Sunday, November 22, 2015

Ia Masih Menunggunya...

Perempuan itu masih menunggu lelakinya...
Menunggu lelakinya menunaikan janji untuk bertemu dengannya
Menunggu lelakinya menunaikan janji untuk membasuh air matanya
Menunggu lelakinya menunaikan janji untuk menghilangkan resah dan rindunya
Menunggu lelakinya menunaikan janji menghapus sedihnya...

Ia masih menunggunya
Bahkan di penghujung malam
Saat lelakinya datang tak sebahagia dahulu

Ia masih menunggunya
Bahkan dengan sebuncah harapan yang tak pernah surut
Bahkan dengan setia yang tak pernah susut
Bahkan dengan hati yang terus kalut

Ia masih menunggunya menawarkannya tawa yang tak terputus
Ia masih menunggunya dengan senyum yang sama, cinta yang sama, harapan yang sama

Tapi lelakinya tak pernah lagi datang dengan wajah yang sama
Ia tak lagi datang dengan rasa yang sama
Ia hanya datang...
Hanya datang begitu saja...

Mungkin lelakinya tak lagi memandangnya dengan cara yang sama lagi

Ia masih menunggunya
Bahkan dengan airmata tertahan dan senyum tersungging
Ia masih menunggunya menunaikan janji itu
Janji yang terucap kala binar matanya tak seperti saat ini

Mungkin lelaki itu lelah
Tapi ia tak pernah lelah menunggunya

Ia masih menunggunya
Bahkan hingga hari ini...
Saat harusnya lelakinya datang  memeluknya dengan erat
mencium keningnya dan membisikkan "selamat ulang tahun sayang..."

Perempuan itu masih menunggunya
Tapi kali ini dengan airmata yang tak lagi terbendung
Rasa rindu yang berubah menjadi sedig yang teramat pedih

Perempuan itu masih menunggu lelakinya
Menawarkan kebahagiaan yang sederhana
Sesederhana senyuman hangat, tatapan penuh cinta, pelukan erat, dan kecupan kening meskipun singkat...
Sesederhana itu...

Perempuan itu masih menunggu lelakinya dengan cinta yang masih sama
Tapi kini airmatanya tak lagi tertahan
Senyumnya tak lagi tersemat

She knew that she lost her man
The man that i loved the most
The man that love her before...

Tuesday, November 03, 2015

Hello Nove : Kulewatkan Hujan Pertamamu


Hello Nove... 
Kamu tahu jika aku selalu menantikan perjumpaan denganmu
Karena saat kita bertemu, 
sepahit apapun perjalananku 
semua luruh saat kita bertemu 
Kamu menggantinya dengan senyum dan debar dada yang berbeda

Hello Nove... 
Seperti aku merindukan hujan di bulan Juni
Aku selalu menantikan perjumpaan dengan hujan pertamamu
karna saat itulah kau membasuh air mataku 
dan menghilangkan jejak kesedihan di wajahku

Tapi Nove... 
Mengapa tak kau bangunkan aku dari lelapku
Malam kemarin kau datang bersamaan dengan hujan pertamamu
Kau tahu betapa rindunya aku berbincang denganmu
Betapa inginnya aku menari di bawah hujan pertamamu
Hingga terbasuh semua air mata dan kesedihan ini

Nove... 
Aku melewatkan perjumpaan dengan hujan pertamamu semalam
Hadirlah lagi 
Tak hanya di siang tapi malamku
Aku ingin menari bersamamu di bawah rintik hujan


Gambar diambil dari sini

Sunday, November 01, 2015

Hello November, Apa Kabarmu?

November....
Apa kabarmu?
Ratusan hari kita tak pernah bertemu
Masihkah kau sedingin dahulu?
Masihkah kau menawarkanku letup letup berbeda di dada?
Aku selalu merindukan saat saat bertemu denganmu
Hujan dan tanah basah
Aroma kebahagiaan yang semerbak di setiap ujung jalan
Selalu memberiku alasan untuk tersenyum
November...
Aku merindukanmu
Sama halnya merindukannya
Aku merindukan janjinya untuk pulang
Merindukan pelukannya dan kecup keningnya
Merindukannya membawa sebuket mawar dan berkata "Selamat Ulang Tahun Sayang...."
November...
Aku merindukanmu
Bawakan aku sepucuk harapan
Bawakan aku sebongkah bahagia
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...