Skip to main content

Bicara Mimpi

Apa yang kau ketahui tentang sebuah mimpi?
Hanya bersemi di kala lelap menyirap raga?
Hanya maya tak berubah nyata?

Bagiku, mimpi adalah sebuah monumen untuk mengingatkan
bahwa ada sesuatu yang harus diperjuangkan
bahwa ada sesuatu yang belum terwujud menjadi nyata
bahwa ada napas harapan dalam perjalanan sang waktu dalam hidupku

Mimpi...

Yang menjadikan mimpi menjadi berarti adalah
Ketika kita terjaga dari mimpi dan berjuang untuk menjadikannya nyata
Itu kata seorang bijak

Namun bagiku...
Mimpi adalah ruangku bertemu denganmu
Memaknai jejak-jejak yang telah terlewat...
Bagiku...
Mimpi adalah satu-satunya cara yang kubisa
'tuk buatmu meng-ada dalam jejakku
 Untukku...
Mimpi takkan pernah menjadi nyata
Terlebih jika itu tentangmu, tentang kita...
Biar seribu kalipun aku terjaga dari mimpi
Tak ada lagi yang dapat diperjuangkan...

Bagian lain dari mimpiku
Sangat mampu tuk kuperjuangkan saat ku terjaga nanti
Tapi tidak dengan kamu
Semua berawal laksana mimpi dan berakhir menjadi mimpi

Ruang-ruang lain dari mimpiku
sanggup aku isi
dengan barisan doa, tetesan peluh, buliran air mata
atau apapun itu...
Namun,
Ruang yang kau tinggalkan
masih saja kosong...

Apa dengan begitu,
aku akan memasung diriku untuk tidak bermimpi lagi...
terutama tentangmu
Apa begitu yang kau pikirkan?
Begitukah?
Buktikanlah!!!
Datanglah ke mimpiku malam ini...
Apa masih ada sketsa rinduku padamu...




Surabaya_lepas tengah malam

Comments

Popular posts from this blog

Saya Benci Film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN

Ya, Saya benci film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Kesimpulan ini semakin kuat setelah saya akhirnya menonton film ini semalam.

Sejak awal film SYTD dipromosikan secara gencar di berbagai media baik online maupun elektronik, saya sudah apatis. Begitu tahu tema yang diusung adalah POLIGAMI, saya semakin melangkah mundur.

Secara pribadi, saya membenci ide tentang POLIGAMI. Bukan karena saya membenci ketentuan Allah SWT yang memperbolehkan suami memiliki istri lebih dari satu. Hanya saja, sekarang ini jika dalih yang digunakan adalah ketentuan Allah SWT dan Sunnah Rasul hanya dijadikan sebagai "alat" saja. Dari semua istri Nabi Muhammad SAW, hanya satu yang berusia muda, yang lainnya berusia lebih tua dan janda. Sementara, pelaku poligami saat ini? Ahh... cukup saya membahas tentang mengapa saya tidak sepakat untuk yang satu ini.

Kembali saya akan bahas tentang film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN (SYTD). Dengan alasan yang saya sebut di atas, saya cukup yakin bahwa film ini tida…

Surat untuk Mantan Kekasih

Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Eits, kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...

n.b. karna …

Menarilah Bersamaku June (Dear June #2)

Menarilah Bersamaku June...
Senja kali ini begitu memerah June  Ia sepertinya memendam amarah entah mengapa Tapi tahukah kau June...  Aku begitu menikmati senja yang kini berselimut merah  Aku menikmati senja yang penuh amarah
Selama ini dia terlalu hening June Memelukku dalam sunyi  Mencumbuku dalam sepi
Aku rindu senja yang memerah seperti kali ini June Ia membuatku sadar bahwa ia ada untukku
Aku rindu berbincang denganmu June Serindu aku menari di ujung senja  Aku rindu lekuk lekuk tubuh yang temaram dihempas cahaya senja 
Masihkah kau ingat June  Saat aku, kamu, dan senja melebur dalam satu tarikan nafas Melebur dalam satu irama gerakan Melebur dalam satu amarah yang sama
Biarkan June... Biarkan senja ini memerah... Agar kita bisa terus menari Berpelukan Berbincang 
Menarilah bersamaku June  Biarkan senja yang memerah karna amarah semakin membara  Melihat lekuk tubuh kita Mendengar tawa riang kita...
Biarkan...