Skip to main content

My Heart Sings

Nunung  : sing like a wind

Trah      : and let's time frozen in silent, I do fly away..

Nunung  : yeah... fly away with a couple wings

Trah      : with the wings that I believe in, we can see every invisible thing in dream...beautiful dream

Nunung  : hanya mimpi dan imaji yang memmbebaskan kita tuk berkisah

Trah      : kebebasan tanpa dibatasi ruang dan waktu, menjinakkan logika dan rasio sejenak 'tuk mengabarkan mimpi & imaji setiap kisah taman hati..

Nunung : berkisah dalam bahasa kesunyian, bahasa mereka yang tlah lama beku dan berkubang dalam diam... bahasa milik kita...

Trah : mungkin segala sesuatu telah berbeda adanya, mungkin sebagian telah membenamkan kisahnya dalam tawa, mungkin sebagian kisahnya jatuh bersama hujan. Disana anak-anak sungai kesunyian tetap mengalir menuju muara...bahasa milik kita bercerita dilautan lepas..my heart sings..

Nunung : my heart sings...ketika dua mimpi dan imaji bersatu dalam sebuah kisah ketika dua aliran sungai bermuara pada samudera yang samaketika sepasang burung gereja berkisah tentang kita sambil terbang beriring... ketika kita larut dalam kesunyian milik kita
my heart sings...

Trah : Debur ombak ini seperti letupan degup jantung saja Bias keperakan ombak dari matahari seperti harapan saja Terbanglah setinggi-tingginya...menari-nari diatas awan Terbang beriring Bermain-main diatas riak gelombang.....menjemput senja...menjemput malam...mengarungi hari-hari milik kita... my heart sings

Nunung : senja begitu cepat datang hari inimenanti kita dan lamunan kita tentang sebuah kisah, kisah yang sempat kita bisikkan pada deburan ombak... pada awan-awan yang berarakpada hembusan angin... mengapa senja begitu cepat hampiri kita? apakah karena aku dan kamu yang tlah lebur dalam kita? ataukah senja pun rasakan rindu yang sangat seperti yang kita rasakan... my heart sings

Trah : kini arakan awan terlelap di ufuk barat... warna langit senja perlahan diselimuti malam dengarlah satu kisah sunyi dalam helaan nafas panjang bisikan angin senandungkan bait-bait dahaga pencarian entah dimana engkau berada..ialah ucap isi lautan... terdalam
kini kita menunggu gemerlap taburan bintang-bintangmerangkai satu demi satu menjadi mozaik sebuah namasatu nama seperti malam terindah yang pernah kita rasakan... then my heart sings

Nunung : langit tak sepenuhnya kelam malam ini karena di sana ada tebaran sketsa bintang, tak hanya sebuah nama, tapi itu sketsa bintang serupa wajahmu... ku ingin melukis kisah kita di antara kelam langit itu kisah yang terwakili dengan sketsa-sketsa bintang
namun yang kurasakan hanya angin yang memelukku dalam sunyi, namun kesunyian yang menenangkan karena kutahu kita memandang langit yang sama, sketsa bintang yang sama, meskipun dari jejak bumi yang berbeda

Trah : di belahan bumi yang lain satu kisah menatap langit malam, di belahan bumi yang lain satu kisah saling meraih bintang dan akan kuceritakan rahasia perayaan setiap tahun baru di sana kunyanyikan lagu peredam sorak ramai jiwa-jiwa... disana kupetik senar gitar dengan nada-nada pelipur hati lalu kubisikkan kepada malam..sungguh tak pernah merasa kehilangan kesunyian ini membawa jiwaku mengenal keindahan keindahan ini membuatku mengerti bahwasanya disini..dibumi ini, dalam ruang mimpi dan imaji, aku tak pernah sendiri... kulihat gemerlap taburan cahaya bintang dilangit sana..then my heart sing, "we'll never get alone, we'll shine on.." 'till I fall asleep..

Nunung :then my heart sings, lagu tentang kesunyian, lagu tentang mimpi, lagu tentang gemintang di langit... lagu tentang deburan ombak di pantai, lagu tentang kita... my heart sings

Trah :   dalam lagu kita dan sekejap kedipan matajiwaku terbang menjelajahi tebing-tebing
           dalam lagu kita dan sekejap kedipan mata...jiwaku melayang-layang dilaut selatan
           dalam lagu kita dan sekejap kedipan mata jiwaku menjadi api unggun lembah gunung
           lagu-lagu kesunyian dibawah langit yang  sama ...dengarlah, my heart sings..

Nunung : My Heart Sings... bentangan langit yang sama dengan bintang yang sama, lagu-lagu kesunyian ini, lagu kita membawa kita menunjuk bintang yang sama...pun ketika sang bintang tergelincir ke bumi namun akankah kita merapalkan doa yang sama? doa tentang kisah kita dalam keheningan malam di bawah sketsa wajahmu dalam gemintang, lagu kita mengalun dalam sunyi, lagu yang tak teraba oleh indera pendengar kita, lagu yang hanya bisa kita rasakan, lagu dari hati kita... My Heart Sings

Trah : doa-doa yang tak sempat diucapkan dalam kata doa-doa yang lebih banyak mensyukuri kepekaan rasa doa-doa kita yang sejukkan gersang bumi sepanjang haridoa-doa yang menjadi cahaya penerang perjalanan kita...sketsa wajah abadi kerlap-kerlip bintang sketsa sejuta titip kerinduan langit malammasih ku iringi dengan denting gitar..lagu-lagu binar hati kita... the wind blows forever my heart sings...

May 08, 2010
by. Nunung & Trah
sebuah sketsa percakapan kita suatu hari ^_^

ps: Catatan ini adalah sebentuk percakapan antara aku dan Trah (seorang sahabat dunia maya). Catatan yang berawal dari coment-comment di status Facebooknya. Bisa diintip di sini juga ^_^

Comments

den bhaghoese said…
Hai apa kabar Nung? Salam fiksi dari Trah (Tapi Trah sudah pensiun lama). Sekarang ganti nama, mampir ke blog baruku ya. Salam My Heart Sings, kolaborasi yang keren banget, tak terlupakan. :)

Salam Fiksi

Neng Nunung said…
Hai Trah...

Sudah lama gak denger kabar dari kamu :)

Please visit my another blog too www.nengnunung.com :)

Semoga bisa berkolaborasi lagi ya...

Salam

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan...