Skip to main content

Jeda yang Abadi

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku

Akhirnya...
Aku memiliki kekuatan ‘tuk mengatakannya padamu
Setelah detik-detik panjang yang begitu menyesakkan
Setelah langkah tertatih yang harus aku ambil, sendiri...
yang sungguh tak mudah bagiku

Setelah tahun-tahun yang kita lewati bersama
Aku dan kamu telah menjadi kita
Menjadi senyawa
Mimpi telah kita rajut berdua
Tangan yang saling bertautan
Saling menguatkan


Dan...
Ketika semuanya terenggut tiba-tiba
Semua hilang
Kamu pergi meninggalkan goresan luka yang dalam

Tiba-tiba...
Aku linglung, hilang arah
Aku rapuh, terluka dan terpuruk begitu dalam
Aku kecewa dan marah
Aku tak sanggup menjalani semua tanpamu
Aku benci kehilanganmu...


Jika hari ini,
Kuikhlaskan kau pergi
Kulepaskan kau dari hatiku
Bukan karena ku sanggup
Bukan karena ku tangguh
Bukan karena ku setegar karang
Cinta yang menguatkanku tuk melepasmu
Cinta yang menaklukan egoku

Ya... benar aku mencintaimu dengan sangat
Tapi, aku tak bisa menahanmu tuk tetap tinggal
Aku tak bisa mengekangmu
Aku tak dapat membelenggumu dengan cintaku
Jika sejatinya kita tak lagi mampu bersama

Pergilah...
Percayalah padaku...
Meskipun mungkin sayapku tak sekuat dulu
Langkahku tak sepasti dahulu
Aku kan tetap terbang bebas...
Aku kan tetap berlari...
‘tuk wujudkan mimpi yang terpenggal

Pergilah...
Pergi ke keabadian yang nyata
Cintaku takkan lagi menghambat langkahmu
Kuikhlaskan kau pergi...
Aku akan baik-baik saja...
akan baik-baik saja




:: catatan yang tak pernah tersampaikan untukmu Aa'

Comments

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan...