Skip to main content

Menunggu Pinangan Tuhan

cinta...
untaian aksara macam apa kau itu
kau datang tiba-tiba
menghilang pun tanpa jeda sejenak
cinta...
tak pernah mampu mereka-reka kedalamannya
bagaimana mungkin
cinta yang pada mulanya begitu kuat, menggebu, bergelora
mendadak hilang dan pupus
atau kebencian yang mengakar seketika redam
dan menjelma menjadi cinta dan sayang...
seseorang berkata
karena aku melihat Tuhan dalam dirinya, maka aku mencintainya
haruskah Tuhan merendahkan diri dan menjelma serupa manusia
agar aku, kamu, dia, mereka benar-benar menemukan cinta...
karena sungguh, entah untuk alasan apa
aku benar-benar ingin menemukan cinta

jika demikian,
haruskah aku menunggu pinangan Tuhan?
atau pertanyaan mungkin harus diganti,
mungkinkah aku melihat Tuhan pada diri seseorang...
sehingga aku dapat temukan dan rasakan

apa itu cinta...

namun, menunggu pinangan Tuhan???
ah... untuk sekedar menunggu saja aku sudah segan...





*inspirasi ringan dari sebuah film India yang dibintangi Sharukh Khan, 12 April 2011

Comments

Fitri 'A said…
ah, Mbak yang satu ini selalu sendu dan penuh pemahaman mendalam yang tak pernah terpikir olehku...
Saya suka postingannya..

Cintailah seseorang karena Tuhan. Apakah begitu?
:) terima kasih ya sudah berkunjung dan baca postingan saya...

ya... kurang lebih begitu artinya :D

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Percaya, Bukan Hanya Kata...

Hubungan cinta laki-laki dan perempuan itu sungguh rumit, benar kan?
Dalam sebuah hubungan, hanya akan bertahan yaahh paling 3-4 tahun lah. Lebih dari itu kadar cinta akan berkurang dan harus dipupuk dengan komitmen dan kepercayaan. Sesederhana itu?
Sepertinya tidak...
Karena perkara komitmen dan kepercayaan itu pun sama rumitnya dengan urusan cinta.
Saya suka dengan analogi cinta pasir
Cinta itu ibarat pasir dalam genggaman. Jika kau menggenggamnya terlalu erat, maka ia akan keluar dari sela-sela jarimu. Biarkan telapakmu terbuka, maka ia akan tetap pada tempatnya... Percaya akan komitmen yang telah dibuat berdua itu harga mati.
Kamu hanya perlu percaya, karena pasangan akan leluasa menjaga kepercayaan daripada memusingkan diri dengan kecurigaan.
Jadi bukan kata-kata "Aku percaya kamu kok sayang, tapi..." yang harus kamu katakan
Tetapi
"Aku percaya kamu, jaga kepercayaan aku ya sayang..."

Karena dalam kepercayaan itu hanya ada "Percaya.(period)"