Skip to main content

Tak Ada yang Terjadi di Hari Ini

Bertahun lalu, aku selalu bermimpi dan yakin bahwa kelak aku akan menikah dengan orang yang kucintai, hari ini, 11 November 2011. Bertahun juga aku berdoa, melakukan semua yang kubisa, mengusahakan semua yang mungkin terjadi, tapi lagi-lagi Allah yang berkuasa atas apa yang terjadi di dunia.
Kuasa Allah menentukan hal lain.

Karena kuasaNya, di tahun 2011 ini aku dipertemukan kembali dengan dia yang telah hilang jauh dari hidupku. Saat itu, muncul pikiran mungkin ini jalan dari Allah untuk mewujudkan mimpiku. Hubungan kami berjalan normal, hampir tak ada kendala berarti. Kami sama-sama berproses untuk saling lebih memahami kembali. Karena kegagalan hubungan kami yang kemarin memberikan banyak sekali pelajaran. Dan kami tak ingin jadi keledai.

Kami merencanakan banyak hal, termasuk pernikahan. Kami ingin sekali menikah secepatnya. Tapi baru sampai niat, kami dibenturkan oleh pendapat yang jamak dimiliki oleh orang lain. "Kamu sudah punya apa, buat nikah?" Karena sejak awal niatan kami menikah dengan menggunakan biaya kami sendiri, tidak merepotkan orang lain. Pertanyaan yang bertubi-tubi datang dari orang-orang sekitar membuat kami sadar. Kami tidak punya apa-apa untuk menikah, hanya cinta dan niatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Niatan untuk menikah di 11 November 2011 sudah dipastikan tidak akan terlaksana, tanggal 20 November 2011? Entahlah apa mungkin menyiapkan pernikahan dalam waktu 9 hari?
Satu hal yang pasti, tak ada yang terjadi di hari ini (pernikahan), tapi semoga Allah berkuasa atas memberikan senyum di hariku kali ini. Harus bersyukur ada aa' di sampingku yang menyayangiku jauh lebih dari sebelumnya, menjaga, dan menemaniku. Kalau memang tak ada pernikahan hari ini, semoga Allah menetapkan hari yang tepat untuk kami, esok.

My 11:11 moment today is nothing happen, tapi aku bersyukur atas apa yang Allah berikan padaku hingga hari ini.



Comments

Elsa said…
ternyata menikah itu mahal ya?
butuh banyak uang ya...
hehehee
namarappuccino said…
Semoga, meski tidak ada kejadian hari ini, suatu hari nanti pasti. Amin. :)
mbak @Elsa... saya maunya sederhana saja, tapi ternyata tidak bisa, terbentur kepentingan banyak orang terutama keluarga...

@namarappuccino Amin
T_Tetin said…
Assalamu'alaikum..Barakallahu..
Salam ukhuwah ya..
@T_Tetin Waalaikumsalam :) salam kenal

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan...