Skip to main content

Menata Langkah Lagi, Esok kan Lebih Baik

Satu jam lagi hari berganti, bagiku lebih dari itu, bertambah usia juga. Biasanya aku selalu memacu diriku menuliskan keinginanku di masa depan. Tapi, sekali lagi tidak untuk tahun ini. Jujur saja aku bingung saat harus menuliskan apa resolusiku untuk tahun 2012. Karena hampir semua yang kuinginkan terjadi di tahun ini, 2011, tidak terjadi. Ijazah belum di tangan, Usaha belum ajeg, Belum bisa membahagiakan orang tua, Tak ada rencana pernikahan yang terjadi hingga saat ini, tak ada apa-apa.

Itu jika aku terus saja mencari-cari cela untuk usiaku yang akan segera lewat ini. Tapi sungguh, aku ingin masa depanku jauh lebih baik saat ini. Dan aku harus bersyukur pada satu hal yang kembali datang dalam hidupku. Allah mungkin tak banyak menuruti pintaku tahun ini. Tapi Allah memberikan satu hal yang mungkin sangat aku butuhkan saat ini. Mengirimnya kembali dalam hidupku.


Allah SWT tidak akan memberikan apa yang kita mau tapi apa yang kita butuhkan
Begitu kan yang sering terdengar...
Allah mengirimnya kembali padaku di tahun ini. Inilah kado yang paling berarti di hari ini. Mengisi kekosongan hati yang selama ini aku rasakan. Mungkin Allah sudah bosan melihatku setiap hari menangis.


Dan, jika saat ini aku mengeluh karena banyak hal yang tidak terjadi dalam hidupku, betapa kurang ajarnya aku.

Usia baru telah menantiku, ada dua hal yang pasti dan harus aku lakukan di sisa usiaku. Pertama, sah menjadi istrinya dan yang kedua dan yang terpenting, membuat orang tuaku tersenyum dan bangga padaku. Hanya itu saja. Cukup.

Keinginanku sederhana, kan? Aku nggak akan minta  perhiasan berlian, rumah mewah, mobil bermerek, uang banyak. Hanya dua hal itu saja Ya Allah... Karena dua hal itu yang mampu membuatku bertahan menghadapi situasi sesulit apapun. Karena mereka, orang tua, keluarga dan dia adalah nyawa dari langkahku menggapai mimpi.

Happy Birthday to My Self, Make Your Dream Come True and Make the others proud of you



Comments

Septi Sutrisna said…
salam kenal Perempuan Langit. Selamat ulang tahun... *smile 4 u*
baca tulisan kamu, sambil dengerin lagunya... sumpah! nyaman banget. yang sedih tambah pilu... tapi asyik. semangat terus ya. ngga usah buru2 nikah. nikmati aja dulu masa single nya :-) enjoy your life sist
Alan said…
Never Give Up ya perempuan lagit. . .
Live must Go On. .
manusia boleh berencana, namun hati harus tetap lapang untk menerima keputusan Allah.

GANBATE!!!!??
^_^
Alan said…
Never Give Up ya perempuan lagit. . .
Live must Go On. .
manusia boleh berencana, namun hati harus tetap lapang untk menerima keputusan Allah.

GANBATE!!!!??
^_^
terima kasih ya semua :)
udah lama gak nengokin nih blog, eh ada yang mampir...
salam kenal

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan...