Skip to main content

Sebuah Malam Penuh Tawa

membelah malam
saat penat itu datang
tubuh dan imaji tak lagi dapat mengelak
lantas kita bertemu
untuk kesekian kali

sekali lagi tawa itu hadir
membelah malam
bercakap ringan tentang apapun
tapi bukan tentang cinta
bukan pula tentang luka
apalagi kenangan

di atas jembatan
bersandar di trotoar jalan
semangkuk mie dan minuman
entah mengapa....
kamu selalu berhasil membuatku tertawa
kamu selalu berhasil menghapus luka
entah mengapa...
aku tak pernah bisa benar-benar menabur benci padamu

entah kapan kita akan tertawa lagi
di jembatan ini atau jembatan lain
jembatan yang kembali mempertemukan kita

kita meng-ada tidak dalam kenangan
kita menjejak pada bumi yang penuh permaafan

malam itu kita membelah malam dengan tawa
kemudian kita kembali berpisah jalan
tak ku tahu apa tawa itu masih ada padamu
tapi, buatku...
tawa itu lenyap
seiring semakin jauh aku memandang punggungmu
yang makin lenyap di antara kegelapan
tawa itu berganti kemuraman
kemuraman yang semakin membuat malam ini begitu kelam....

kamu selalu berhasil membuatku tertawa
tapi entah mengapa...
kamu juga selalu berhasil membuatku menangis...

sebuah malam penuh tawa, Jembatan Merr Surabaya, 220610
aa' & neng

Comments

Elsa said…
hhm... aku suka gambarnya Mbak...
latar belakangnya kuniiiiiiiing
di ambil aja mbak gpp...

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan...