kau kembali
tanpa dendam dan amarah
itu karena ku cinta

dan jika aku bersedia menyediakan pundakku
untukmu bersandar saat kau lelah
setiap saat
itu karena ku cinta

pun jika nanti aku rela melepas kau pergi
tuk pergi dan bahagia
itu juga karena ku cinta

sederhana bukan??
cintaku sederhana
sangat sederhana
sesederhana …

kita?

tolong bantu aku membaca semua sikapmu
tolong bantu aku memaknakan hubungan kita
entah ikatan apa ini, yang selalu membuatku berusaha untuk selalu ada untukmu
entah rasa apa yang kau miliki, saat kau berkata "aku butuh seseorang" dan kau memilihku tuk temanimu
entah terbuat dari apa hatiku ini, ketika genggaman tangan itu kembali terisi, ketika kau luruh mendekapku erat, ketika kecupan itu jatuh di kedua pelupuk mataku yang tlah penuh dengan bulir-bulir
meski semuanya hanya sejenak

satu

hanya ada satu rasa
hanya ada satu hati
hanya ada satu cinta
hanya ada satu diri
hanya satu untuk yang satu
titik
itu saja

No Title : Just Need a Shoulder to Cry On

ingin benar-benar memiliki sahabat
yang tak terus mencerca dengan pertanyaan
yang tak lantas menuding ketika kekhilafan datang
yang menyediakan bahunya untuk meletakkan segala beban dan air mata

ingin benar-benar memiliki sahabat
yang selalu ada
untuk menguatkan
yang selalu ada di saat-saat terpuruk

tangis yang terus luruh
di jeda oleh tawa sejenak
namun kembali luruh

ingin benar-benar memiliki sahabat
yang mengisi genggaman tanganku

aku lelah berjalan sendiri
lelah
sangat lelah

aku menunggumu sahabat

Sebuah Malam Penuh Tawa

membelah malam
saat penat itu datang
tubuh dan imaji tak lagi dapat mengelak
lantas kita bertemu
untuk kesekian kali

sekali lagi tawa itu hadir
membelah malam
bercakap ringan tentang apapun
tapi bukan tentang cinta
bukan pula tentang luka
apalagi kenangan

di atas jembatan
bersandar di trotoar jalan
semangkuk mie dan minuman
entah mengapa....
kamu selalu berhasil membuatku tertawa
kamu selalu berhasil menghapus luka
entah mengapa...
aku tak pernah bisa benar-benar menabur benci padamu

entah kapan kita akan tertawa lagi
di jembatan ini atau jembatan lain
jembatan yang kembali mempertemukan kita

kita meng-ada tidak dalam kenangan
kita menjejak pada bumi yang penuh permaafan

malam itu kita membelah malam dengan tawa
kemudian kita kembali berpisah jalan
tak ku tahu apa tawa itu masih ada padamu
tapi, buatku...
tawa itu lenyap
seiring semakin jauh aku memandang punggungmu
yang makin lenyap di antara kegelapan
tawa itu berganti kemuraman
kemuraman yang semakin membuat malam ini begit…

3 jam, membelah lautan, berdua dalam tawa

kita bertemu di jalanan ini
sebagai dua orang yang canggung
setelah semua perjalanan kita yang berbeda
di antara semua kebisuan di antara kita
amarah
benci
kesalahpahaman

waktu kembali mempertemukan kita
berjalan di jalanan yang sama
berdua
di atas motor
bercerita banyak hal
tertawa

berdua kita susuri jalanan itu
membelah lautan
terpaan angin di atas jembatan itu
meniadakan kenangan buruk di antara kita

waktu kembali pertemukan kita
sebagai dua orang yang saling ada
sebagai dua orang yang saling menguatkan
tapi bukan dua orang yang saling mencinta
karena jejak langkah tlah memisahkan kita

3 jam kita bersama
menyusuri lautan dengan berjuta kisah dan tawa
3 jam kita bersama
saling menguatkan dengan bertautan tangan
3 jam kita bersama
sebagai sahabat
bukan kekasih

hanya 3 jam...
kita memang takkan pernah bisa sama lagi
seperti dulu
bukan sebagai kekasih yang akan selalu ada untuk mencintai
tapi sebagai sahabat
sahabat yang selalu ada untuk menguatkan (semoga)
sebagai sahabat demi satu…

satu nama

ada satu nama
satu nama
yang kan terus terpatri dalam jejak langkahku
satu nama
bukan karena ia menjejakkan senyuman
bukan karena ia meninggalkan kenangan indah

tapi karna
satu nama itu
melahirkan kebencian yang sangat
menjejakkan dendam tak berkesudahan

bukan bermaksud memelihara kebencian dan dendam
tapi nama itu meninggalkan jejak
yang meskipun ingin aku lupakan
jejak itu terus menanahkan luka...

salahku karena mengijinkannya menjejak dalam kisahku
salahku karena tak kuasa menghapus jejaknya
salahku juga karena selalu diam

diam membuat aku terus terluka
dan nama itu terus melenggang tenang dalam langkahnya

ada satu nama
nama yang mengisyaratkan kebencian yang sangat
nama yang mengisyaratkan keegoisannya
nama yang mengisyaratkan kepengecutannya
nama yang akan terus membuatku menghujamkan dendam padanya

satu nama itu adalah....

sekedar catatan

lemah...
adalah saat kutunjukkan kelemahanku
kuat...
adalah saat aku tetap tersenyum menyambut segala luka dan masalah
ikhlas...
adalah saat aku mampu berdamai dengan semua ketidaknyamanan
aku bukan siapa-siapa
aku hanya perempuan yang terus belajar memaknai semua itu
terkadang aku lelah
ingin segera rasakan tercerabut dari dunia yang terkutuk ini
aku lelah terus bertopeng

haruskah?

haruskah aku terus lari dan sembunyi?
haruskah aku terus larut dalam keegoisan?
haruskah aku terus diam?

aku marah, ya benar aku marah
aku terhina
aku kecewa
aku terluka

kuputuskan semua ikatan
kulepaskan semua asa

aku menafikkan ikatan darah itu
tapi bukan inginku
karna, takkan kupaksakan ia tuk menerima sesuatu yang tak ia yakini keADAannya

aku marah, tapi haruskah aku terus mendendam?
haruskah aku selalu diam?
ku hanya ingin sematkan pesan...
Langitku itu adalah milikmu...

way back into love-- lagu tentangku, tentang jejakku

I've been living with a shadow overhead,
I've been sleeping with a cloud above my bed,
I've been lonely for so long,
Trapped in the past,
I just can't seem to move on!

I've been hiding all my hopes and dreams away,
Just in case I ever need them again someday,
I've been setting aside time,
To clear a little space in the corners of my mind!

[Chorus]
All I want to do is find a way back into love.
I can't make it true without a way back into love.
Oooooh.

I've been watching but the stars refuse to shine,
I've been searching but I just don't see the signs,
I know that it's out there,
There's got to be something for my soul somewhere!

I've been looking for someone to she'd some light,
Not somebody just to get me through the night,
I could use some direction,
And I'm open to your suggestions.

[Chorus]
All I want to do is find a way back into love.
I can't make it through without a way back into love.
And if I open my heart again…

Apakah Catatan Saya Berguna??

Awalnya aku nulis di blog tuh cuma ingin mencurahkan semua yang aku pikirkan, rasakan, dan alami. Aku membebaskan jariku untuk menari dan melahirkan kata-kata. Tanpa beban apapun. Namun belakangan aku mulai tergelitik untuk bertanya-tanya, apakah ada seseorang di sana yang membaca catatan-catatanku ini? Bahkan lebih dari itu, aku bertanya apakah catatan ini memberikan arti pada kehidupan orang lain?
Memang blog ini hanya berisi catatan pribadi yang mampu aku jejakkan dalam hidup ini. Bukan blog motivasi yang penuh inspirasi. Aku murni hanya ingin berbagi kisah dan jejak-jejak dalam hidupku. Tapi, diam-diam aku juga berharap ada seseorang atau bahkan banyak orang di luar sana yang membaca catatanku dan menyukainya. Bahkan mungkin mampu memberikan nilai lebih dalam hidup mereka.
Saat satu persatu komentar muncul di blogku, sungguh ini memberikan semangatku untuk terus menulis. Meskipun blog ini masih sangat sederhana, tapi aku mulai percaya jauh di luar sana ada orang-orang yang membaca…

Kisah tentang Keabadian Cinta

Catatan ini lanjutan dari sekelumit kisah tentang Ibu Ainun yang telah dibahas di catatan sebelumnya. Begitu indahnya kisah tentang sebuah kesetiaan dan keabadian cinta beliau membuat saya tak kuasa membendung jemari saya untuk menulis lagi tentang kisah beliau. Secara pribadi saya selalu terkesima pada kisah-kisah serupa dengan ini, kisah yang menyuguhkan keindahan, keabadian, dan kesetiaan hubungan cinta. Cinta yang hanya akan terputus oleh terpisahnya ruh dari tubuh.
Jika banyak kisah itu terkesan tidak nyata dan hanya serupa dongeng pengantar tidur karena berada jauh dari kehidupan saya dan orang kebanyakan. Namun berbeda dengan kisah Ibunda Ainun Habibie, kisah beliau begitu menggetarkan saya, karena beliau ada di sekitar kita. Tidak seperti Layla Majnun, Romeo Juliet, atau Sampek Engtay. Kisah cinta Ibu Ainun dan Bapak Habibie adalah sebuah kisah nyata. Yang dapat kita rasakan keADAannya.
Saya tak menemukan padanan kata yang lebih agung bagi keabadian cinta yang terjalin antara …