Skip to main content

~~ Menanti Jejakmu Kembali ~~


malam ini,
kembali kurunuti tapak kakiku
seperti malam-malam sebelumnya
kukenakan kebaya berenda putih yang kau suka
kuhias helaian rambutku dengan bunga mawar merah
yang dulu kau tanam di pekaranganku
"agar kau tersenyum mengingatku" katamu dulu...

malam ini,
kembali kubuang pandangku ke gugusan kapal
di pelabuhan itu
aku bersolek dengan gincu warna yang kau suka
dadaku bergemuruh seperti biasa
saat satu persatu kulihat ada kapal merapat

malam ini,
bulan ke 100 aku menunggumu
masih ada rindu yang haus untuk dituntaskan
masih ada janji yang harus kau tepati mas…
kau tlah mematri hati ini dengan janji yang terus aku ingat
terus aku percaya
kau akan kembali dan kita akan menikah

malam ini,
sama seperti malam-malam yang lalu
aku telah siap dengan baju pengantinku mas
aku menunggumu tuk menjemputku
aku pun telah siapkan paspor
karna janjimu akan membawaku mengelilingi samudra di dunia ini
dengan kapalmu

malam ini,
aku masih menunggumu mas…
sama seperti malam-malam sebelumnya
aku menunggumu untuk menunaikan janjimu
tak kuhiraukan igauan semua orang tentangmu
mereka menyebutku gila mas
hanya karna menunggumu yang mereka bilang tak akan pernah kembali

malam ini,
aku masih berdiri di sini memandangi jajaran kapal yang telah merapat
tapi tak kutemukan kau di sana mas
aku janji esok akan kembali
akan kembali kutekuri jejak langkahku
dan menunggumu kembali
menjemputku
pengantinmu…


surabaya, oktober 2014


Comments

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Percaya, Bukan Hanya Kata...

Hubungan cinta laki-laki dan perempuan itu sungguh rumit, benar kan?
Dalam sebuah hubungan, hanya akan bertahan yaahh paling 3-4 tahun lah. Lebih dari itu kadar cinta akan berkurang dan harus dipupuk dengan komitmen dan kepercayaan. Sesederhana itu?
Sepertinya tidak...
Karena perkara komitmen dan kepercayaan itu pun sama rumitnya dengan urusan cinta.
Saya suka dengan analogi cinta pasir
Cinta itu ibarat pasir dalam genggaman. Jika kau menggenggamnya terlalu erat, maka ia akan keluar dari sela-sela jarimu. Biarkan telapakmu terbuka, maka ia akan tetap pada tempatnya... Percaya akan komitmen yang telah dibuat berdua itu harga mati.
Kamu hanya perlu percaya, karena pasangan akan leluasa menjaga kepercayaan daripada memusingkan diri dengan kecurigaan.
Jadi bukan kata-kata "Aku percaya kamu kok sayang, tapi..." yang harus kamu katakan
Tetapi
"Aku percaya kamu, jaga kepercayaan aku ya sayang..."

Karena dalam kepercayaan itu hanya ada "Percaya.(period)"