No Title : Just Need a Shoulder to Cry On

ingin benar-benar memiliki sahabat
yang tak terus mencerca dengan pertanyaan
yang tak lantas menuding ketika kekhilafan datang
yang menyediakan bahunya untuk meletakkan segala beban dan air mata

ingin benar-benar memiliki sahabat
yang selalu ada
untuk menguatkan
yang selalu ada di saat-saat terpuruk

tangis yang terus luruh
di jeda oleh tawa sejenak
namun kembali luruh

ingin benar-benar memiliki sahabat
yang mengisi genggaman tanganku

aku lelah berjalan sendiri
lelah
sangat lelah

aku menunggumu sahabat

Comments

Elsa said…
memang Sahabatnya pergi kemana Mbak??
Baby Dija said…
Dija mau kok jadi sahabatnya Tante
@Mbak Elsa... dia ada tapi entah mengapa tak pernah meng-ada
@Baby Dija... tante juga mau loh jadi sahabat Dija

Popular posts from this blog

Ukiran Sebuah Pertemuan

Pijar Lentera Keempat Kemudian Padam