Skip to main content

Cinta Platonik : sekedar cinta atau simbol ikhlas

Beberapa waktu lalu aku terjebak dalam percakapan tentang cinta dengan seorang kawan. Tiba-tiba ia mencetuskan kata-kata, "Cinta yang tak harus memiliki itu platonik. Sakit jeh..." Kata-kata yang membuatku lantas berpikir, apakah memang "Cinta yang tak memiliki" atau cinta platonik itu memang hanya menyisakan kegetiran???
Benar jika cinta akan membawa kebahagiaan bagi dua insan yang merasakannya. Cinta akan meninggalkan bunga-bunga indah dalam kehidupan ketika cinta itu bersemi dan tumbuh. Namun bagaimana jika di perjalanan sebuah hubungan rasa cinta itu menghilang. Muncul ketidaknyamanan satu sama lain atau salah satu diantaranya. Pun ketika ternyata kita harus menerima kenyataan pasangan kita menemukan kembali kenyamanan dan cinta itu pada diri yang lain. Kalau sudah demikian apa kita masih tetap berkeras mempertahankan hubungan itu. Cinta memang harus diperjuangkan tapi juga tidak bisa dipaksakan, kan?
JIka sudah demikian, satu-satunya cara melepas dia meraih kebahagiaannya. Meskipun dengan demikian itu akan melukai kita yang masih merasa cinta. Mencintai yang demikian, mencintai yang tak dapat memiliki... Menyakitkan kah? Ya....itu memang sakit. Menghancurkan harapan dan impian mungkin. Tapi esensi dari Cinta bukankah sebuah Pengorbanan. Berbahagia saat melihat orang yang kita cintai bahagia. Tidak mudah memang. Tapi mungkin!!! Pengorbanan dalam cinta memang tidak mudah. Cinta Platonik memang tidak mudah dan menyakitkan.
Tapi semua akan sebanding. Ikhlas melepas bagian yang paling kita cintai untuk meraih cintanya dan kebahagiaannya jauh dari jangkauan kita akan membuat kita benar-benar bisa merasakan Cinta. Kita tak akan pernah menyadari arti dari seseorang sebelum kita kehilangannya. Melepas cinta untuk merasakan Cinta yang lebih kuat dan menguatkan.
Tak hanya sakit yang didapatkan dari cinta platonik. Karena rasa ikhlas melepaskannya akan membuatnya menjadi lebih istimewa. Hanya saja terkadang kita terlarut dalam rasa sakit dan kehilangan. Sibuk meratap dan menyalahkan orang lain. Padahal jika sejenak saja kita berhenti untuk menelisik rasa sakit dan mulai belajar ikhlas menerima semua, maka Cinta yang sesungguhnya akan hadir
;-)
   

Comments

maya said…
terimakasih artikelnya membuat ak paham., cinta ssunggunya akan datang ketika kita sudah bisa memberikan kebahagiaan untuk org yg kita cintai., wlaupun menyakitkan..bismillah..
Terima kasih, semoga bisa saling menguatkan

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Percaya, Bukan Hanya Kata...

Hubungan cinta laki-laki dan perempuan itu sungguh rumit, benar kan?
Dalam sebuah hubungan, hanya akan bertahan yaahh paling 3-4 tahun lah. Lebih dari itu kadar cinta akan berkurang dan harus dipupuk dengan komitmen dan kepercayaan. Sesederhana itu?
Sepertinya tidak...
Karena perkara komitmen dan kepercayaan itu pun sama rumitnya dengan urusan cinta.
Saya suka dengan analogi cinta pasir
Cinta itu ibarat pasir dalam genggaman. Jika kau menggenggamnya terlalu erat, maka ia akan keluar dari sela-sela jarimu. Biarkan telapakmu terbuka, maka ia akan tetap pada tempatnya... Percaya akan komitmen yang telah dibuat berdua itu harga mati.
Kamu hanya perlu percaya, karena pasangan akan leluasa menjaga kepercayaan daripada memusingkan diri dengan kecurigaan.
Jadi bukan kata-kata "Aku percaya kamu kok sayang, tapi..." yang harus kamu katakan
Tetapi
"Aku percaya kamu, jaga kepercayaan aku ya sayang..."

Karena dalam kepercayaan itu hanya ada "Percaya.(period)"