Skip to main content

Kalau 2012 Memang KIAMAT, lantas???

Beberapa minggu terakhir di televisi, internet, dan orang-orang di luar sana pada ribut tentang isu tahun 2012. Tahun di mana katanya akan terjadi KIAMAT. Program-program GOSIP yang tadinya nayangin muka-muka artis pada berlomba nayangin "analisis" tentang kiamat. Banyak yang dijadiin narasumber, mulai dari ilmuwan, kyai, artisnya sendiri, anak-anak Indigo, ampe paranormal sekelas Mama Lauren. Tadinya aku nggak pengin ambil pusing ama semua pemberitaan itu. Karena menurut keyakinanku yang namanya KIAMAT tuh nggak ada yang bakal tahu selain Allah Tuhan Semesta Alam. Jadi manusia sesuper apapun nggak akan ada yang bisa memprediksi kapan tepatnya kiamat itu datang. Tapi aku tetep percaya Someday, That Day is Exist....
Aku yang tadinya masa bodo ama semua pemberitaan itu lama-lama juga ikut merhatiin. Gimana nggak lah tiap kali di rumah dan muncul acara begituan, orang rumah especially my Mom selalu mantengin TV ampe kelar. Dan mau nggak mau aku juga ikut lihat. And You Know What, That Pictures really make me scared... Editor tayangan itu pinter banget motong-motong gambar filmnya, kadang nyuplik film-film Hollywood seputaran kiamat like Independent Day, Deep Impact, The Day After Tommorow, dan yang paling gress film 2012, selain itu juga ditambal dengan cuplikan bencana-bencana di Indonesia, peristiwa-peristiwa aneh dll.... Sumpah, aku yang tadinya cool aja gitu denger isu kiamat jadi jiper sekarang.
Tapi kemudian aku mikir, serius nih sampe kepikiran aku, kenapa belakangan ini orang pada ribet gitu ngurusin kiamat? ada apa? trus kenapa musti tahun 2012 yang mereka pilih jadi bahan analisis? Dan pertanyaan-pertanyaan bodoh yang sok pinter lainnya.
Katanya semua berawal dari ramalan suku Maya, suku yang katanya paling cerdas dalam hal ramalan bahkan bisa sampai meramalkan kehancuran bangsanya sendiri, yang menyatakan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi kehancuran besar atas dunia. Dan di sinilah akhir dari dunia ini. Tapi kenapa baru ribet sekarang gitu, kalau ternyata ramalan ini udah ada dari dulu. Trus setelah itu aku tahu kalo everythings about 2012 waktu yang disangkakan kiamat oleh suku Maya itu telah dibukukan dan filmnya yang buatan Hollywood juga akan segera diputar dengan judul 2012. Nah loh... kok berasanya jadi isu ini semua cuma spekulasi dan mainannya orang-orang Hollywood biar filmnya laris manis kayak kacang rebus. Emang jatuhnya aku jadi penasaran sih pengen nonton filmnya, cuma kok ya sempet gitu di tengah "kepanikan" umat manusia ada yang enjoy gitu bikin film. Semua sibuk dan panik bahkan NASA, lembaga antariksa paling keren sejagat ikutan panik. NASA dalam situs resmi http://www.nasa.gov/topics/earth/features/2012.html yang dibuat khusus untuk membantah semua isu ini. NASA menyatakan tidak ada benda langit satupun yang mengancam bumi dan memusnahkannya seperti pada zaman DINO dulu. Waduh-waduh tambah ribet kayaknya.
Trus sekarang pertanyaannya, kalau memang 2012 itu benar-benar kiamat, lantas kenapa? Semua orang juga tahu suatu saat kiamat pasti akan datang. Pun sama halnya dengan takdir kematian manusia. Bukankah yang harusnya kita pikirkan adalah bagaimana mempersiapkan diri kita. Membekali diri kita dengan timbangan kebaikan yang lebih berat. Wuah sok bijak nih... I loved to say it. Aku, sungguh benar-benar tidak menyoalkan kapan kiamat itu akan datang, mau 2012, 2011, atau bahkan besok sekalipun. Karena buatku semua akan sama saja.
Yang penting buatku sekarang adalah bagaimana aku bisa membuat diriku sendiri dan orang-orang yang ada di sekelilingku tersenyum saat waktunya tiba. Karena menghadapi maut, kematian, dan kiamat dengan senyum adalah cara yang paling indah. Karena yang kuyakini semua itu hanya sebuah prosesi. Prosesi untuk memisahkan dengan apa yang telah ada dengan apa yang akan ada. Menyambut segalanya dengan senyum...Can You Imagine That????

Comments

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan...