Saturday, October 24, 2009

Cinta Platonik : sekedar cinta atau simbol ikhlas

Beberapa waktu lalu aku terjebak dalam percakapan tentang cinta dengan seorang kawan. Tiba-tiba ia mencetuskan kata-kata, "Cinta yang tak harus memiliki itu platonik. Sakit jeh..." Kata-kata yang membuatku lantas berpikir, apakah memang "Cinta yang tak memiliki" atau cinta platonik itu memang hanya menyisakan kegetiran???
Benar jika cinta akan membawa kebahagiaan bagi dua insan yang merasakannya. Cinta akan meninggalkan bunga-bunga indah dalam kehidupan ketika cinta itu bersemi dan tumbuh. Namun bagaimana jika di perjalanan sebuah hubungan rasa cinta itu menghilang. Muncul ketidaknyamanan satu sama lain atau salah satu diantaranya. Pun ketika ternyata kita harus menerima kenyataan pasangan kita menemukan kembali kenyamanan dan cinta itu pada diri yang lain. Kalau sudah demikian apa kita masih tetap berkeras mempertahankan hubungan itu. Cinta memang harus diperjuangkan tapi juga tidak bisa dipaksakan, kan?
JIka sudah demikian, satu-satunya cara melepas dia meraih kebahagiaannya. Meskipun dengan demikian itu akan melukai kita yang masih merasa cinta. Mencintai yang demikian, mencintai yang tak dapat memiliki... Menyakitkan kah? Ya....itu memang sakit. Menghancurkan harapan dan impian mungkin. Tapi esensi dari Cinta bukankah sebuah Pengorbanan. Berbahagia saat melihat orang yang kita cintai bahagia. Tidak mudah memang. Tapi mungkin!!! Pengorbanan dalam cinta memang tidak mudah. Cinta Platonik memang tidak mudah dan menyakitkan.
Tapi semua akan sebanding. Ikhlas melepas bagian yang paling kita cintai untuk meraih cintanya dan kebahagiaannya jauh dari jangkauan kita akan membuat kita benar-benar bisa merasakan Cinta. Kita tak akan pernah menyadari arti dari seseorang sebelum kita kehilangannya. Melepas cinta untuk merasakan Cinta yang lebih kuat dan menguatkan.
Tak hanya sakit yang didapatkan dari cinta platonik. Karena rasa ikhlas melepaskannya akan membuatnya menjadi lebih istimewa. Hanya saja terkadang kita terlarut dalam rasa sakit dan kehilangan. Sibuk meratap dan menyalahkan orang lain. Padahal jika sejenak saja kita berhenti untuk menelisik rasa sakit dan mulai belajar ikhlas menerima semua, maka Cinta yang sesungguhnya akan hadir
;-)
   

2 comments:

maya said...

terimakasih artikelnya membuat ak paham., cinta ssunggunya akan datang ketika kita sudah bisa memberikan kebahagiaan untuk org yg kita cintai., wlaupun menyakitkan..bismillah..

Perempuan Langit said...

Terima kasih, semoga bisa saling menguatkan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...