Skip to main content

Blank Moment

Pernah nggak kamu berada di satu kondisi KOSONG. Tak bisa berpikir apa-apa. Beberapa waktu belakangan ini aku sempat mendapati diriku KOSONG. Padahal seharusnya banyak hal yang harus dipikirkan dan dikerjakan. Tapi entah mengapa, kosong aja gitu. Bingung mau ngapain. Otak berasa nggak keisi apa-apa. Merasa kosong, sepi, dan sendiri padahal kita berada di tengah banyak orang...
Aku merasa diriku PENUH. Banyak sudah buku yang aku baca belakangan ini, mulai dari fiksi sampai literatur kuliah. Nonton film. Planning kerja yang sudah tertata. Dan masih banyak hal yang sudah aku rencanakan jauh hari sebelumnya. Tapi semua seakan menguap minggu ini. Hilang begitu saja. Aku seakan baru saja tersadar dari koma panjang. Tergagap dengan semua yang harus aku hadapi... Kosong, tak tahu apa yang harus dilakukan dan dipikirkan...
Pengen nangis, pengen teriak, pengen marah, pengen gebukin orang, pengen... Tapi untuk apa?? Banyak rasa yang berkecamuk di dada. Banyak ide yang bergemuruh di dada. Banyak hal yang harus dikerjakan. Banyak masalah yang harus diselesaikan. Aku sama sekali tidak mampu mendefinisikan satu per satu semuanya... Aku bingung... Aku KOSONG...
Pada akhirnya aku memilih tuk sujud bersimpuh. Menangis sejadi-jadinya. Merapal semua doa yang aku tahu. Memohon sejenak ketenangan hati dan pikiran. Aku bingung, Aku kosong... Di antara semua kekalutanku, aku memilih kembali pulang. Pulang ke dalam pelukanMu. Pulang pada kedamaian rumahMu...

Comments

BABY DIJA said…
kalo kosong ya diisi Tante,,,
Elsa said…
nah tuh Tante Nunung udah "ngisi" pake dzikir dan doa...
Dija harus niru Tante Nunung tuh
^_^ ih Tante Elsa ama Dija nih bisa aja

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan...