Skip to main content

Sejenak Bercerita Tentang skripsi

SKRIPSI... Tujuh huruf yang berarti segalanya...
Kupikir dulu, mengerjakan skripsi akan semudah aku mengerjakan makalah, laporan penelitian, dan tugas-tugas saat kuliah dulu. Tapi entah mengapa, sejak jeda beberapa waktu dari dunia perkuliahan untuk bekerja dan pada akhirnya memulai lagi untuk menulis skripsi. Semua jadi terasa BERAT. Semua jadi terasa asing dan memulai lagi dari nol. Membaca kembali teori-teori yang dahulu pernah dipelajari. Yang semua seakan menguap seiring bertambahnya beban yang harus kupikirkan dari hari ke hari.
Mungkin karena aku tidak sepenuhnya fokus pada skripsi. Karena sudah banyak "racun" yang berseliweran di kepalaku. Aku memang adalah manusia yang selalu kesulitan jika harus fokus di satu hal ketika di saat yang bersamaan ada banyak urusan dan masalah yang harus dipikirkan.

Tapi Kawan....SKRIPSI bagaimanapun adalah HARGA MATI kalau aku mau melanjutkan semua cita-citaku. Salah satu cita-citaku adalah membuat orang tuaku bahagia ketika bersanding dengan anaknya yang memakai toga. Dan itu semua akan terjadi jika SKRIPSI ini kelar. Dan itu adalah hal yang sangat sulit kulakukan sekarang ini. Mau tahu buktinya.... Nah sekarang aja nih aku bisa leluasa nulis di blog padahal di saat bersamaan deadline skripsi ku tuh besok untuk maju lagi ke dosen.
Hufh.... Entah apa yang harus kulakukan agar aku bisa fun menulis skripsi seperti aku nulis di blog or nulis cerpen di Microsoft Word. Satu hal yang pasti, aku tahu target aku lulus semester ini. Dan deadline skripsi awal Desember...So...What Should I Do...coba?????
Oh Tuhan yang Maha OK...tolong buat aku OK OK saja menyelesaikan SKRIPSI ini dan berikan aku PASSION aku untuk menuntaskannya secepatnya....
:-)

Comments

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Percaya, Bukan Hanya Kata...

Hubungan cinta laki-laki dan perempuan itu sungguh rumit, benar kan?
Dalam sebuah hubungan, hanya akan bertahan yaahh paling 3-4 tahun lah. Lebih dari itu kadar cinta akan berkurang dan harus dipupuk dengan komitmen dan kepercayaan. Sesederhana itu?
Sepertinya tidak...
Karena perkara komitmen dan kepercayaan itu pun sama rumitnya dengan urusan cinta.
Saya suka dengan analogi cinta pasir
Cinta itu ibarat pasir dalam genggaman. Jika kau menggenggamnya terlalu erat, maka ia akan keluar dari sela-sela jarimu. Biarkan telapakmu terbuka, maka ia akan tetap pada tempatnya... Percaya akan komitmen yang telah dibuat berdua itu harga mati.
Kamu hanya perlu percaya, karena pasangan akan leluasa menjaga kepercayaan daripada memusingkan diri dengan kecurigaan.
Jadi bukan kata-kata "Aku percaya kamu kok sayang, tapi..." yang harus kamu katakan
Tetapi
"Aku percaya kamu, jaga kepercayaan aku ya sayang..."

Karena dalam kepercayaan itu hanya ada "Percaya.(period)"