Skip to main content

Kisah Suatu Malam

sakit adalah cara Allah membuat kita belajar akan arti
ikhlas
sabar
dan belajar menghargai setiap detik di kala kesehatan itu melekat pada raga...
tapi bagiku...
sakitku
tlah memberiku lebih dari itu...

sakit mengembalikan sahabat yang tlah lama menghilang
ya sahabat...
jika boleh menyebutmu demikian

berawal dari sebuah komentar
yang sebenarnya kuanggap lalu
sekedar basa-basi tanda simpati

tanpa pesan ia datang tiba-tiba malam itu
mengetuk pintu kamar rumah sakit
wajah yang asing selama 5 tahun terakhir muncul dengan gayanya yang khas
kalau kau tanya apa yang kurasakan, maka jawabannya aku merasa jantungku keluar karena terlalu terkejut
setelahnya...
kita bercakap ringan layaknya dua karib yang lama tak bersua
namun, memang demikian bukan?
sampai kau berlalu dan aku di kamar rumah sakit ini sendiri, aku masih menganggap ini mimpi
bahkan hingga esok harinya aku terbangun dari mimpi...
dan kuanggap ini telah selesai...

ternyata tidak,
malam selanjutnya, berawal dari sebuah dering d handphone dan suaramu di seberang sana
kemudian ketukan di pintu yang ternyata ada seseorang dengan handphone bertengger di samping telinganya sambil tersenyum
masing-masing kita tertawa melihat adegan ini
sekali lagi ia datang membawa tawa di malamku di rumah sakit itu menepiskan sakit sejenak...
dan lagi-lagi, aku masih tak percaya

dan dia hadir lagi...
sebagai sahabat
sebagai kawan lama
sebagai saudara
sebagai laki-laki
dan entah apa lagi aku memanggilmu

apapun itu...
terima kasih telah memberikan dua malam yang penuh tawa
terima kasih telah meluangkan waktu sejenak untukku
terima kasih telah sejenak membuatku lupa akan rasa sakit...

doaku tuk segala yang terbaik bagimu
tentu saja bahagiamu
dan rencana indahmu...

entah nanti kita bertemu lagi dalam keadaan bagaimana...
semoga yang kembali terjalin dapat terus terpelihara

::untukmu Mas::

Comments

Elsa said…
semoga cepat sembuh dari sakitnya yaa...
sometimes, sakit memang bisa jadi berkah ya, tergantung dari sisi mana kita melihatnya.

oh ya, soal poin ke tujuh, tentang haidh sebagai penghapus dosa...
well, aku mengartikannya tidak semudah itu. tapi jika memang benar, semoga haidh bisa menghapus dosa dosa kita...

Mendiang Kakakku dulu juga gitu
haidhnya bermasalah. berbulan bulan tidak haidh, sekalinya haidh sangat singkat sekali. sama kan?
artinya ada sesuatu yang salah di dalam sana.
coba cek ke dokter

cari dokter kandungan yang perempuan.

penting sekali lho
sebelum terlambat kalo ada apa apa
semoga sih gak ada apa apa.

tapi, bukankah lebih enak tidak haidh
jadi bisa sholat terus
puasa terus
gak ada halangan???
hehehee
jesica said…
salam sahabt...satu kisah yang romantis
mbak Elsa, trims mbak...
pernah saya periksakan waktu awal-awal dulu, tapi kata dokternya "bersih", tapi Wallahu a’lam bish-shawabi
Insyallah segera periksa lagi...
ya, enakan gini jadi jarang hutang sholat dan puasa.. :)

Jesica, thanks ya...

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan...